Lara yang tersisip di tengah ketidakpastian yang dimiliki waktu, sementara perubahan sebagai satu-satunya jalan yang pasti dipilih kamu. Luka dan saling melupa adalah kita.
Teruntuk saya yang sudah sembuh di kemudian hari, jika mampu usahakan jangan kembali di titik hari ini kamu berada, di tempat kamu yang sedang berdarah hebat.
Saat kamu minta untuk masuk dalam buku saya dan saya menghendakinya, saat itu juga saya berkhayal ada rumah di belakang kamu yang bisa menghangatkan saya. Sekali lagi, saya hanya berkhayal.