Kenetralan akademisi itu oxymoron.
Semua dari kita berpihak. Some said it out loud. Some said it quietly. Some pretend that they don’t have any even though they absolutely do.
Cuplikan keterangan ahli saya di Mahkamah Konstitusi dalam judicial review UU Guru dan Dosen, utamanya dalam pasal tentang penghasilan dosen.
JR ini adalah salah satu upaya advokasi yg dilakukan Serikat @pekerjakampus untuk memperjuangkan kesejahteraan dosen yg lebih baik ✊
Laughter is anti-inflammatory. Crying is regulating. Hugging is immunoprotective. Singing is vagal toning. Dancing is neurogenic.
Joy is a biological necessity.
Na clínica psicanalítica, não existe um "manual de patologias" que dita quem o sujeito deve ser. Não se busca enquadrar o analisando em um padrão estatístico de normalidade ou em uma meta de produtividade.
A psicanálise é a única que olha no seu olho e diz que você é incompleto, você foi traumatizado pela linguagem, seus pais falharam com você, porque são humanos e também os pais deles também falharam com eles, e você vai carregar uma falta até o dia do seu funeral. Em vez de tentar tapar esse buraco com consumo, aplauso em rede social ou positividade tóxica, a psicanálise te ensina a suportar o vazio. E só quem suporta o vazio para de ser um eterno bebê chorão e se torna um adulto de verdade.
This.
Dokter Indonesia doyan banget share cerita ttg pasien di medsos, caper dan haus engagement. Biar ga sebut nama tetap ga etis. Belum lagi yg dengan bangganya bersikap prejudice, diskriminatif, dan jadi polisi moral.
WTF is wrong with you. Dididik gimana di kampus?
untuk jadi individu yang menggunakan aspek kognisinya secara utuh, untuk berkontribusi ke lingkusan (sosial) scr utuh, penting bgt punya metakognisi tadi. apalagi mereka profesi rumpun kesehatan manusia (ada aspek sosial jg), bahayanya kalo bertemu nakes gaada metakognisinya 😬🫨
kemampuan berpikir objektif itu perlu kapasitas mumpuni dalam meta-level thinking atau disebut metakognisi (salah satunya kemampuan filtering out irrelevant subjective exp to make inferences).
ya para oknum dokter dibawah ini mungkin kognisi-nya "pinter", tapi
Walau gw ga setuju sama LGBTQ, dokter itu seharusnya bersikap objektif dan ketika berbicara sebagai dokter landasannya Jurnal, Textbook atau Riset. Tanya aja ke mereka tentang DSM V, dan kalo jawabannya "menurut agama saya...." ya artinya ga layak jadi dokter, mending jadi ustad