Ini keren banget dikutip dari BBC UK
Anak-anak perempuan yang menerima vaksin HPV (human papillomavirus) pada usia 12–13 tahun kini memiliki risiko yang hampir nol untuk meninggal akibat kanker serviks sebelum usia 30 tahun, menurut hasil penelitian terbaru yang sangat penting.
Studi pertama dari jenisnya ini menunjukkan bahwa angka kematian akibat kanker serviks telah menurun secara drastis sejak vaksin HPV mulai ditawarkan kepada siswi sekolah pada tahun 2008. Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 200 nyawa telah berhasil diselamatkan di Inggris berkat program vaksinasi tersebut
@treyaieden@masfajuang Kalo bisa milih, mending gak akan pilih hal ini sebagai ujian. Apalagi tinggal di Indonesia hahaha. We were born in the wrong country
Jujur, yang bikin kamu jadi ODHIV mungkin memang sebuah keputusan yang kamu sesali. Tapi itu nggak pernah mengurangi nilai dirimu sebagai manusia.
Dan satu hal yang aku pelajari setelah jadi ODHIV: status ini bukan alasan untuk membiarkan orang memperlakukan kita seenaknya.
Gua simply ngomong gua bisa akur sama muslim liberal karena mereka tahu batasan.
Ga mau akur sama muslim konservatif radikal karena mostly ga mau menghargai orang lain, maksain ajaran agama mereka ke orang lain, menghina kepercayaan lain.
Merasa yang paling benar, padahal semua agama itu sama, cuma kepercayaan.
Ga cuma muslim, banyak theist kek gini, gua di jepang sini aja sering pintu digedor diajak masuk kultus agama, dah nolak masih dateng lagi, capeeekkk dah.
Terus lu ngamok ga terima, berarti lu kek gitu dong? bangga jadi intoleran dan diskriminatif? Apakah menginjak-injak hak dasar manusia lain menyenangkan?
Kog kelakuanmu lebih mirip setan daripada orang beragama?
Mereka menganggap bahwa jadi queer adalah sebuah pilihan. Mereka nggak tau, strugglenya jadi queer, feels like born 'different'. Seandainya seksualitas adalah pilihan, maka nggak akan ada queer.
At least ada 3 insight yg kudapat dari beliau.
Pertama, ARV bikin viral load undetect & CD4 naik, tapi ga melindungi dari IMS lain (sifilis, HPV, hepatitis, dll). ODHIV jg lebih rentan komplikasi karena immune recovery ga pernah 100% sempurna plus inflamasi kronis.
izin stich ya kak
utk yg takut tes vct. skrng udh gada alasan ya. prep dan arv sudah ditanggung pemerintah. biaya yg kalian keluarkan hanya utk registrasi di kliniknya aja. manfaatkan vct free utk lbh yakin.
kedua apapun statusnya klo pos, kalian pasti dapet ARV dan 6 bulan pertama akan mendapatkan pemantauan ketat utk tes lanjutan. dan yg non reaktif, kalian direkomendasikan utk akses prep jika memang kalian masuk ke golongan rawan resiko tinggi. pastinya juga dalam pemantauan ketat
yg udh sering kutemui. kawan2 odhiv dari berbagai lini sudah membuktikan bahwa mereka sehat secara badan dan kondisinya sangat baik krn kesehatan aja mereka pantau. jd kalo ada yg bilang ODHIV itu kurus, kering, tinggal tulang. salah yaa
komunitas udh banyak membuktikan. banyak ODHIV juga yg sehat berkutat jd influencer diolahraga dan jadi ahli kek jadi pelari, atlet binaraga, atlet renang, bahkan ada yg jadi penasehat hukum.
Keseharian orang LBGTQ+:
Bangun
Macet2an
Kerja
Mikir cicilan
Makan
Ngomelin pemerintah
Main game
Tidur
Keseharian orang homofobik:
Bangun
Bikin akun homofob
Makan
Mikirin anal sex gay
Ngomelin para gay
Mikirin skenario seks gay
Main game
Ngarang skenario seks gay
Tidur
@namasayalaut Orang mgkin lupa atau nggak tau dengan atlet basket Magic Johnson yang juga tahun 1990an dia kena HIV (gak disebutkan jg kena darimana) tapi ternyata sehat2 aja hidupnya bahkan hingga skrg. Mangkanya bingung dgn narasi fear mongering yg lagi trending di Sosmed Indo
"Orang HIV tuh bakal kurus kering, mati sengsara"
Kenalin Pradip Kumar Singh, seorang binaragawan HIV positif dari Manipur India, berhasil meraih gelar Mr. Manipur pada tahun 2007 dan Mr. South Asia pada tahun 2012.
Ia didiagnosis HIV positif pada tahun 2000 akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian saat masih menjadi pecandu narkoba, namun baru mengungkapkan statusnya kepada publik pada tahun 2007 setelah melewati masa yang sangat berat, termasuk hampir tiga tahun terbaring sakit dan mengalami kondisi yang nyaris merenggut nyawanya.
Titik balik hidupnya datang ketika ia terinspirasi oleh sebuah tanaman bunga champa yang dirawat oleh saudarinya hingga tumbuh dan berbunga indah, membuatnya menyadari bahwa hidupnya juga masih bisa berkembang dan memiliki makna. Sejak saat itu, ia bertekad membuktikan bahwa HIV bukanlah akhir dari kehidupan.
Kini Pradip bekerja sebagai pelatih kebugaran di Departemen Olahraga dan Urusan Pemuda Pemerintah Manipur, pernah menjadi duta HIV/AIDS untuk Manipur State AIDS Control Society, serta memimpin kampanye kesadaran HIV tingkat nasional di India. Kisah perjuangannya yang penuh semangat dan keteguhan hati kemudian diabadikan oleh jurnalis Jayanta Kalita dalam buku I Am HIV Positive, So What?, yang menunjukkan bahwa seseorang dengan HIV tetap dapat hidup sehat, berprestasi, dan memberikan inspirasi bagi banyak orang
Pancasila values and UUD 1945 are under attack by MUI's moral superiority.
Discrimination is not public policy. Indonesia is for all.
Read more at https://t.co/Ppp5Wnknlm
Dude, these days it’s already hard enough to find your person or true love as a gay man. But being gay, living with HIV, and looking for another gay guy who’s also odhiv/plhiv? Bro, that’s a whole different level of hard.