AFI FARMA TERBUKTI BERSALAH MERACUNI ANAK INDONESIA. DIVONIS 2 TAHUN PENJARA.
Mereka memproduksi racun. Kejahatan mereka telah sebabkan ratusan anak tak berdosa kehilangan nyawa dan masa depan. Ratusan.
Perbuatan sekeji itu hanya dibayar dg 2 tahun penjara. Keren sekali hukum kita ya.
Pak hakim, tolong ajari saya cara berbuat jahat tapi tetap divonis ringan.
Cc @mazzini_gsp@otonqkoil
@calomagang Diantar sama Bang @tegarputuhena dari Malang (Landungsari) ke Jombang buat Naik Bis Sumber Kencono Ke Jogja demi ujian masuk kampus.. ๐๐
@mazzini_gsp Segini harga nyawa dan masa depan anak" korban keracunan obat. Afi farma produksi obat beracun, BPOM ijinkan racun" itu beredar lalu kemenkes mau bereskan tragedi ini dg angka. 326 itu bukan angka, itu nyawa anak Indonesia yg berharga.
@mazzini_gsp Dari setahun lalu negara janjikan santunan. Baru" ini mensos bilang setuju kasih santunan (setelah setahun). Nominalnya 50jt per nyawa. Emang boleh semurah itu harga nyawa anak" kita?
@IDNTimes Ada yg kurang tepat dari pernyataan ini. 122 orang sembuh? Tolong beri kami apa definisi sembuh. Apakah dg ginjal berfungsi normal namun ada kerusakan otak permanen boleh dinyatakan sembuh? Apakah hidup berbalut selang dan bernafas lewat lubang tenggorokan layak dibilang sembuh?
@IDNTimes Kalo mau kasih, ya kasih aja bu. Jangan kebanyakan pengumuman. Janji santunan utk para korban itu sudah sejak November 2022. Sudah setahun, dan masih berbentuk janji. Hehe
@mazzini_gsp@BPOM_RI Menurut hakim, PT AFIFARMA bukan satu"nya aktor. Disamping distributor, @BPOM_RI diduga kuat terlibat. Obat beracun itu beredar atas andil BPOM. Pak @ListyoSigitP mohon ijin. Bukankah hal ini sudah cukup jadi alasan polisi membuka investigasi baru utk mengejar keterlibatan BPOM?
@mazzini_gsp@BPOM_RI Fakta persidangan: @BPOM_RI mengetahui dan mengijinkan PT AFIFARMA mengupload dokumen pengajuan ijin edar berdasarkan standar yg sudah usang. Confirmed, tidak ada pengecekan kadar racun EG/DEG. Anak2 indonesia mati karna ini.
@mazzini_gsp@BPOM_RI BPOM masih punya hutang pada para korban obat beracun. Kepala yg baru (baca: Plt) semoga lebih punya empati dan memandang para korban sebagai manusia...