2) Acceptance
Penerimaan artinya kita bisa diterima dgn penuh hormat atas segala perasaan, pilihan, dan sifat-sifat yg kita miliki yg kemudian didukung oleh ortu/pasangan.
Ini yg bikin kita merasa aman saat akan ‘memberikan’ diri kita kepada orang lain.
Karena anak kecil ga bisa bilang begitu, makanya yang ditunjukkan adl perilaku yg sebagian ortu menganggapnya sebagai bentuk kenakalan atau misbehave.
Oh iya, perhatian/atensi itu maknanya adl kehadiran, terutama secara emosional.
Saat kecil, ketika kita merasa kurang perhatian kita akan berusaha terus untuk mendapatkan perhatian. Entah itu dengan menangis, coret-coret dinding, apapun lah agar ortu memerhatikan kita.
Kayak… “Hello, I’m here!” atau “Perhatiin aku dong!”
Parenting: Banyak ortu yg merasa sudah memerhatikan anaknya. Padahal hanya sekadar melihat dan mendengar.
Mengamati setiap gerakan kita, bahkan kalaupun itu niatnya utk melindungi kita, belum tentu itu perhatian/atensi. Tapi lebih tepatnya itu pengawasan. Beda, ya.
Atensi yg penuh cinta di dalamnya ada kebutuhan rasa hormat dan ketulusan. Bukan cuma keinginan utk didengarkan.
Maksudnya? Bayangin, kita lagi bad luck, pas curhat didengerin sih tapi setelahnya malah dikatain atau disalahkan. Seolah kita ga ada harga diri :(
Atensi bukan sekadar memerhatikan. Atensi dlm hal ini termasuk memahami diri sendiri & orang lain. Kita perlu fokus. Itulah knp mindfulness jadi intinya. Kita perlu berada di sini & kini utk bisa memberikan perhatian.
Atensi yg otentik bisa tumbuh jadi empati, belas kasih, dsb.
1) Attention
Maksudnya adl kita menyadari adanya orang lain, diri sendiri, dan menjadi fokus perhatian seseorang yg mencintai kita.
Atensi itu memerhatikan dengan melihat dan mendengarkan yang meliputi berbagai perasaan dan pengalaman.
Terkait cinta, ada 5 hal yg kita butuhkan sejak kecil dan itu bertahan hingga dewasa. Apa yg kita butuhkan saat kecil sama persis dgn yg kita butuhkan pada saat ini & seterusnya. Dikenal sebagai The Five A’s:
1. Attention
2. Acceptance
3. Appreciation
4. Affection
5. Allowing
Anak-anak semakin intensif memasuki dunia digital terutama di masa #belajardirumah saat ini.Apa yg perlu orangtua ketahui terlebih dahulu? Bagaimana bersikap tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar anak?
Ikuti kelas online kami di GRATIS di >>
https://t.co/YIDeHHDvvX