Irene bought water for 2 people at Singapore's airport since they had no cash on them 🥺
“I got treated to water by Bae Joohyun!!
The night before yesterday, I was buying a bottle of water at a convenience store in Singapore Airport. Just as I was about to pay, unnie walked in. I was so surprised and happily greeted her. She then went off to pick out some things.
When it was our turn to pay, the cashier told us it was cash only. My friend and I didn't have any cash, so we were about to put the water back.
Unnie noticed us. She had just finished choosing her items and was about to check out when she turned to us and asked, “You don't have cash?” (in Korean).
We said yes, and she made a little waving gesture with her hand, calling us over. (P.S. She looked so cool)
Then, we waited while she collected the staff's items, then she turned around and reached out her hand, asking for our water. (P.S. I was screaming internally.) We handed her our bottles so she could pay for them together with her own things.
After that, we waited outside for her to finish checking out. When she came out, she had the person next to her hand the water back to us.
In the end, my friend and I each gave unnie a box of snacks we had brought to thank her. She accepted them personally with a big smile.
Unnie is so wonderful. I'm going to love her for the rest of my life 😭”
#IRENE #아이린 #RedVelvet @RVsmtown
🚨UPDATE kasus dr. Icha.
Kemenkes akhirnya angkat bicara: nakes BOLEH stop layanan jika merasa terintimidasi pasien/keluarganya.
Ada payung hukumnya di UU No.17/2023 Pasal 273.
RS juga diwajibkan untuk buat SOP pengamanan, khususnya di IGD yang paling rawan konflik. 🏥
Menurut kalian ini sudah cukup atau belum? 👀
Di Blokir keponakan, yg di kuliahkan, di Univ swasta mahal di Bdg, dikasi uang bulanan, pas lulus, baru kerja bentar, itupun gaji UMR, tiba2 mau ngelamar anak orang, dikasi tau kerja dulu, kumpulin uang dulu, ortu mu ga kaya, jgn dulu nanggung anak orang, pancegin dulu hidup mu, spy nanti anak2 mu ga miskin lagi, udah aku bantu spy panceg hidup nya, dan memutus rantai kemiskinan. Dan pasangan nya ya sama pas2 an, sekolah SMA, terakhir kabar nya ga kerja, rejeki memang sdh diatur, tapi ahh 🙄🙄🙄
Menanamkan faham ttg realistis menghadapi kehidupan itu, memang ga mudah, padahal masa depan kehidupan kita itu sdh bisa tergambarkan dari langkah2 apa yg kita putuskan di awal2 kehidupan, memang rejeki sdh diatur, tapi ada hal2 krusial yg kadang2 jadi menghalangi melancarkan rejeki itu sendiri, dan ini kdg tdk disadari banyak orang.
Sy kasi motor pas tahun ke 2 apa ke 3 kuliah, untuk memudahkan mobilitas, maksud nya spy pas lulus dan kerja, uang yg dihasilkan di tabung dulu aja, merih dulu, eh baru kerja, gaji blom seberapa, nyicil (kayaknya) i pho*e terbaru, jd hp nya ada 2, ga lama nyicil motor nm*x kta nya, ya ga apa2 sih, cuma kalau buat sy, thats stupid buat managemen keuangan, calon2 masa depan repot, krn blom apa2 udah segala nyicil, akan sulit nabung, dan mengutamakan tersier, ya udah kebaca hidupnya akan gimana.
Jangan disalah fahami sy banyak provide, apalagi untuk kelancaran pendidikan, bukan memanjakan, krn begitu lah sy ke anak sy, dan keponakan2 kan anak sy juga.
Dari awal kuliah sy kasih tau, IPK wajib di atas 3, spy mudah saat melamar pekerjaan, oke itu telaksana, IPK nya 3.8, sy bersyukur, tinggal langkah berikut nya, pekerjaan yg bgs, suami sy punya posisi bagus, jd sy sdh ada plan spy hidup nya enak, sy suruh cari pengalaman kerja 2 tahun ini, sambil sy gerilya cari2 di anak perusahaan, sy rayu2 suami spy carikan, tapi suami sy itu user yg suka wawancara orang yg lolos ke kantor nya, dia selalu menolak, tp ga bilang alasan nya, pokok nya dia berat.
Dan pas suami tau sy di blokir, dia baru jelasin alasan nya " aku udah baca, anak nya agak angkuh, kamu bayangkan kalau aku jd bukain pintu dia kerja dan sukses, ke depan kalau dia lbh sukses di kantor ku, bisa2 kita di injak sampe penyet"...dan saya sedih, sy selalu memperlakukan semua keponakan seperti anak sy, tidak sy bedakan, apalagi di pendidikan, sy mau anak sy dan sepupu2 nya setara dlm pendidikan.
kocak bgt anjir wkwkwk😭😭😭 kata op nya “aku itung hana dul set kamu harus ngomong aku cinta kamu” TAPI PAS ITUNGAN KETIGA WAKTU NYA ABIS WKWKWK mba op nya ngamuk sambil bilang “eh? sarange? sarange yunaa yaa!!! jangan pergi!!! YUNAAAA!!!”😭😭😭
Teddy ini ngomong asal aja, siapa pemberi kerja yg mau naikin gaji dari Rp5,5jt ke Rp7jt cuma karena ngikut program Magang Nasional kalian?
Pemberi kerja naikin usaha itu kalau kas lancar, ada kapasitas keuangan, dan regulasi yang memaksa.
Kalian tiga bagian itu aja ga ngurus.
pesertanya ada 35rb orang, kalo dikali 30jt bisa ampe 1 triliun lebih CUMA BUAT MAEN TENTARA2AN ANJEEEENGGGGGG BUBAR AJA INI NEGARAAAAA WE’RE SO DOOMED
funfactnya adalah dr. Icha sudah melapor sejak 14 Juni. ke Badan Kehormatan DPRD, ke Dinkes TTU dan ke IDI.
semua jalur resmi sudah ditempuh. tapi yang membuat kasus ini akhirnya "bergerak cepat" bukan laporan itu, melainkan "kematiannya"
dinkes TTU memang sudah menyatakan keprihatinan sejak awal. tapi keprihatinan saja tidak menghentikan apa pun. tidak ada tindakan tegas dan konkret yang membuat dr. Icha merasa lebih aman untuk kembali bertugas.
RS Leona baru menemui Bupati untuk minta maaf, setelah dr. Icha meninggal dan kasusnya ramai di media, setelah izin operasionalnya terancam. bukan saat dokternya "masih hidup dan ketakutan" untuk kembali bekerja.
"dimana perlindungan RS terhadap dokternya??"
Golkar baru menugaskan pemanggilan kadernya hari ini. PKB baru berencana tabayun. Semua "akan", dan "baru menugaskan", serta baru "berencana".
kata- kata kerja masa depan, padahal kasusnya sudah berlangsung dua minggu sebelum dr. Icha menghadap yang kuasa.
sungguh miris "kepedulian itu baru muncul" setelah ada yang harus meninggal lebih dulu.
"apakah harus ada nyawa melayang dulu baru peduli?"
Ini pola yang lazim dan sering kita lihat di negeri ini. Institusi bergerak cepat untuk pemulihan citra, tetapi lambat untuk pencegahan.
surat keprihatinan dikirim cepat. izin RS dibekukan cepat. tapi perlindungan nyata, yang seharusnya hadir SEBELUM seseorang putus asa, "datang terlambat."
dr. Icha sudah melakukan semua yang seharusnya. Melapor lewat jalur resmi, mengikuti SOP, mencari pendapat dari yang lebih ahli, berusaha bertahan. sistem yang gagal menjaganya bahkan di tengah ia berusaha menjaga dirinya sendiri. beliau menjadi korban.
RS gagal melindungi karyawannya, dinkes gagal melindungi tenaga kesehatannya, IDI gagal melindungi anggotanya, badan kehormatan DPRD gagal membina anggotanya. MIRIS
"ke 4 hakim yg memvonis saya 10 tahun penjara, tidak ada satupun yg berani melihat langsung ke mata saya"
"saya tau isi hati mereka, mereka tau saya tidak bersalah"
"hanya hakim Andi yg berani mengungkapkan kebenaran dan menyebut saya harus bebas tanpa syarat"
Komisaris BUMN itu bukan PEKERJAAN BERCANDA
Gajinya saja RATUSAN JUTA, ngga bercanda kan??
Yang bercanda adalah REZIM PRA-GIB yang MENUNJUK KOMISARIS DGN KEMAMPUAN DI BAWAH STANDAR BERBEKAL BUKAN KEMAMPUAN TAPI RELAWAN
BERCANDANYA KEBANGETAN ✅️
WAJAR KALAU RAKYAT MARAH 😡‼️
Jujur kangen bgt masa2 koas obgyn pasming deh wkwkwkwk
Hari2 dimana udah ga mikir buat mandi (sampe diwanti2 disuruh mandi sm spesialisnya), ga mikir tidur aurat & komuk kemana2 (ruko nya bareng sm seluruh univ btw), makan rame2 ke kantin, tidur di ramp krn kedinginan di vk 😆