Hasan Nasbi, September 2025, di X, pakai akun sendiri, tulis ini:
"Yang saya jilat menang dan berkuasa. Yang anda jilat kalah dan ga berkuasa. Sekadar jadi penjilat pun anda kurang kompeten."
Bukan difitnah. Bukan dikutip lawan. Dia tulis sendiri. Bangga. Sambil senyum-senyum ngehina Fedi Nuril.
Sekarang, Juni 2026, giliran Tiyo Ardianto, mahasiswa UGM pakai kata yang sama buat ngritik program pemerintah ,Hasan Nasbi naik pitam.
Bilang "nalarnya didiskon."
Bilang itu menghina rakyat.
Bilang itu tidak berpijak pada fakta.
Delapan bulan lalu lo bangga jadi penjilat.
Delapan bulan kemudian lo marah ada yang pakai kata penjilat.
ini bukan soal kata2nya.
Ini soal: kalau lo yang pake, itu pembelaan diri yang gagah. Kalau rakyat yang pakai , itu penghinaan.
Itulah bedanya orang yang merasa kebal kritik karena merasa dekat kekuasaan, dengan mahasiswa yang cuma punya suara dan keberanian.
Yang satu dilindungi jabatan.
Yang satu cuma dilindungi hati nurani.
Pertanyaannya simpel, Pak:
Kalau kata "penjilat" itu salah dan menghina , kenapa dulu lo tulis sendiri sambil bangga?
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
OMG, child trafficking ke Prancis diduga lewat proses di Kedutaan Besar Prancis di Jakarta? 🤯😭
Jadi ada kasus di Prancis, 2 laki-laki didakwa dalam kasus penyekapan anak di bawah umur, pemerkosaan berat, & perdagangan manusia.
Modus:
- Pelaku lakukan pengakuan paternitas (pernyataan hukum resmi yang menyatakan bahwa ia adalah ayah sah dari seorang anak) terhadap beberapa anak Asia
- Pengakuan paternitas dilakukan di Kedutaan Besar Prancis di Indonesia (Jakarta)
- Setelah diakui secara hukum, anak2 tersebut diberi paspor Prancis sehingga mudah dibawa ke Prancis
- Tujuannya untuk eksploitasi seksual
Aku dan istri waktu dia hamil juga nanya ke dokter soal hal ini.
Kebetulan dokternya sangat baik dan agamanya sangat sangat amazing. Pas periksa “adzan, kita tunggu sebentar ya. Saya izin ke masjid” beliau jalan kaki ke masjid.
Lama-lama aku join ke masjid, dia buka klinik sendiri sepertinya.
Long story short, beliau jelasin kalau hidup dan mati sebaiknya hanya oleh Allah, beliau bantu ikhtiar semaksimal mungkin jika ada anomali, alhamdulillah semua oke waktu itu. Dan dijelasinnya dengan sangat kalem lemah lembut + bikin hati tenang.
Berbeda case jika memang kondisinya bener-bener harus di kuret ya. Aku nanya kalau *menyebutkan semua anomali janin* gimana dok?
Nama kliniknya KLINIK SEPERTIGA MALAM di m kahfi. https://t.co/bpe9t1Vt06
Aku sangat rekomendasi periksa dibeliau bika istri kamu hamil. Jelasinnya juga detail buanget.
Dulu aku pernah ngetwit juga hal ini.
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Januari 2025, ada anak SD ngeluh ayam MBG "kurang enak."
Deddy Corbuzier ngamuk: "Kurang enak pala lu PEA!"
Pas ada siswa keracunan, dia jawab: "Gue makan steak Rp6 juta juga pernah keracunan, so?"
Dia bela program ini mati-matian.
Sebulan kemudian dapat jabatan Stafsus Menhan.
Reward-nya udah jelas.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.