Lionel Messi lama sekali dicap sebagai anomali cacat dlm urusan kepemimpinan tim sepak bola.
Publik Buenos Aires dan Rosario melihatnya sebagai pria Catalan yang dingin, tertutup, canggung di hadapan media. Seorang pendiam yg sangat individualis.
Ketika Argentina kalah dalam tiga final beruntun yakni Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan Copa America 2016, kritik yang dialamatkan kepada Messi selalu sama.
Messi tidak memiliki karakter pemimpin. Ia terlalu rapuh untuk memikul beban mental sebuah bangsa.
Messi dituding memimpin hanya karena kakinya memiliki kejeniusan, bukan karena ia memiliki wibawa seorang jenderal yang mampu membakar semangat pasukannya.
Namun, sejak dinamika Copa America 2021, semua asumsi-asumsi kepada model kepemimpinan Messi menjadi patah.
Tulisan panjang saya tentang kombinasi gaya quiet leadership dan servant leadership dari Messi yg membantu Argentina mampu memenangkan segalanya..
https://t.co/A6sDVsrL40
๐จ WELCOME NEW AFC PRO LICENSE COACH ๐จ
PSSI baru saja usai menggelar kursus kepelatihan lisensi AFC Pro modul pertama pada Kamis (11/6) hingga Senin (15/6) lalu.
Nantinya selama kursus ini akan ada delapan modul yang harus diselesaikan.
Total 17 peserta/pelatih yang mengikuti kursus AFC Pro License edisi ini yang 3 diantaranya merupakan pelatih asing.
Lisensi kepelatihan AFC Pro merupakan strata tertinggi seorang pelatih sepakbola di Asia yang juga jadi sekaligua jadi syarat utama pelatih kepala di kasta tertinggi Liga domestik (๐ฎ๐ฉISL).
Semangat untuk semua coach yang turut serta โ๐๐ฎ๐ฉ
๐จ OFFICIAL ๐จ
PERSIJA resmi umumkan pelatih asal Korea Selatan, ๐ฐ๐ทTae-yong Shin sebagai nakhoda anyar tim untuk mengarungi ๐ฎ๐ฉISL musim 2026/27.
STY sapaan akrabnya sebelumnya menangani klub lokal, ๐ฐ๐ทUlsan HD (1st tier) pada musim 2025 lalu.
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut dikabarkan bakal membawa gerbong kepelatihan pilihannya sendiri.
Era baru Macan Kemayoran ๐ด๐ฏ๐ฐ๐ท
Mathew Baker. Pemain potensial. Selain untuk "mengamankan" dari "pembajakan" Timnas Australia, secara kualitas & kedewasaan bermain juga memang layak untuk diberi debut di Timnas Senior ๐
๐จ OFFICIAL ๐จ
Berikut hasil undian Fase Grup ASEAN Club Championship musim 2026/27
โข Single match kandang-tandang (6 pertandingan)
ASEAN Club Championship (ACC) merupakan turnamen antar klub sub-regional Asia Tenggara yang sifatnya Non-Resmi alias hasilnya tidak mempengaruhi koefisien Liga di klasemen AFC Competition Rankings.
Bandung: pawai Persib dikomplain bikin macet. Budapest jelang final UCL:
โ flare
โ baku hantam
โ penangkapan
Mudah-mudahan ITB cabang Budapest teu aya nu nyieun kajian dadakan ngeunaan dampak keramaian. ๐ญ & komplain gofood bucharest lila ๐
๐จ๐ PESUT ETAM CUCI GUDANG?!
Usai berakhirnya gelaran ๐ฎ๐ฉISL musim 2025/26 dan mereka finish sebagai Runner Up, BORNEO dikabarkan bakal kehilangan beberapa atau mungkin banyak nama penting yang membawa mereka menggapai pencapaian itu.
โข Pelatih Kepala, ๐ง๐ทFabio Lefundes dikabarkan namanya masuk dalam target utama MALUT UNITED sebagai nakhoda anyar.
โข Selain pelatih kepala, nama gelandang asal Jepang, ๐ฏ๐ตKei Hirose (30/MF) dan pemain lokal yang sudah lama membela tim, yakni ๐ฎ๐ฉSihran Amarullah (27/MF) juga diisukan bakal mengikuti jejak Fabio Lefundes.
โข Nama bek asing, ๐ง๐ฎChristophe Nduwarugira (31) dikabarkan juga bakal hengkang.
Nduwarugira dikabarkan bakal gabung klub promosi ๐ฎ๐ฉISL musim 2026/27, yakni PSS.
Apabila terealisasi, bek timnas Burundi tersebut bakal kembali reuni dengan ๐ณ๐ฑPieter Huistra yang merupakan nakhoda tim berjuluk Elang Jawa tersebut.
Seluruh akar rumput kota Bandung selalu berjuang bersama Dago Elos yang dimana letaknya tidak jauh dari ITB, lantas dimana kelas "ekslusif" di moment krusial itu ? Mahasiswa kan ya? Call your dad baby ๐
Cara Bandung Mewariskan Persib
Persib resmi menjuarai liga untuk ketiga kali secara beruntun sekaligus menjadi gelar liga kelima dalam sejarah Persib. Sebuah pencapaian yang membuat Bandung kembali tenggelam dalam lautan biru.
Namun video yang saya unggah ini sebenarnya bukan hanya tentang pesta juara.
Video ini adalah tangkapan kecil tentang bagaimana, dalam satu hari, kota Bandung sedang bekerja mewariskan kebesaran Persib.
Bagi banyak kota, klub sepakbola hanyalah hiburan akhir pekan. Datang ke stadion, menonton pertandingan, lalu pulang. Namun di Bandung, Persib Bandung tidak pernah sesederhana itu. Persib hidup sebagai identitas, sebagai cerita keluarga, sebagai sesuatu yang diwariskan bahkan sebelum seorang anak benar-benar memahami apa arti sepak bola.
Dan malam ini, warisan itu kembali dirayakan.
Di setiap sudut jalan, terlihat orang tua yang membawa anak-anak mereka ikut merayakan. Ada yang digendong di pundak. Ada yang berdiri diapit ayah-ibunya di atas motor dengan jersey yang agak kebesaran. Ada yang tertidur di pelukan ibunya di tengah suara klakson, flare, petasan, kembang api, dan nyanyian bobotoh yang tidak berhenti sejak sore.
Ada juga orang tua yang sejak siang sudah mengajak anaknya nobar di pinggir jalan, di warung, di layar besar kota, atau datang langsung ke stadion. Membiarkan mereka menikmati atmosfer sejak matahari masih tepat di atas kepala hingga akhirnya tenggelam bersama pesta kemenangan Persib.
Bahkan banyak orang tua yang rela berdiri atau duduk berjam-jam di pinggir jalan bersama anak-anak mereka hanya untuk menikmati suasana. Menunggu rombongan konvoi lewat. Menikmati euforia kota. Membiarkan anak mereka melihat sendiri seperti apa rasanya Bandung ketika Persib juara.
Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar tidak masuk akal. Anak kecil berada di luar rumah hingga larut malam. Jalanan penuh asap dan keramaian. Banyak risiko. Membahayakan.
Namun bagi banyak keluarga di Bandung, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar perayaan malam itu.
Ini tentang warisan. Tentang bagaimana kecintaan terhadap Persib tidak diajarkan lewat kata-kata, melainkan lewat pengalaman. Lewat suasana. Lewat memori.
Anak usia tiga atau empat tahun mungkin belum benar-benar mengerti apa arti juara. Mereka mungkin hanya bengong melihat lautan manusia berpakaian biru. Mereka mungkin hanya melamun saat ayah-ibunya berada dalam situasi tegang menunggu hasil akhir. Bahkan mungkin mereka tidak akan mengingat detail malam ini ketika dewasa nanti.
Namun memori tidak selalu bekerja lewat logika.
Ada hal-hal yang diam-diam tinggal di dalam diri seseorang. Bau asap flare. Suara ribuan orang bernyanyi bersama. Wajah ayahnya yang begitu bahagia di malam Persib mencetak sejarah. Jalanan Bandung yang terasa hidup sampai dini hari. Dan mungkin juga momen ketika dirinya duduk kecil di pinggir jalan bersama keluarganya, menunggu konvoi lewat selama berjam-jam.
Semua itu perlahan berubah menjadi core memory.
Dan tanpa disadari, di momen-momen seperti inilah Persib diwariskan.
Bukan lewat teori. Bukan lewat paksaan. Tapi lewat rasa memiliki yang tumbuh perlahan sejak kecil.
Lalu suatu hari nanti, anak kecil yang malam ini hanya duduk diam di atas motor saat konvoi three-peat Persib, akan tumbuh dewasa. Dan mungkin, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya kelak.
Karena di Bandung, mendukung Persib bukan sekadar kebiasaan menonton sepakbola. Ia diwariskan.
Dari jalanan ke jalanan berikutnya. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dan pada 23 Mei 2026, sekali lagi, Persib sedang mencetak generasi-generasi baru yang akan terus mencintainya tak lekang oleh waktu.
BANDUNG. HISTORICAL MOMENT. TIGA GELAR JUARA BERUNTUN. TIGA MUSIM, SATU NAMA, ABADI DALAM SEJARAH, PERSIB BANDUNG! โญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธ
SEGALA PUJI KEPADA TUHAN SEMESTA ALAM! BARUDAAAAAAAKSSSSSS ๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐ฅน๐๐๐๐๐๐๐๐๐
#BandungFootball#BFCOM#Persib#Bobotoh#PersibDay