Seorang anggota dewan untuk pemukiman ilegal penjajah Israel di kota Hebron, Tepi Barat yang dicaplok, "Al-Khalil," menabrak dua murid sekolah muslimah Palestina dengan kendaraannya.
Pembunuhan warga sipil di Tepi Barat dengan cara ditabrak kendaraan, telah jadi andalan pemukim penjajah 'Israel' untuk menghabisi pribumi Palestina. Korbannya meliputi semua rentang usia: anak-anak, remaja, dewasa, orangtua dan penyandang cacat.
Follow us :
@arrahmahdotid
@arrahmah_id
🔗Telegram : https://t.co/HTOpCeHTqE | https://t.co/quhoUlCVmZ
🔗Twitter: https://t.co/bPGZSp01GM
🔗 WhatsApp Channel: https://t.co/XOkkfEnO6x
🔗 Tiktok : https://t.co/cnH5tp6WRb
🔗 Youtube : https://t.co/eDZHvrAL9C
https://t.co/3eLjmvRXEX
https://t.co/PiuGY1coig
Raih amal shalih, sebarkan!
*"Anak berusia 6 tahun yang diculik oleh tentara Israel di Gaza dianiaya dan beberapa organ pentingnya dicuri oleh Israel*
*Anak tersebut dikembalikan ke keluarganya dalam keadaan terluka*
Apakah kamu diam karena itu bukan anakmu ? Jangan diam ! Segera bagikan"
PIK-2 (PT ASG) bersama Pemda Banten mau melawan Pusat ?
Setelah Tim PKH (Penertiban Kawawan Hutan) yang dipimpin oleh Menhan dan Jaksa Agung memasang plang pengembalia lahan hutan lindung seluas sktr 1.600 Hs di kawasan PIK-2 yang pernah diserahkan oleh pemerintahan Jokowi lewat PSN, ternyata PT ASG bersama Pemda Banten bermanuver untuk mengambil kembali lahan hutan lindung terdebut dengan modus penyerahan hak pengelolaan Hutan Lindung tersebut ke PIK-2. Hal ini terungkap pada pertemuan Dirut PT ASG dengan Wagub Banten. Ini jelas perlawan kepada penertiban yang sedang dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo lewat Tim PKH.
Jangan sampai manuver PIK-2 dan Pemda Banten ini berlanjut karena ini pembangkangan thdp Pusat. Pemda tidak punya wewenang menyerahkan pengelolaan hutan lindung.