#intinyadeh Dino Patti Djalal kritik Prabowo yg byk perjalanan ke luar negeri: 1 dr 6 hari selama menjabat ada di luar negeri, terbanyak di antara semua pemimpin dunia.
Saran:
> Lebih andalkan video call/ telefon utk hemat ratusan M dgn hasil yg secara substansi sama
(1/4)
A studio made a video game where your whole job is putting 3,072 messy books back on the right shelves. There's no fighting and barely a story. It's now a hit on Steam, where 94% of reviews are positive, and there's a brain reason it feels so good.
Back in 1927, a psychologist named Bluma Zeigarnik noticed something odd about waiters. They could remember a table's whole order perfectly, right up until the bill was paid. The moment it was settled, the order fell out of their heads. She tested the idea and found we all work this way. A job you haven't finished keeps poking at you, like a tab you left open in your browser. Finish it and the tab closes. The poking stops.
The trouble is, normal life almost never lets you finish anything. You empty your inbox and it fills back up. You do the laundry and next week it's there again. The pile of stuff hanging over you never quite hits zero, so part of your brain is always quietly holding all of it. Researchers have linked all those open, unfinished jobs to a busy head, weaker focus, and that feeling of not being able to switch off at night.
A stack of 3,072 books is different, because it actually ends. The number only ever goes down, never up. Every shelf you fill is one job your brain gets to close for good, and finishing things gives you a small hit of dopamine, the feel-good chemical your brain releases when you make progress. You watch the floor slowly come back into view under the mess as you go. You get that reward right away, which the bigger goals in your life almost never hand you.
There's a second thing going on too. A messy room is a stack of tiny questions: where does this go, do I even need it, should I deal with it now. Putting things in order answers every one of them and quiets your brain down. We're wired to like order, because order means less to keep track of, and less to keep track of just feels calmer.
This kind of game has a long track record. PowerWash Simulator, where all you do is spray dirt off things until they're clean, has been played by more than 17 million people, and its sequel earned two BAFTA award nominations this year. Unpacking, a quiet little game about taking things out of boxes and finding a place for them, sold over a million copies and won two BAFTAs of its own. You can't lose either one.
The whole appeal is a mess that actually ends. Your own to-do list never does.
Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat.
Kartini dipermasalahkan karena Jawa.
Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda.
Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes.
Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka?
Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya.
Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan.
Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau?
Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu?
Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara.
Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan.
Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi.
“Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus.
Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!”
Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus.
---
Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan.
Selamat Hari Kartini
21 April 1879–17 September 1904
Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜
> Lagi browsing wikipedia versi Bahasa Indonesia.
> Ada artikel soal MBG.
> Baca-baca, ketemu lagi artikel judulnya “Daftar kasus keracunan makanan massal di dunia“
> List kejadian di Indonesia paling panjang dan lengkap.
> "Oalah pantesan"
Gue pernah kena kasus kek gini, sertifikat ganda di satu aset (tanah) yg sama. Karena gue ga paham sebelumnya, akhirnya coba gue konsultasikan ke temen gue yg di BPN.
Menurut mereka kaya gini terjadi ketika ada permohonan terbit SHM dari yg sebelumnya letter c. Yg jadi masalah adalah kantor desa yg mengeluarkan letter c ini yg sering kurang teliti atau memang ada permainannya. Sementara BPN mereka akan cek kelengkapan datanya aja tanpa verifikasi lapangan. Jadi selama data lengkap, maka shm bisa diterbitkan. Dan inilah yg bikin banyak kasus sertipikat ganda.
Lalu siapa yg menang kalau berkasus? Yg menang adalah yg pertama kali cetak shm nya. Lu jangan berharap menang di pengadilan kalau sertifikat lu lebih muda dari yg lainnya.
Terus gimana caranya biar bisa menang? Lu harus tarik kasus ini lebih jauh, cari siapa yg terlibat cetak shm tanah itu. Gue kemarin berhasil menang (tanpa pengadilan) karena gue seret semua orang yg terlibat sebelumnya (kepala desa dan keluarga pemilik). Akhirnya pemilik sertifikat lainnya rela menghapus sertipikatnya setelah negosiasi antara keluarga pemegang letter c dan kepala desa.
Sebenarnya aku gak mengerti dengan perumpamaan "Jangan meludah di sumur sendiri" dalam konteks pekerjaan.
Kenapa mengkritik itu diibaratkan meludah? Kenapa nggak dibayangkannya mengkritik itu buat ngebetulin masalah pada sumur/perangkatnya?
Misalnya, ada sumur nih terus si embernya bocor. Terus kita bilang,
"Yah elah, nimbanya udah capek tapi dapat airnya dikit mulu dah. Ternyata bocor. Jelek sih kualitas embernya, pantesan gampang bocor".
Bukannya dengan mempoint out masalah itu biar embernya diganti ya dengan yang gak bocor? Kenapa diibaratkannya tuh meludah ke sumurnya?
Memangnya dalam kondisi literal pun kalau ada masalah gitu, orang akan meludah beneran ke sumurnya?
Ini juga seringkali terjadi deh saat kerja di pemerintahan Tuvalu. Kalau sidak, yang jelek-jeleknya ditutupin. Biar kayak gak ada masalah. Padahal kan diomongin ya biar diperbaiki??
Siswa kita tidak punya ruang aman untuk berpendapat di ruang publik. Keamanan fisik, digital dan psikosisial mereka sangat rentan ketika mengkritik program pemerintah. Begitupula guru.
Tidak mau menyebut nama Palestina saat ditanya soal pembantaian di Gaza.
Tidak mau menyebut nama Israel sebagai yang bertanggung jawab atas kematian tentara Indonesia.
If it looks like a zionist, swims like a zionist, and quacks like a zionist, then it probably is a zionist.
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Guys, Feri Amsari lagi ngebedah program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan poin utamanya tuh bukan soal niatnya baik atau nggak, tapi cara jalannya yang dianggap bermasalah secara hukum dan sistem.
Jadi gini… menurut dia, program sebesar MBG ini harusnya punya dasar hukum yang jelas.
Masalahnya?
- Nggak ada undang-undang khusus yang ngatur program ini secara detail.
Yang ada cuma masuk ke anggaran di Undang-Undang APBN.
Padahal angkanya nggak main-main:
- Bisa tembus sekitar Rp1,2 triliun per hari
-atau sekitar Rp300–360 triliun per tahun
Nah, di sini dia mulai nyerang logikanya:
Program segede ini, makan duit ratusan triliun,
tapi:
-Tujuannya nggak dijelasin secara ilmiah
-Mekanismenya nggak transparan
-Nggak ada kajian dampak (kayak RIA / analisis ekonomi)
-Bahkan nggak ada uji coba (pilot project)
Jadi menurut dia:
ini kayak program besar tapi lompat langsung jalan tanpa test dulu
Masalah makin keliatan di lapangan
Dia juga nyorot fakta-fakta kejadian:
-Ada makanan nggak layak (mentah, dll)
-Ada kasus keracunan
- Distribusi nggak rapi
Kenapa bisa dibilang berpotensi langgar konstitusi?
Karena di Undang-Undang Dasar 1945 itu jelas:
- Negara wajib melindungi hak warga, termasuk:
- hak hidup layak
- hak kesehatan
- perlindungan anak
Tapi kalau program negara justru:
- bikin orang sakit
-distribusinya kacau
-nggak dirancang dengan benar
Maka niat baik aja nggak cukup, bisa dianggap melanggar konstitusi
Dia bilang Indonesia itu problemnya bukan cuma program, tapi sistem politiknya juga:
DPR + pemerintah terlalu sejalan(koalisi besar)
Hampir nggak ada oposisi kuat
Akibatnya:
program pemerintah mudah lolos tanpa kritik serius
Program bagus + eksekusi ngawur = tetap bahaya
Kalau nggak, ya siap-siap aja digugat ke Mahkamah Konstitusi.
Tapi bukannya Mahkamah Konstitusi juga bisa di sogok ya sekarang???
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
🚨 KEBOHONGAN PRABOWO HARI INI
Kondisi Aceh masih sangat memprihatikan, ribuan pengungsi masih tinggal ditenda darurat, ratusan jembatan masih belum terbangun, puluhan ribu rumah masih terendam lumpur yang sudah mengering, dan puluhan ribu hektar sawah masih tertutup lumpur.
Jadi jika ada ada yang mengatakan pemulihan Aceh sudah 100% dan gak ada lagi korban yang tinggal di tenda pengungsian. Sudah jelas klaim tersebut adalah klaim tidak bermoral dan tidak ber empati terhadap korban.
#intinyadeh rangkuman video Prabowo Menjawab (Part 1):
> Tidur itu penting
> Atasi penyusutan kelas menengah: industrialisasi, makanya kita mau hilirisasi biar gak kirim bahan mentah. Mau bikin industri baru mobil & motor listrik
> Akan deregulasi seperti pada pupuk
(1/4)