hampir sejajar dengan wajah sang lawan bicara. βDan mampu masak nugget tanpa gosong,β tambahnya lagi. βAku habis dari kampus lah. Mahasiswa sibuk, nih.β Nada bicaranya terdengar seperti sedang menyombongkan diri, bahkan sudut bibirnya naik beberapa senti. βMau.β ;
Sudah tahu gelap bukannya menetap malah melangkah kaki keluar tuk mencari cemilan. Namun pilihan ia keluar tak sepenuhnya buruk, sebab di depan sana telihat ada sosok kecil tak asing yang buat sudut bibir sang tuan ini naik sepersekian senti. -
"kamu mau makan apa emangnya? Tapi sebelum jawab.. Saya jadi penasaran, mau dong rasain dipukul kamu." Sebelum akhirnya kedua tungkai berhenti tepat depanmu dengan tubuh sedikit membungkuk tuk menyamakan tinggi, "harus sekuat tenaga ya. Pukul bagian sini." Pipi kanan ia -
malam-malam diluar? gak takut diculik? Kan kamu kecil." kekehannya lolos bak angin lewat, bahkan air muka tuan tak sekali pun ada rasa bersalah akan ucapannya. "Tapi serius abis darimana nih?" Kuasa tuan tak tinggal diam, ia meronggoh isi plastik, seingat tuan ia sempat -