Bola Jabulani di Piala Dunia 2010 banyak dapet kritikan ya?
Tapi gol-golnya banyak yang berkelas. Gol Keisuke Honda waktu Jepang vs Denmark ini buktinya 😍 nendangnya kaya effortless
Gol sapa lagi yang berkelas menurut klen?
@TheWCjournal
Ronaldo spots Moutinho hiding from the penalty… drags him out and says “ João, you hit them better! If we lose, so be it.”
Moutinho steps up and scores.
That’s why he’s the GOAT captain and a Born Leader 🇵🇹 🐐
Kaká buka-bukaan soal masa-masanya di Real Madrid.
“Aku datang dari Milan sebagai pemain terbaik di dunia, tapi sekarang kalau googling signing terburuk Madrid, namaku langsung muncul bareng Hazard. Masalah utamaku di sana cedera berat plus keputusan Mourinho, dia lebih pilih Özil, Di María, Benzema, Cristiano. Kami semua berebut cuma dua spot di starting eleven.”
Tapi meski begitu, Kaká tetap classy: “Aku sadar aku bukan yang terbaik di dunia, juga bukan yang terburuk. Aku cuma anak Tuhan yang dikasihi-Nya di setiap situasi.”
Gak ada rasa pahit, cuma syukur dan pelajaran hidup. 🥰
Champions League Match Classic.
Tertinggal aggregat 2-3 dari Man United.
Milan berhasil membalikan keaadan dengan menang 3-0 di San Siro.
Kaka, Seedorf dan Gilardino bikin gol ditengah guyuran hujan.
Ada yang udah nonton pertandingan ini dulu?
🗣️Kaká mengenang masa sulitnya di Real Madrid. 🥺🥺🥺
Ferdinand: Bagaimana kamu merefleksikan masa kamu di Real Madrid?
Kaká: Aku datang dari Milan untuk menjadi pemain terbaik dunia, untuk bermain di Real Madrid dan kalau kamu Google sekarang "transfer terburuk Real Madrid", aku akan jadi yang pertama, bareng Hazard. Jadi kamu lihat, kalau kamu Google itu, kamu akan lihat.
Ferdinand: Kamu terlalu keras pada dirimu sendiri.
Kaká: Masalahku di Madrid pertama karena cedera, dan kedua karena pilihan pelatih. Mourinho. Dia lebih memilih pemain lain dan itu sangat bagus, karena pemain yang bisa kusebutkan itu pemain luar biasa. Özil, Di María, Benzema, Cristiano... dan aku. Pemain-pemain itu berebut 1-2 tempat di tim. Jadi sebagian besar waktu dia memilih pemain lain.
Masa itu sangat penting buatku karena aku mencoba melakukan segala yang kubisa untuk menunjukkan padanya bahwa aku bisa dapat waktu bermain lebih banyak, lebih konsisten. Di saat yang sama, aku punya masalah pribadi dengan identitas. Siapa aku ini? Aku pemain terbaik dunia atau aku salah satu transfer terburuk Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir?
Dan di masa itu iman sangat penting bagiku juga, karena aku benar-benar sadar bahwa aku bukan pemain terbaik di dunia dan aku bukan transfer terburuk Real Madrid. Tuhan mengasihiku di setiap situasi, di setiap momen.
Kalau aku tampil sangat bagus di Milan, itu sangat bagus. Itu hanya periode hidupku di mana aku bisa tampil baik dan Tuhan memberkatiku di sini. Dan di sini, kalau aku tidak bisa tampil sebaik-baiknya, bahkan kalau aku melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan di sana, aku tidak bisa tampil, aku tidak bisa mengontrol hasilnya. Apa pun yang terjadi, Tuhan tetap bersamaku di situasi itu juga dan aku bersyukur bisa di sini juga.
Setiap kali mereka melihatku, mereka bilang, "Lihat, klub ini milikmu, senang kamu ada di sini."
Hari saat aku pergi dari Madrid, Florentino meneleponku. Aku ke kantornya dan dia bilang, "Lihat, tentu kami tidak dapat hasil yang diinginkan semua orang, tapi kami sangat senang kamu bermain untuk kami. Kamu selalu sangat jujur, profesional, integritasmu luar biasa. Kamu tidak pernah bicara buruk tentang klub, atau pelatih, atau apa pun di sini."
Kalau aku bahagia dengan diriku hari ini, itu karena aku pernah mengalami masa itu.
gw tunggu udah sehari berlalu rupanya @acmilan memang gak niat untuk posting ON THIS DAY (22 Mei 2022) saat kita memenangkan salah satu Scudetto paling indah dan memorable. kami gak akan lupa momen itu dan orang-orang yang berkontribusi penting di dalamnya.
Moment haru Antoine Griezmann dan keluarganya di depan ribuan Fans Atletico di Std. Metroplitano dalam acara spesial perpisahannya dgn Atletico Madrid.
Pernah pindah Barca
Kembali ke Atletico
Menyesal & minta maaf pindah
Dibuatkan acara perpisahan
Legend
DEJAN 'IL GENIO' SAVICEVIC vs Barcelona, final Champions League 1994.
"sang jenius santai yang memainkan permainan dengan ritmenya sendiri dan, dalam waktu yang lama, tampak seperti hidup di dunianya sendiri."
-Gabriele Marcotti