@tvOneNews@IBFtvOne@karniilyas Rendahnya nilai setoran modal dari HPH itu, terjadi setelah valuasi asset yang dilakukan Deutchse Bank; konsultan yang dipake Pelindo II mem-valuasi asset JICT untuk memperpanjang kerja sama dengan HPH (6)
@tvOneNews@IBFtvOne@karniilyas Padahal, FRI sbg konsultan independen yg ditunjuk Dewan Komisaris Pelindo II menyebutkan, setoran 215 juta USD olh HPH itu hanya setara dg 25% harga saham JICT. Itu baru dg nilai keekonomian saat itu. Bgmn jk nilai aset JICT itu dihitung dg dasar nilai keekonomian saat ini? (7)
@tvOneNews@karniilyas@IBFtvOne Ketika dipersoalkan, kenapa tak ada izin konsesi dari Kemenhuh, RJ Lino selalu keukeuh, bhw kerjasama dg perusahaan asal China itu adalah G to G, tdk perlu ada izin konsesi dari Menhub (3)
@tvOneNews@karniilyas@IBFtvOne Ketika dipersoalkan, kenapa tak ada izin konsesi dari Kemenhuh, RJ Lino selalu keukeuh, bhw kerjasama dg perusahaan asal China itu adalah G to G, tdk perlu ada izin konsesi dari Menhub (3)
@tvOneNews@IBFtvOne@karniilyas Sebelumnya Menteri Perhubungan Jonan mengirim surat kepada menteri BUMN Rini Soemarno agar pelabuhan yg masa konsesinya akan habis tak lg dikerjasamakan dg asing. Menurut Jonan, 20 thn adalah waktu yg cukup agar pelabuhan peti kemas dikelola oleh anak bangsa secara mandiri (16)
@tvOneNews@IBFtvOne@karniilyas Jgn lupa, bhw kerja sama dg perusahaan asing itu tujuannya Transfer of Technology. Gila saja kalau 20 tahun kerjasama dg HPH, tak ada Transfer of Technology kepada pekerja di JICT. Mestinya, dg kerjasama yg lama itu, pekerja JICT sudah lebih professional dan mandiri (15)