Persaingan yang kamu rasa ada, mungkin saja cuma ada di dalam kepalamu. Orang yang kamu anggap sainganmu, sebenarnya tidak pernah menganggapmu saingannya. Pencapaiannya adalah untuk membahagiakan dirinya sendiri, bukan untuk membuatmu iri. Puncak gunung tidak diciptakan untuk satu orang, bukan berarti semua orang harus menggapainya berbarengan. Bisa saja gantian. Bagus kalau bisa sama-sama hebat, tapi kalau cuma dia yang berhasil, ucapkan selamat
Ciri lainnya yang mudah terdeteksi dari orang haus validasi adalah tabiat membandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan yang dilakukannya pun bervariasi, bisa dari segi prestasi, penampilan, atau kesuksesan.
Seseorang yang haus validasi akan bereaksi keras terhadap segala bentuk kritik, saran, atau masukan yang membangun. Alih-alih menganggapnya sebagai hal baik untuk meningkatkan kualitas diri, orang haus validasi justru menganggap hal ini sebagai ancaman bagi harga diri nya.