@montinue_@karirfess Lah habis remap jadi mirip. Badak sy kalau full dalkot cuma 1 : 7, kalau full tol kemarin 1 : 11, kombinasi bisa 1 : 8-9. Padahal 1800 cc yak, berarti berat jg bobot nya Orlando.
@montinue_@karirfess Wih lebih value for money lagi tu Orlando. Bensin nya 1: berapa om?
Dulu pengennya sy malah orlando, tp mundur gara2 ground clearence ga cocok di jalan rumah 😅. Akhirnya ke badak.
Fontana kalau mau nunggu inden, Nutech + Cris motor kalau mau cepet + kw 1 🤣
@montinue_@karirfess Badak bensin.
FYI ini udah turun mesin karna kesalahan nubie, habis 30-40% dari harga ngangkat wkwk. Asli kalau beli ini ga boleh all in, harus spare budget buat dandan consumable items yg harus ori itu wkwk
Tp rasanya bikin nagih nyetir, apalagi cruising di transjawa. 😴
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Kenaikan Pertamax Hari Ini Adalah Pengakuan Setelah Denial Berbulan-Bulan 👇
Soal pengumuman pertamax naik jadi 16.250 dini hari tadi: pemerintah memang harus naikin kok. (sabar baca sampe beres)
Minyak dunia gila gara2 perang, gak ada negara yg sanggup nahan selamanya. Tapi inget gak 3 bulan terakhir kita dibilangin apa? Stok aman kata ESDM.
Gak ada penyesuaian harga kata Mensesneg. Menkeu malah jamin subsidi gak naik sampai akhir 2026.
Padahal di saat yg sama Filipina sama India udah ngantri dan ngebatesin pembelian, negara tetangga udah naikin harga nyicil dari awal.
Cadangan BBM kita? Cuma cukup 20 hari, standar internasional 90.
Kalo mereka nyiapin rakyatnya, kita dinina-boboin 😹
Jadi kenaikan 32% sekali gebrak hari ini itu sebenernya pengakuan, kalau narasi "aman" kemarin cuma obat penenang.
Nah yang bikin minpuk kepikiran,
Ini persis kejadian 2022 loh, bisa keulang kalau kita gak belajar.
April 2022 pertamax naik, narasinya sama "cuma nyasar yg mampu". Aslinya org mampu pindah ke pertalite, kuota jebol, subsidi bengkak dari 502 ke 650 T, sampai akhirnya September 2022 pemerintah nyerah: pertalite ikut dinaikin 30%.
Kenaikan "buat org kaya" nyampe ke tukang ojek cuma butuh 5 bulan.
Dulu itu gap pertamax-pertalite cuma 4.850 perak udah cukup jebolin kuota nasional. Sekarang gapnya 6.250, dan kuota pertalite tahun ini malah dipangkas.
Belum lagi godaan ngoplos kan, skandalnya aja baru setahun lewat.
QR MyPertamina? Itu lahirnya dari panik 2022, dan kasus oplosan kemarin bukti masih bisa diakalin.
Menurut keyakinan minpuk, 3 bulan kemarin itu harusnya dipakai nyiapin mitigasi, bukan ngeyakinin publik gak ada masalah loh ya 😹
Kalau polanya keulang, 5 bulan dari Juni itu November. Masih di dalam tahun yg katanya subsidi dijamin gak naik.
Kita liat aja janjinya si Purbaya kepegang apa nggak?
[KerupukOpini]
Inspired by https://t.co/OjIvlQbDhO, but for football.
Draft a Premier League XI from random clubs and seasons. Build your team. Simulate the season.
Can you go 38-0?
https://t.co/znFjgOW4Wj
#football#soccer#fifa#premierleague
Flashback di umur 16 tahun lalu, masa w lagi naif-naif nya merasa masa depan aman karena selalu rank 1 UN se-sekolah SD-SMP & lulusa top tier SMAN di Medan. Dulu memilih main DotA ketimbang intensif di GO wkwk.
Untung end up engga menjadi penyesalan terbesar di hidup w wkwk.
Tiap ketemu penjual sejuta jiwa, penjaga toko umkm yang seumuran & lebih muda, w jadi inget kalau ternyata w dan istri cuma perlu 1 rejection di SBMPTN ( & UM UP, lol) untuk bisa berakhir jadi informal worker.
Tekim UPer & Ilkim ITB probably changed the trajectory of our lives.