Gue slalu percaya kalo one day bakalan sukses & bisa ngejalanin hidup ideal yg udah gue idam-idamkan di kepala selama ini. It’s just a matter of time ❤️
gue punya staff baru, belum ada 1 bulan tapi anaknya itu suka banget mastiin segala hal sejelas-jelasnya. kalau gue minta tlg via tlp, dia langsung note di roomchat biar dia gak lupa katanya (jujur itu membantu gue kontrol jg). kalau ada chat yang gue kelewat bales, dia sering ngingetin.
Padahal ini bocah fresh graduate loh dan minim banget pengalaman, IPKnya jg kurang tapi alasannya dulu sering bolos krn urus mamanya yg sakit. pas waktu interiew juga agak malu-malu tapi ketika mulai kerja, kinerjanya oke banget.
aduh gue demen banget lagi orang yang inisiatif kayak gini. kalau gak tau itu nanya, bukan malah diem dan nunggu ditanya.
akan ku bantu anak ini supaya bisa lolos probation 💪
setiap kali diperlakukan buruk, aku selalu ingat gak semua orang dididik dan dicintai dengan cara yang sama. Ada yang tumbuh tanpa kasih sayang, ada yang datang dari keluarga yang berantakan, dan ada juga yang gak pernah di ajarin cara memperlakukan orang dengan baik.
Bukan buat dibenarkan, tapi biar kita ngerti juga, gak semua orang punya "bekal" yang sama. Kalau kita dibesarkan dengan penuh cinta, tugas kitalah membawa kebaikan kepada mereka, karena mungkin kita jadi satu-satunya bukti kalau kebaikan itu masih ada.
dr @tirta_cipeng : “usaha dulu atau tawakkal dulu?”
aldi taher : “tawakkal dulu, baru dagang”
dr tirta : “rugi tetep bersyukur, untung tetep…?”
aldi : “rugi itu di neraka bang. jadi kalo org usaha/dagang, tiba tiba dia rugi, itu bukan rugi. tapi emg rezekinya segitu. syukuri”
dr tirta : 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
padahal udah sering denger ceramah ustadz soal rezeki
tapi entah kenapa, kata kata aldi taher yg kali ini ngena bgt ke hati gue dan berhasil bener bener ngubah perspektif gue soal rezeki wkwkwk 😹
Ada 1 orang di tim yang kerjanya sebenarnya bagus, tapi lama banget ga dilirik. Output-nya rapi, jarang salah, dan selalu on time.
Tapi anehnya, dia jarang banget dilibatkan di hal-hal penting.
Sampai akhirnya dia ubah satu hal kecil: cara dia communicate kerjaannya.
Dia mulai update progress, tapi bukan sekadar “udah selesai”. Dia jelasin apa yang dia kerjain, kenapa itu penting, dan impact-nya ke tim atau project.
Misalnya, bukan cuma bilang “dashboard sudah diupdate”, tapi dia tambahin, “ada perubahan di metric A, kemungkinan karena X, dan ini bisa impact ke decision Y.”
Langsung beda.
Orang yang baca jadi ngerti value dari kerjaannya tanpa harus buka file dulu.
Di meeting juga dia mulai lebih aktif, tapi bukan asal ngomong. Dia cuma speak up kalau ada yang bisa dia tambahin, biasanya dalam bentuk clarity atau next step.
Lama-lama orang mulai notice.
Bukan karena dia jadi lebih “noisy”, tapi karena kerjaannya jadi lebih kelihatan relevan.
Dari situ gue belajar, bikin kerjaan lo visible itu bukan berarti lo harus pamer atau overclaim.
Cukup pastiin orang lain ngerti:
lo ngerjain apa, kenapa itu penting, dan impact-nya ke mereka.
Kalau itu jelas, visibility lo naik dengan sendirinya.
Dan yang paling penting, lo tetap keliatan profesional, bukan cari perhatian.
Sejak kecil saya suka menggambar. Saking sukanya, ketika lulus SMK nekat ikut UMFSRD ITB. Tentu saja tidak diterima.
Sejak saat itu saya berhenti menggambar. Lebih tepatnya takut menggambar. Hal yang tadinya saya sukai menjadi momok menakutkan, simbol dari kegagalan.
Hingga 17 tahun kemudian, pada tahun 2019, saya menghadapi rasa takut itu. Belajar menggambar dari nol, bukan untuk ujian melainkan untuk bersenang-senang. Berusaha berdamai dengan masa lalu dan hantu-hantu yang mengganggu.
Setiap orang pernah gagal dan itu tidak apa-apa. 🔥
@bopo_jodhipati Kadang kita cuma iseng bilang, “kayaknya kamu cocok jadi dokter.”
Tapi buat mereka, itu jadi arah.
Dari catatan yang rapi → mimpi yang kejaga → akhirnya tembus Kedokteran UI.
Guru boleh lupa satu kalimat kecil. Tapi
Si Murid bisa bawa itu seumur hidup.
Pendidikan tinggi memberikan seseorang previelege. Jika ia bukan anak dari rang kaya-raya atau pejabat, maka pendidikanlah jalan satu-satunya yang akan mengangkat martabatnya. Kuliah tak hanya mengembangkan kemampuan berpikir dan kompetensinya, tapi juga membangun koneksinya.
ternyata bener ya, hidup ini jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, ga semua hal perlu kita perhatikan, not everything deserve our energy. ada hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat, dibalas, ataupun dibahas.
Menurutku, orang-orang yang nggak punya circle pertemanan khusus, sering ke mana-mana sendirian, tapi tetap hangat dan nyambung di berbagai lingkungan, biasanya adalah orang yang hidupnya sudah secure.
Mereka nggak tergantung pada satu geng atau kelompok buat merasa cukup. Bisa makan sendiri, nonton sendiri, jalan sendiri tanpa merasa rendah diri. Tapi tetap ramah, tetap terbuka, dan tetap bisa bergaul dengan siapa saja tanpa kehilangan diri sendiri.
me as a manager.
senang banget bisa liat dua orang tim saya bertumbuh melawan stigma org2 di kantor. mereka berdua ini suka dibilang males & ga punya inisiatif. ternyata setelah saya pegang, mereka cuma ga tau arah kerjaan mereka kemana. ga ada project yg bs mereka banggain krn dinilai apa yg mereka lakukan cuma support teknis.
my next step was bringing a big project and let both led the execution. it was a success dan saya bawa nama mereka berdua ke meeting2 leadership.
tugas manager tuh gak cuma ngasi kerjaan. tugas manager jg mastiin kerja keras timnya kedengeran sampe ke atas. speak good things about them both when they were in the room and when they were not.
Respect besar buat orang-orang yang kalau kita gak tau sesuatu, dia ngajarin dengan sabar dan ngasih tau baik-baik tanpa kalimat merendahkan kayak, “masa gitu doang gak tau.”
don’t say “bisa ga ya aku?”
But say “Ya Allah, tolong tuntun aku, berikan aku kemudahan, kelancaran, dan rasa percaya diri biar semua ini biar bisa jadi nyata.”