Sedikit Cerita Jogja Istimewa ♥️
Awal kemerdekaan Republik Indonesia, keadaan perekonomian sangat buruk. Kas negara kosong, pertanian dan industri rusak berat akibat perang. Blokade ekonomi yang dilakukan Belanda pun membuat perdagangan dengan luar negeri terhambat. Kekeringan dan kelangkaan bahan pangan terjadi di mana-mana.
Di tengah keterpurukan bangsa. Sri Sultan Hamengkubuwono IX menghibahkan anggaran 6,5 Juta Gulden kepada pemerintah Indonesia untuk membiayai jalannya roda pemerintahan, kebutuhan hidup para pemimpin dan para pegawai pemerintah lainnya.
Bahkan, karena Indonesia tak punya apa-apa, maka seluruh pembiayaan pemerintahan ditanggung oleh Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Ada kisah menyebutkan, saat itu Soekarno menyuruh stafnya untuk menyiapkan kuitansi sebagai tanda utang, tetapi Sri Sultan HB IX menolak. Dengan modal tersebut, Soekarno-Hatta sukses menjalankan roda pemerintahannya, terus hidup, tumbuh dan semakin kuat. Sampai sekarang. Hal itu dikutip dari https://t.co/tSvDyws5Dm, dengan judul “4 Januari, Heroiknya Jogja Selamatkan Indonesia”.
Kejadian itu terjadi di saat pemerintahan baru Indonesia yang baru berjalan tiba-tiba dihadang rintangan dengan datangnya Belanda yang ingin kembali berkuasa. Belanda rupanya tidak ingin melepaskan Indonesia begitu saja, baik secara diplomatik maupun militer. Berbagai macam teror ditebar. Bahkan ada pula upaya penculikan Presiden Soekarno beserta pejabat negara lainnya.
Pendeknya, kalau tidak segera diambil langkah cepat dan tepat, bukan tidak mungkin nasib Indonesia akan tamat. Bak bunga layu sebelum berkembang. Tiba-tiba dari Jogja datang kabar gembira. Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, menawarkan diri menjadi ibukota. Tanpa pikir panjang karena memang tidak banyak pilihan, Soekarno-Hatta setuju.
‘’Kami setuju (pindah) ke Jogja,’’ begitu kira-kira respon Soekarno-Hatta, kala itu.
Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Bapak Doni Monardo.
Pak Doni tentara yang sangat cinta pada tanaman, dan saya sangat dekat sekali dengan beliau karena tanaman.
Beliau mengajak saya untuk mengambil satu benih, bibit pohon dari Maluku dan kami belum sempat melakukannya.
Selamat Jalan Sahabat. Jasamu akan selalu kami kenang 🥀🥀🥀
"Pak Pj Gubernur harus ambil alih kepemimpinan penanganan persoalan melalui komando ke Jakpro maupun kordinasi dengan pusat. Jangan malah saling lempar tanggung jawab," sambungnya. @dwiRIOjakarte#BantengJakartaTimur#SetiaTaatBerani
https://t.co/M9wT0f94Lg
Di forum pertemuan konsultatif bersama Sekretaris Parlemen Mexico, Fuesanta Guerrero Esquivel Perempuan muda berprestasi, mewakili parlemen negaranya di agenda internasional.
Kalau aksi tadi adalah skenario kalian menaikkan image Kaesang dan Prabowo Gibran dengan memframing jahat Ibu Megawati, benar-benar keterlaluan..
Kalau itu benar direncanakan busuk banget hati kalian terhadap Ibu Megawati..
Sadar ga kalian kalau Megawati adalah sosok yang membuat kalian bisa menikmati demokrasi di era reformasi seindah sekarang?!
Sampai hati banget..
Maaf saya harus twit klarifikasi sblm off dari dunia maya.. Sedang disebar foto saya dgn prabowo, itu adalah foto bulan februari saat saya diajak ketemu beliau, diminta bantu & saya menolak... Dan tidak akan mungkin saya bantu pasangan yg lahir dari keputusan MK seperti itu... 😊
Jokowi harus LUNTANG LANTUNG ke AS demi memenangkan anaknya sendiri di Pilpres 2024 dengan MENGGADAIKAN FREEPORT
Kontrak sah Freeport saat ini hanya sampai 2041. Ini artinya, Freeport berpotensi hingga 2061 beroperasi di Indonesia
Sempat diberi HARAPAN di awal periode dengan merebut saham hingga 51%, kini harus memenuhi segala NAFSU syahwat OLIGARKI demi memenangkan sang pangeran
Skenarionya benar2 seperti ORDE BARU. Menggadaikan Freeport demi memuluskan urusan politik
Entah apa lagi jawabannya, padahal dulu begitu optimis untuk menendang Freeport dari Indonesia
Jokowi bukan Jokowi lagi, benar-benar berubah
.
.
Gen Z itu paham Konstitusi
Gen Z itu Anti Fasilitas Bokapnya
Tapi Bocil-Bocil Pak Lurah
Mempertontonkan Contoh kebalikannya
Dan Partai yg mengaku Partai Anak Muda
Bangga dgn prilaku Nepotisme itu
Kalian ini sedang membunuh
Masa Depan Generasi Z
Wahay Antek Penguasa !!
.
.