Tbh gue gasuka sama statment toxic positivity macam "gapapa miskin yang penting bahagia." Like, big no. Gaada yang bahagia dalam KEMISKINAN, hidup miskin itu tidak LAYAK, banyak cita-cita yang mati karena jadi MISKIN. Gaya hidup sederhana beda sama nasib hidup jadi orang miskin.
Diam → diomongin
Jawab → dibilang defensif
Jelasin → dibilang cari pembenaran
At some point, you just realize: You can’t control people’s narratives about you.