Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, seperti melupakan mu? Ataupun menerima kepergian mu, Setiap kali berjumpa dengan mu dan berpisah dengan mu.
Aku semakin kefikiran tentang mu.
Suatu saat dia pasti akan mengetahui, namun sudah dipastikan nanti tidak bisa melihat ku lagi.
Beribu pertanyaan di balik semua pernyataan dan tak kunjung dapat jawaban
Dia pendiam, ngga percaya diri, temennya sedikit, cuek, sering ngelawak dan terlihat bahagia pas lagi ngumpul
Padahal overthinking di malam hari.
Sok"an ngasih semangat ke orang lain, buat nyemangatin diri sendiri aja gabisa.
Ga enakan orgnya, gasuka keramaian tapi takut kesepian
Ada cerita di balik setiap orang, ada alasan mengapa mereka seperti itu.
Karena, gua sadar.
Kenapa dulu pecicilan, caper, usil, nakal, iseng, bercandaan kelewat batas.
Karena kurangnya perhatian,
Semakin beranjaknya umur & bertemu dengan orang baru
Selalu nikmatin momentumnya
Kalau udah sayang, cintaaa banget lebih dari mencintai diri sendiri.
Kalau marah susah buat kasar ataupun keras, marahnya juga bukan menyalahkan ataupun menyudutkan ataupun membuat takut.
Aku merasa pantas diabaikan, sebab dulu aku melakukan hal yang sama kepada mu.
Maafkan aku yang mengecewakan mu, baru tersadarkan setelah 10 tahun melewati rasa penyesalan mengacuhkan mu,
Dan ternyata kamu
segalanya bagiku
Sudah sewajarnya aku tidak dapat di perhatikan oleh mu.
Hai kamu, jangan pernah berfikir aku akan mencari pengganti mu,
Aku pergi setahun ini untuk dapat membahagiakan mu. walaupun itu nanti setelah aku kembali ke kamu,
Tenang saja, aku tetap dengan janjiku hanya mencintai mu.
Bila kamu masih sendiri,
aku akan datang kembali.