Prabowo ke Korban Gempa di Nagekeo, NTT:
Saya dapat laporan dari Bapak Bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo itu merasakan manfaat dari MBG, apa benar itu? Mau diteruskan atau tidak?
temanan sama orang pembahasan nya cowo terus tuh ternyata nguras energi bjir 😭🤚 di dunia ini masih banyak yang harus di bahas pls, ga selalu tentang cowo 😣
as much as i hate suami yg maksa istri hb padahal istri udah nolak, i also hate this kind of action. menurutku meskipun sudah sah, apapun gendernya, consent itu tetap dibutuhin. soalnya jadinya rape kalo tanpa consent.
YA TUHAN JADIKANLAH HAMBAMU BISA KETERIMA DI TEMPAT KERJA YANG GREENFLAG DALAM WAKTU DEKAT, JAM KERJA 9-5, CUTI GA DIPERSULIT, SABTU MINGGU LIBUR, GAJI GEDE, KERJAAN SESUAI PASSION, DEKET RUMAH, DAN DAPET ATASAN DAN REKAN YANG BAIK, AMIN.
in my opinion, anak merantau pulang isnt about hemat uang aja. tapi its about recharging your energy with your loved ones dirumah, taken care by mama, hanging around things yang sudah familiar & termasuk comfort zone. jadi aku suka pulang ke rumah karena that familiarity 🤍
aku masuk lagi ke Karang taruna buat belajar bermasyarakat yang real, ternyata emg bener tingkat pendidikan sama status sosial ekonomi tu ngaruh sama pola pikir anjir
Yes, those photos you’ve seen are real.
More than 18 years ago, a baby named Lamine Yamal and his mom Sheila met Lionel Messi at a UNICEF fundraising photoshoot.
Today, their achievements on the pitch inspire millions. Off the pitch, both Messi and Lamine Yamal use their voices and platforms as UNICEF Goodwill Ambassadors to support and advocate for children around the world.
The goal? That every child survives, thrives, and fulfils their potential.
We are proud to have them on our team.
Credit: Joan Monfort
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.