@withinherights ㅤ
Such phrases are deemed as a code for Mia to deepthroat. She's sucking the deepest, letting the tip of the penis hit her throat. She keeps the position and her lips squeeze hard, as if she was trying to squeeze out Konomi's juices. It goes for her tickling fingers as well.
ㅤ
@ZER0F1GH7ER ㅤ
to spend an intimate night. Except for Shuichi—he's quite a tough one, moreover his girlfriend is one hot celebrity.
"Nah... I think I'm in a little bit of trouble~ But most of all, I'm as hot as always."
ㅤ
@ZER0F1GH7ER ㅤ
A well-known Wanderer in the street racing scene under the moniker 'Tempting Kitty-cat', her reputation rises up from two factors: her nimble supercharged ND Roadster that eats up corners in the loop line, and her erotic mannerisms which caught racers, boys and girls, —
ㅤ
@withinherights ㅤ
"Aku di sini," sahut Mia berkacak pinggang. Tepat ketika Konomi sedang bergumam di tepi jok motornya. Matanya memicing tajam menatap wajah lawan bicaranya.
"Sudahlah. Mari langsung ke Mitsukoshi~"
ㅤ
@withinherights ㅤ
Ah, padahal Mia sudah antusias mau mengajak Konomi berkendara berdua naik Roadster dengan atap terbuka. Tahu-tahu minta bertemu langsung di Ginza, nona ini sempat sebal, tapi tidak terlalu masalah karena ia tetap ingin berbelanja dengan Konomi sebagai pesuruh. —
ㅤ
@tasogarenoshefu ㅤ
"Eh— obviously." Mia was juat bluffing about the latest trends, specifically, Italian brainrot contents.
"Then, may I have the usual lemon highball? And please make me some tatsuta karaage."
ㅤ
@withinherights ㅤ
telapak tangan dibalur lotion sebagai pelumas. Kemudian, tangan kanan membelai dagu dan leher Konomi, sedangkan tangan kiri mengocok batang yang tegak dan keras. Dikocok dengan kuat dan cepat.
ㅤ
@withinherights ㅤ
Mia terkekeh puas. Alangkah gemas melihat Konomi sudah sangat pasrah.
「いい子、いい子〜」
Atas nurutnya Konomi, Mia membalas budi dengan melucuti pakaiannya. Ia sudah cukup menanti hidangan utamanya, titit Konomi yang akan menikmati udara lepas. Sebelumnya, jemari dan —
ㅤ
@withinherights ㅤ
Kon-chan?" goda Mia dengan menunjukkan seringai gemas. Nona ini menyukai panggilan yang ia berikan pada Konomi, seperti panggilan seekor anjing peliharaan.
"Merontalah," tambahnya sembari duduk pada perut Konomi bersilang kaki.
ㅤ
@withinherights ㅤ
Konomi terlihat dan terdengar seperti akan mencapai klimaks. Jika Mia menjeda rangsangan, Konomi akan merasa tertahan dan menderita, bukan? Mia pikir situasi itu akan lucu, menggemaskan.
Oleh karena itu, ia memutuskan ciuman dan mengangkat tubuhnya.
"Heee~? Segitu saja, —
ㅤ
@withinherights ㅤ
Mana mungkin Mia tertinggal pacunya. Ia berupaya menanggalkan rok pendeknya. Saat sudah lepas, ia menggesekkan selangkangannya yang masih berbalut celana dalam. Gesekannya cepat dan keras guna mengeraskan batang yang digesek dan melumasi interiornya.
ㅤ
@withinherights ㅤ
Lidah mereka saling menjilat. Desahan erotis mulai disuarakan Mia akibat sentuhan yang saling mereka berikan.
"Ah—hngh~ Mmmh..."
Mia mengunci pintu. Ia mengencangkan pelukan lalu berjalan ke arah sofa, lalu membanting Konomi pada sofa tersebut.
ㅤ
@withinherights ㅤ
Her fingers are able to reach the deepest part of Konomi. Curving them slightly upward and pressing the clitoris, she stimulates the central spot from inside and outside.
ㅤ
@withinherights ㅤ
Mia rolls her eyes up, wide open still. Her head blows Konomi's more violently, shaking up and down. Wet lips tighten, sucking harder like a vacuum. Inside her mouth, her tongue and teeth inflict pain and pleasure simultaneously. Such look and mannerism is indeed, erotic. —
ㅤ
@withinherights ㅤ
Abruptly, Mia's eyes open wide, in surprise to Konomi's action. Mia sucks the dick hard and deep inside her mouth, and her tongue won't stop licking. Two fingers enter the vagina, striking deep, hard, and fast.
ㅤ