Smartfren goblok ah, knp sih gada sinyal Mulu, sia2 dong kuota gw anj, mana ttp kepotong kuota gw padahal sinyal yg gw dapet najis jelek bgt. Dr kemaren gini, gw restart hp, pake mode pesawat trs nyalain kuota lagi ttp aja gbs. Bahkan gw mau buka mysf buat komplen juga gabisa.
Guys, ini salah satu berita yang menurut gue paling mengerikan yang keluar hari ini dan bukan karena dramatis, tapi karena implikasinya sangat nyata terhadap keselamatan jutaan anak Indonesia.
BPOM secara resmi mengakui di depan DPR:
mereka belum pernah melakukan
sampling makanan MBG.
Sama sekali.
Karena tidak ada anggaran.
Mari kita letakkan ini dalam konteks yang benar:
Program MBG sudah berjalan berbulan-bulan.
Sudah menjangkau 27.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Sudah menyerap Rp60 triliun anggaran.
Dan selama itu semua tidak ada satu pun sampel makanan yang diuji oleh BPOM.
Tidak ada verifikasi independen bahwa makanan yang masuk ke mulut anak-anak kita itu aman.
Tidak ada pengujian laboratorium resmi.
Tidak ada audit kualitas dari lembaga yang berwenang.
Dan angkanya membuat gue tidak habis pikir:
MBG: Rp60 triliun sudah terserap.
Hampir Rp1 triliun per hari.
Anggaran BPOM untuk mengawasi program ini yang tersedia saat ini: Rp2,9 miliar.
Bukan Rp2,9 triliun.
Bukan Rp2,9 miliar per bulan.
Total Rp2,9 miliar.
Perbandingannya:
anggaran pengawasan keamanan pangan untuk program yang menelan Rp60 triliun hanya 0,005% dari total anggaran program itu sendiri.
Dan kondisinya lebih buruk dari sekadar kekurangan anggaran:
BPOM sebelumnya sudah mengajukan anggaran Rp196 miliar untuk pengawasan MBG.
Sudah disetujui.
Tapi kemudian ada kewajiban pengembalian dana ke bendahara umum negara artinya dana itu dipotong dan tidak bisa digunakan.
Ada juga dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui Komisi IX DPR tapi sampai hari ini belum bisa dieksekusi karena masih menunggu tahapan administrasi yang entah kapan selesainya.
Jadi BPOM punya anggaran di atas kertas tapi tidak bisa digunakan.
Sementara makanan untuk jutaan anak terus dikirim setiap hari tanpa pengujian.
Dan ini yang paling ironis:
Kepala BPOM Taruna Ikrar bilang mereka sudah melatih 32.000 lebih tenaga ahli untuk mengawasi SPPG.
Tapi tidak ada anggaran untuk mengambil dan menguji satu pun sampel makanan.
Jadi kita punya 32.000 orang terlatih tapi tidak ada alat ukur yang bisa membuktikan bahwa makanan yang mereka awasi itu aman.
Itu seperti punya 32.000 dokter tapi tidak ada satu pun alat diagnosa.
Mereka bisa melihat.
Tapi tidak bisa membuktikan.
Konteks yang membuat ini semakin mengerikan:
Kita sudah tahu bahwa 6.457 orang dilaporkan terdampak keracunan MBG angka yang BGN sendiri laporkan ke DPR.
Belatung ditemukan dalam makanan MBG dan diakui sendiri oleh Hashim Djojohadikusumo.
Kasus keracunan terjadi di Duren Sawit, Bantul, dan berbagai daerah lain.
Dan selama semua itu terjadi lembaga yang seharusnya bertugas memverifikasi keamanan pangan itu tidak pernah melakukan satu pun uji sampel karena tidak ada anggaran.
Yang tidak masuk akal dari seluruh situasi ini:
BGN punya anggaran untuk:
Motor listrik Rp1,2 triliun
Digitalisasi Rp3,1 triliun
Semir sepatu Rp1,25 miliar
Sikat semir Rp272 juta
Tapi BPOM lembaga yang bertugas memastikan makanan itu tidak meracuni anak-anak hanya tersisa Rp2,9 miliar yang bisa digunakan.
Prioritas anggaran ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas tentang apa yang dianggap penting dalam program ini dan apa yang tidak.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu — Selama berbulan-bulan program MBG berjalan tanpa pengawasan sampling BPOM, siapa yang bertanggung jawab memastikan keamanan pangan dari 27.000 SPPG itu?
Dua — Apakah BGN tahu bahwa BPOM tidak bisa melakukan sampling karena tidak ada anggaran? Kalau tahu — kenapa tidak ada tindakan untuk mengalokasikan anggaran yang memadai?
Tiga — Apakah 6.457 korban keracunan itu bisa dicegah kalau sampling BPOM berjalan sejak awal? Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti.
Tapi pertanyaannya sangat valid dan harus ditanyakan.
Empat — Dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui tapi belum bisa dieksekusi apa yang menghalanginya dan siapa yang bertanggung jawab atas kemacetan administrasi itu?
Bottom line:
Indonesia menjalankan program makan gratis terbesar dalam sejarahnya dengan anggaran hampir Rp1 triliun per hari tanpa pengujian keamanan pangan yang independen.
Bukan karena teknologinya tidak ada.
Bukan karena BPOM tidak mau.
Tapi karena anggarannya tidak tersedia sementara di sisi lain uang mengalir untuk motor listrik dan semir sepatu.
Ini bukan kelalaian kecil.
Ini adalah kegagalan sistemik dalam memprioritaskan keselamatan anak-anak di atas kepentingan pengadaan dan administrasi.
Dan yang paling mengejutkan dari semua ini bukan fakta bahwa BPOM tidak punya anggaran.
Yang paling mengejutkan adalah bahwa program senilai Rp60 triliun ini diizinkan untuk terus berjalan hari demi hari tanpa mekanisme pengawasan keamanan pangan yang paling dasar sekalipun.
atau ini bukan program makan bergizi
atau cara menghabiskan anggaran dengan gaya??
Tapi mau gimana lagi, memang hal2 seperti itu sangat memengaruhi kehidupan kita. I just wish aku hidup damai berdampingan dengan alam dan gak perlu mikirin itu, aku harap hidup di utopia (what a silly thoughts, wkwk)
Ini maksudku... Aku bilang gak suka ilmu sosial bukan maksudnya bersosialisasi, tapi karena hal-hal ini... Aku sadar kita sejatinya masih salah satu makhluk hidup yang memijakkan kaki di alam, kenapa semuanya lupa kalo alam itu rumah kita, dan malah mau merusaknya...
Katanya:
Melihat bumi dari Stasiun Ruang Angkasa ISS membuat sadar 1 hal:
Tdk ada garis negara, hanya bola biru rapuh dikelilingi selimut tipis bernama atmosfer.
Ron Garan bilang ini "enormous lie" yg kita hidupi tiap hari.. kita pura2 terpisah, padahal hanya 1 sistem yg lagi sekarat bersama.
Katanya "Overview Effect" katanya bikin >80% astronot langsung ingin menjaga Bumi.
Tapi ya begitu deh.... balik ke Bumi 5 menit saja, orang sdh ribut lagi soal batas, politik, uang.. rapuh bgt ternyata kesadaran manusia.
Dari luar angkasa saja langsung "kita satu", pas mendarat langsung "hmm.. kamu siapa sih?"
Planet ini hanya punya 1 atmosfer tipis itu. Kita manusia.. punya brp banyak alasan buat merusaknya? 🤔🤔
Guys pejabat tinggi kontraterorisme Amerika baru saja mundur.
Namanya Joseph Kent.
Jabatannya top counterterrorism official.
Salah satu orang yang paling tahu soal ancaman keamanan nyata terhadap Amerika.
Dan dia mundur sambil bilang ini secara terbuka.
'Saya tidak bisa dengan hati nurani yang bersih mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman yang nyata dan mendesak terhadap negara kita.'
Berhenti sebetar dan pahami siapa yang ngomong ini.
Ini bukan aktivis perdamaian.
Bukan politisi oposisi.
Bukan akademisi yang belum pernah lihat data intelijen.
Ini orang dalam.
Pejabat kontraterorisme tertinggi.
Orang yang tugasnya setiap hari adalah menilai apakah suatu negara atau kelompok benar-benar mengancam keamanan Amerika atau tidak.
Dan dia bilang Iran tidak memenuhi kriteria itu.
Artinya narasi utama yang Trump pakai untuk memulai perang ini bahwa Iran adalah ancaman mendesak yang harus dihancurkan sekarang ditolak langsung oleh orang yang paling berkompeten untuk menilainya.
Ini bukan bocoran anonim.
Bukan rumor.
Ini pernyataan resmi dari pejabat yang mengundurkan diri secara terbuka sebagai bentuk protes.
Dan ini punya preseden yang berat dalam sejarah Amerika.
Ketika orang dalam mulai mundur sambil bicara biasanya itu bukan awal dari perubahan kebijakan. Tapi sinyal bahwa retakan di dalam sudah terlalu besar untuk disembunyikan.
Perang ini dibangun di atas narasi ancaman yang pejabat kontraterorisme tertingginya sendiri tidak percaya.
Mending atas atau bawah ya... Ada yg main salah satu dr ini gak? Gabisa download dua2nya, aku udh punya infinity nikki soalnya, udh hampir ngap2an hp ini
RAFAH UDAH LENYAP...
😭😭😭
Rafah, yang pembangunannya diawali sejak zaman Fir'aun, kini menjadi puing-puing, menghapus jejak ribuan tahun sejarah...
Rafah, kota yang rata dengan tanah di ujung selatan Gaza, udah dibersihkan secara etnis oleh Israhell di depan mata dunia...
Skala kehancuran di Rafah, terlepas dari setiap peringatan, memperjelas bahwa apa yang udah dilakukan Israhell di Gaza adalah sebuah genosida, sebuah upaya untuk membersihkan warga Palestina secara etnis dari tanah mereka, persis seperti yang mereka lakukan pada tahun 1948...
Penghancuran Rafah yang terus berlanjut harus segera dihentikan, karena hal itu gak hanya mengancam peluang warga Palestina untuk kembali, tetapi juga menyembunyikan kejahatan yang udah dilakukan Israhell laknatullah...
Kita gak tauk berapa banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan, kita mungkin gak akan pernah tauk skala sebenarnya dari apa yang udah dilakukan Israhell di Rafah...
Source : FB Greta Thunberg
Belum selesai Tesso Nilo, PLG SEBANGA, Way Kambas, sekarang Seblat
Gajah dan satwa lainnya sedang diperlakukan tidak adil, rumah mereka direbut, dirampas untuk dijadikan tambang dan kebun sawit giliran mereka masuk ke lingkungan manusia untuk cari makan mereka di usir di anggap hama.
Mereka tidak bisa menuntut keadilan,
Aku hanya berharap hati nurani para pejabat terbuka, kembalikan rumah mereka, agar bumi tetap seimbang.
Demi kita demi anak cucu kita 🙏🏼😭
NEWS 🇸🇩
Perang di Jalur #Gaza telah mencapai level kengerian !!
Sekitar 2.842 warga Palestina dilaporkan menghilang tanpa jejak.
Mereka tidak hanya tewas, namun secara harfiah 'menguap' akibat penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi oleh militer Israel.