Info 🚨
Dugaan Keracunan MBG 2026 :
08/01 di Semarang (75)
09/01 di Grobogan (803)
10/01 di Mojokerto (411)
12/01 di Majene (61)
12/01 di Wonogiri (206)
13/01 di Pekalongan (15)
13/01 di Siak, Riau (21)
17/01 di Lombok Tengah (38)
20/01 di Tulungagung (123)
20/01 di Kulon Progo (104)
21/01 di Magelang (80)
22/01 di Tulungagung (15)
23/01 di Aceh Timur (19)
23/01 di Tulungagung
23/01 di Gunungkidul (57)
26/01 di Tomohon (181)
27/01 di Cianjur (300)
27/01 di Tuban (14)
28/01 di Sukabumi (19)
28/01 di Buol (141)
28/01 di Kudus (600)
29/01 di Manggarai Barat (132)
29/01 di Pinrang (8)
30/01 di Grobogan (8)
30/01 di Muaro Jambi (150)
30/01 di Palembang (4)
02/02 di Surabaya (27)
04/02 di Dharmasraya (183)
05/02 di Jember (112)
05/02 di Ketapang (417)
05/02 di Palangka Raya (16)
05/02 di Singkawang (56)
06/02 di Wonosobo (26)
09/02 di Pati (22)
09/02 di Sidikalang (180)
09/02 di OKI (15)
10/02 di Tulungagung (24)
10/02 di Sidikalang (78)
11/02 di Penajam PU (25)
11/02 di Lombok Utara (30)
11/02 di Singkil (35)
11/02 di Manggarai (173)
11/02 di Malang (7)
13/02 di Bandar Lampung (247)
14/02 di Polewali (16)
14/02 di Ngawi (67)
23/02 di Tegal (3)
24/02 di Tulang Bawang (33)
24/02 di Nias Selatan (60)
25/02 di Cimahi (43)
26/02 di Bireuen (140)
27/02 di Pasie Raja (18)
27/02 di Sukadana (11)
01/03 di Banggai (12)
03/03 di Ngada
03/03 di Timor Tengah Utara (7)
05/03 di Jombang (31)
06/03 di Sukabumi (47)
11/03 di Nabire (7)
12/03 di Pemalang (1)
31/03 di Enrekang (17)
02/04 di Jakarta Timur (72)
04/04 di Bima (27)
07/04 di Kalikotes (81)
07/04 di Nganjuk (3)
08/04 di Bogor (106)
08/04 di Klaten Utara (70)
08/04 di Pundong (19)
08/04 di Tasikmalaya (114)
08/04 di Banten (100)
09/04 di Jambi (3 guru)
09/04 di Mojokerto (79)
09/04 di Pacitan (139)
10/04 di Praya Tengah (11)
13/04 di Jetis, Bantul (80)
15/04 di Anambas (162)
15/04 di Bojonegoro (17)
16/04 di Madiun (18)
16/04 di Cilegon (49)
16/04 di Karawang (46)
17/04 di Cianjur (134)
18/04 di Grobogan (34)
18/04 di Demak (187)
20/04 di Cilegon (9)
20/04 di Bangkalan
21/04 di Rembang (22)
22/04 di Sampang (19)
22/04 di Cilegon (11)
22/04 di Kediri (73)
22/04 di Lampung (172)
23/04 di Jeneponto (20)
23/04 di Bengkulu (8)
23/04 di Kubu Raya (6)
23/04 di Amuntai (61)
24/04 di Lombok Timur (51)
27/04 di Kediri (5)
27/04 di Bandar Lampung (112)
28/04 di Deli Serdang (12)
28/04 di Klaten (584)
29/04 di Cilacap (29)
29/04 di Tangerang (34)
29/04 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04 di Sumba Tengah (100+)
01/05 di Cianjur (37)
04/05 di Belitung (54)
06/05 di Bantul (18)
07/05 di Wonogiri (242)
08/05 di Jakarta Timur (252)
09/05 di Kolaka (11)
11/05 di Surabaya (210)
13/05 di Kupang Barat (28)
18/05 di Temanggung (323)
19/05 di Garut (18)
20/05 di Jambi (8)
20/05 di Jember (22)
20/05 di Serang (71)
21/05 di Gorontalo (23)
21/05 di Sambas (15)
22/05 di Jakarta Barat (116)
29/05 di Majalengka (22)
04/06 di Bengkulu (16)
04/06 di Bangkalan (84)
13/07 di Deli Serdang (35)
14/07 di Jember (29)
20/07 di Blora (19)
21/07 di Wates (150)
21/07 di Malang (35)
22/07 di Tanggamus (8)
23/07 di Pandaan (14)
23/07 di Garut (63)
23/07 di Kediri (211)
24/07 di Pesawaran (33)
24/07 di Air Sugihan (38)
28/07 di Bojongkoneng (39)
28/07 di Kuala Pembuang (156)
28/07 di Tulungagung (103)
29/07 di Solo (105)
30/07 di Lombok Tengah (22)
31/07 di Semarang (707)
03/08 di Sebulu (70)
03/08 di Kulonprogo (178)
03/08 di Prambanan (25)
03/08 di Jepara (123)
04/08 di Dumai
04/08 di Rembang (299)
04/08 di Jayapura (543)
05/08 di Bontang (27)
06/08 di Bogor (29)
07/08 di Magelang (54)
10/08 di Bontang (56)
10/08 di Banyumas (165)
11/08 di Trenggalek (549)
13/08 di Dumai (45)
13/08 di Berastagi (353)
14/08 di Klaten (145)
15/08 di Sukabumi (134)
18/08 di Kampar (157)
20/08 di Banggai Kepulauan (52)
20/08 di Boyolali (122)
01/09 di Sidoarjo (294)
02/09 di Jombang (256)
02/09 di Bener Meriah, Aceh (16)
03/09 di Lasem, Rembang (777)
03/09 di Agam, Sumbar (344)
03/09 di Toraja (152)
08/09 di Sleman (70)
08/09 di Blora (136)
GILA! MIC PRESIDEN DIGESER, ARAHAN DARURAT KARHUTLA DISEROBOT GEMPA NTT! MENTERI ATAU "PRESIDEN DE FACTO"
Bener-bener skandal protokol dan drama kekuasaan paling mencolok yang terekam kamera! Publik dibuat melongo dan geram melihat momen saat Presiden Prabowo Subianto sedang memberikan arahan krusial terkait Bencana Kebakaran Hutan (Karhutla) agar tidak merembet ke Zona Inti IKN... tiba-tiba Mic-nya DIGESER dan arahannya DIPOTONG LANGSUNG oleh Seskab Mayor Teddy!
Prabowo cuma bisa ngangguk-ngangguk pasrah saat omongannya dipotong di forum resmi negara!
Rincian Momen Uncensored & Skandal Hirarki Kekuasaan:
1. Penyensoran/Pengalihan Isu Darurat Karhutla:
Saat bahasan bencana pembakaran hutan Kalimantan yang udah bikin rakyat sesak napas dan mengancam zona inti IKN butuh arahan tegas dan keputusan eksekutif tinggi, bahasan itu MENTAH DAN DIPOTONG Tiba-tiba oleh Seskab Teddy dengan dalih memberikan laporan gempa NTT! Akhirnya? Penanganan Karhutla Kalimantan menguap TANPA KEJELASAN LANJUTAN!
2. Kuasa De Facto Di Atas Presiden:
Dalam etika kepresidenan dan tata kelola tata negara manapun, Seskab adalah pembantu sekretariat, BUKAN ATASAN yang punya wewenang memotong, menggeser alat komunikasi, atau menghentikan narasi pimpinan tertinggi negara di tengah forum resmi! Momen ini bikin publik bertanya-tanya: SIAPA SEBENARNYA YANG MENEGAKKAN KENDALI EKSEKUTIF SAAT INI?!
3. Kalimantan Kembali Di-Anak-Tirikan:
Substansi arahan Karhutla Kalimantan yang sangat dinantikan jutaan warga terdampak asap malah dianggap enteng dan bisa diserobot kapan saja. Ini makin mempertegas bahwasanya nasib bencana di luar pulau Jawa selalu ditempatkan di urutan terbelakang dalam skala prioritas pusat!
Kalo Seskab sudah punya kuasa de facto buat memotong arahan Presiden secara terbuka di depan umum, lantas ke mana marwah kepemimpinan dan kepastian arah kebijakan bencana nasional kita?
Gimana tanggapan kalian ngeliat aksi Seskab Teddy memotong dan menggeser mic Presiden ini? Apakah ini bentuk ketidakdisiplinan protokol atau bukti adanya kekuasaan shadow/de facto?
Baru kali ini ada anak keracunan makanan sampai bisa hilang ingatan . Entah racun apa di dalam makanan MBG itu yg sangat aneh & menyerang anak ini , sampai tidak mengenali teman teman & gurunya .
Anak ini berusia 16 tahun, siswi kelas SMK jurusan multimedia di kabupaten Karo, Sumatra Utara. Dan merupakan anak berprestasi .
Harusnya pemerintah bertanggung jawab terhadap kejadian kejadian seperti ini . Bagaimana pun , MBG ini adalah program pemerintah pusat , jadi gak bisa hanya lepas tangan begitu saja .
PEJABAT INDONESIA GAK BISA KERJA!
Jurnalis independen pemburu bencana dari luar negeri berani masuk mendekati badan Gunung Anak Krakatau.
Lalu jurnalis Indonesia kemana? BNPB kemana? Semua lembaga yang katanya SIAGA BENCANA kemana?
Masa tidak ada satu pun yang berani mendekat, melihat langsung potensi jatuhnya badan gunung itu lagi?
Payah sekali memang berharap pada orang-orang Indo keparat ini. Hanya bisa omong besar, tapi takut kerja kala harus buktikan.
Yang paling mengkhawatirkan adalah wilayah Lampung wak. Di sana badan gunungnya masih utuh, belum jatuh.
Sementara Cilegon mungkin agak lebih aman karena sudah terjadi pendangkalan akibat runtuhan sebelumnya.
Kalau memang tidak berani masuk radius dekat, setidaknya dekati 10–20 km. Terbangkan drone, pantau situasi real-time.
Tapi ya sudah, terlalu mustahil mengharapkan keberanian dari orang-orang yang lebih suka duduk aman sambil menunggu berita dari luar.
Dia tidak pernah tau data Valid
Prab “ kebakaran paling besar Riau “
BNPB “ Kalimantan Barat pak Presiden “
Prab “ ohhh masih Kalbar ( sambil tatap Teddy)
“ selama ini kita tau, si penyaring laporan bagus bagus itu siapa “
WARNING! HUJAN ABU ERUPSI ANAK KRAKATAU SUDAH MASUK SEMARANG, INI BUKAN SOSIALISASI BISA NANTI-NANTI!
Sumpah harus ekstra waspada sekarang! Pergerakan debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terkonfirmasi mulai mengarah dan memasuki area Kota Semarang dan sekitarnya. Ini bukan debu jalanan biasa, tapi partikel silika halus yang sangat tajam dan berbahaya kalau sampai masuk ke saluran pernapasan!
Beberapa warga di lapangan bahkan udah mulai ngerasain dada agak sesak, mata perih, dan lapisan debu yang makin intens nempel di kendaraan serta teras rumah.
LAKUKAN PERSIAPAN MANDIRI DARI SEKARANG :
1. Wajib APD Minimal (Masker & Kacamata): Gunakan masker (minimal N95 atau masker medis berlapis) tiap kali keluar rumah. Pakai kacamata buat pelindung ekstra dari iritasi.
2. Siapkan Tisu Basah & Air Bersih: Gunakan tisu basah untuk mengelap area wajah/mata dan bersihkan permukaan tempat yang sering tersentuh. Jangan diusap kasar pas mata kemasukan debu!
3. Genjot Asupan Air Putih: Banyak minum air putih hangat buat bantu meluruhkan partikel halus yang tersangkut di tenggorokan.
4. Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Kalo gak ada urusan yang bener-bener mendesak, mending stay di dalam rumah. Tutup rapat jendela dan pintu!
5. Amankan Sumber Air & Makanan: Tutup bak penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi materi vulkanik.
Ancaman debu vulkanik itu nyata dan dampaknya cepat banget ngerusak kesehatan paru-paru, terutama buat anak-anak, lansia, dan penderita asma/ISPA.
Warga Semarang yang baca ini, gimana kondisi di tempat kalian sekarang? Ada yang udah ngerasain dampak abu vulkaniknya?
Indonesia’s current situation:
- Karhutla Kalimantan, Riau, Jambi, Bromo, Boyolali, Klaten, area Kawah Ijen, Papua Barat, Sulawesi, Sumatera, NTB, Jawa, Bali, Maluku
- Dampak asap lintas negara (Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina)
- Siaga III Gunung Anak krakatau
- Siaga III Gunung Sinabung
- Siaga III Gunung Semeru
- Siaga III Gunung Lewotobi, Lewotolok, NTT
- Erupsi Gunung Ibu, Maluku
- Keracunan MBG
PRAY FOR INDONESIA AND STAY SAFE EVERYONE
📌 PRAY FOR INDONESIA
🌋 Enam Gunung Api Erupsi Serentak
Indonesia dikepung aktivitas vulkanik hari ini:
▪️ Anak Krakatau: Hujan batu dan abu mengganggu penerbangan.
▪️ Semeru: Erupsi, kolom abu mencapai 1.000 meter.
▪️ Sinabung: Status Siaga, awan panas 3.500 meter.
▪️ Gn. Ibu: Erupsi, asap pekat 600 meter.
▪️ Ili Lewotolok: Abu mencapai 600 meter.
▪️ Lewotobi Laki-laki: Erupsi disertai guguran lava pijar.
Namanya ‘Louice cristina Mangontan’ pemilik dapur SPPG, manusia yg tdk punya hati, tdk punya empati, tdk mau disalahkan, siswa keracunan. SPPGnya mengirim makanan Basi, yg disalahkan justru para siswa, "Kalau sudah tau bau, kenapa masih dimakan"