@qrivasiii Terus teh di buka aja lakbannya,bret-bret,wah ngolosod itu tutupnya,nggeus ngolosod teh,hah kakinya ngarumpay kana saya,oh ini orang kata gue teh,masih idup lu?
Kata si Abang journaling apa aja yang penting tulis dulu, gak harus bagus.
Orang journaling: Dear Diary, today my mood was not really great
Gue journaling: Semua orang bajingan, aku bajingan, kau pun bajingan, dunia mau hancur, idup cuma sekali malah WNI
Hidup setenang ini. Kerja dan punya penghasilan sendiri, nggak nyusahin ortu, nggak punya utang ke orang lain, jaga pola hidup dan jalanin hobi sendiri.
Eh yg lihat bagian "belum nikahnya" 😅😅
Aku mulai paham kenapa banyak orang duduk sendiri di coffee shop.
Ternyata bukan karena mereka kesepian, tapi karena butuh tempat yang “aman” buat istirahat sebentar. Di rumah kadang pikiran terlalu ramai, kalau ketemu orang juga capek harus ngobrol atau jaga sikap. Di coffee shop, kamu bisa ada di tengah-tengah, nggak sendirian banget, tapi juga nggak harus berinteraksi.
Jadi teringat ITIPS MENULIS dari DEE LESTARI:
"FIKSI yang berhasil ketika dibaca akan terasa seperti NONFIKSI, dan NONFIKSI yang berhasil ketika dibaca akan terasa seperti FIKSI."
Ini yang terjadi di Novel Harry Potter.
Dunia sihir dan Hogwarts terasa nyata.
FIKSI yang seperti NONFIKSI ✨
Begitu pula saat membaca artikel di Medium. Dari topik karir sampai relationship, bacanya enak banget seperti membaca novel.
Ya, ini contoh NONFIKSI saat terasa seperti FIKSI ✨
Dan tetap ya misalkan menulis pake sejarah yang beneran ada, tetap perlu dicatut tanpa semena-mena.
Contoh novel dengan latar sejarah, tapi tetap asik:
"The 100-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared"
Salah satu novel favoritku.
Ada yang pernah baca? 😊
Karena milenial punya 'seni bertahan hidup' yan nge'blend antara Resiliensi Boomer tapi santuy ala Gen Z...
Jdi kemampuan mental dan emosional Milenil untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap tangguh setelah menghadapi kesulitan, stres, trauma, atau kegagalan itu ala BOOMER, tapi Cara menjalani hidup ala Gen Z