Hiduplah dg tenang.
Abaikan ekspektasi dan prasangka mereka. Beban dan dosamu mereka ga akan tanggung. Semuanya dalam punggungmu sendiri, kamu nikmati sendiri. Sejatinya kamu sendiri.
Hidupmu pendek. Apa yg kamu sudah akan sedang lakukan di jangka segitu aja?
Wartawan, kalau jawaban pejabat ngasal kayak si Teddy, mohon lebih berani, cecar. Kalian salah satu harapan kami di garda terdepan. Doaku bersama kalian ๐
Pemerintahan yang bodohnya ke semua level. Diplomasi tidak bisa, empati tidak punya.
Even tetangga terdekat aja bisa diplomasi, negara ini lebih memilih cari negara lain. Presiden, Menlu, Menteri ESDM buruk semua.
Pemerintahan terburuk dalam sejarah bangsa Indonesia.
Diujung thn 2025, sy sampaikan 4 kritik (dan saran) utk @Menlu_RI Sugiono. Semoga beliau tidak defensif menerimanya karena yg saya sampaikan ini mewakili pandangan sebagian besar masyarakat pecinta politik luar negeri kita. Semoga pula dapat menjadi bahan renungan yang bermanfaat u/ para eksekutor diplomasi๐ฎ๐ฉ. Silahkan disimak & dikomentari & dikutip. Salam diplomasi, Dr. Dino Patti Djalal
Sumpah, ini pernyataan paling nirempati dari No 1 Kita!
Dikira syarat Bencana Nasional itu harus nunggu Jakarta tenggelam atau 38 Provinsi rata tanah dulu baru negara panik?!
Logika macam apa ini?! Aceh, Sumut, Sumbar itu isinya MANUSIA, bukan angka di papan tulis yang bisa Bapak diskon seenak jidat!
Bpk bilang "Terkendali" sambil duduk di Istana, sementara di lapangan mayat ngapung dan warga ngibarin bendera putih minta makan? "Monitor Terus"? Monitor apaan? Monitor jumlah korban nambah sambil ngopi?
Kalau kelingking kaki diamputasi, satu badan demam, Pak! Gak perlu nunggu leher putus baru dibilang sakit!
โNyawa rakyat dikonversi jadi persentase.
โMereka pikir tangisan ribuan ibu yang kehilangan anak di 3 provinsi itu kurang keras buat nembus tembok kedap suara Istana?
โTuli nurani.
โJangan berlindung di balik angka "3 dari 38". Satu nyawa rakyat melayang karena negara lalai aja itu udah TRAGEDI, apalagi seribu!
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Kalau surat izin dari Koramil di bawah ini benar adanya tentu ini melanggar tupoksi. Ini tidak tepat, masak izin pertunjukan Kuda Ronggeng diberikan oleh Koramil? Bukankah itu tugasnya polisi?
Soal santri tewas dalam keadaan mulia sesuai hukum agama, itu hablum minallah.
Tapi soal pemimpin ponpes LALAI mendirikan bangunan tidak layak, padahal dia mampu beli Mercy, itu hablum minannaas. Dan melanggar hukum. Polri harus berani menindak tegas.
"Bagai tertimpa bintang jatuh"
Adik-adik, ungkapan ini digunakan ketika anda 3 triwulan nganggur ga bole kerja, di triwulan 4 tiba2 blokir dibuka dan disuruh ngabisin duit yg hrsnya diabisin 1thn.Asal muasal ungkapan ini dari blokir anggaran yang disimbolkan dengan tanda bintang
Sebagai manusia, hal yg aku ingin menjadi adalah jadi orang biasa aja dg versi terbaikku. Artinya jika aku menjadi guru aku mau guru yg baik, biasa aja, dan terbaik. Atau mau jadi ibu, maka ibu yg baik, biasa dan terbaik.
Tapi aku gabisa jadi guru, ibu, anak, istri, menantu, pegawai, tetangga ug baik, bisa aja, dan terbaik
Aku gabisa memenuhi standar masyarakat indonesia dan yg terjadi akan dianggap ga normal. Itu kenapa dlu aku punya cita2 hidup di luar, luar angkasa sekalian wkwkw