Kalau begitu, kenapa harus 2x transaksi? pasti ada alasannya dan saat ini kita belum bisa tahu. Tapi.. satu hal yang pasti. "Ada banyak alasan seseorang menjual sebuah perusahaan/saham, tapi cuma ada 1 alasan seseorang membeli sebuah perusahaan/saham."
Jika kita meyakini sudah done deal, maka 19% ini merupakan tanda jadi dari sebuah kolaborasi besar. Lalu, sisa 32% lagi bagaimana?, banyak asumsi yang bisa kita tarik. Bisa saja lewat RI, maupun swap debt to share.
Jika kita meyakini bahwa perubahaan kepemilikan shares para UBO yang terjadi di maret hingga mei 2025 (yang kita hitung di pertanyaan 1) adalah benar, maka dugaan kuat sudah done deal pada range waktu tersebut. Mengapa? ya karena untuk apa repot2 pindah2 barang?
Maka hanya diperlukan ~300jt lembar baru yang membuat sisa saham di pertopel masih ada ~28% pada harga Rp https://t.co/k2l0snjSCQ agar KJP memiliki 51% kepemilikan di SINI sekaligus menjadi pengendali utama. ini bisa jadi skenario 1 babak baru masuknya group petrindo di SINI.
Dari laporan keuangan terakhir september 2025, ada 3 pos hutang terbesar SINI kepada pihak berelasi maupun UBO:
- Utang Jasa Kontraktor (PTRO): 488,168,744,651
- Utang Pihak Berelasi (UBO): 458,181,609,382
- Liabilitas Bank (Jaminan Deposito UBO): 900,000,000,000
total utang sini kepada pihak berelasi maupun UBO mencapai: 1,85T
Jika SINI memakai cara konversi utang tersebut menjadi saham yang diserap seluruhnya oleh group PETRINDO (lewat jalur surat hutangnya di beli)..
Namun, di kalimantan tengah memiliki cadangan yang sangat besar dikarenakan sulitnya melakukan penambangan disana ditambah lagi banyak tambang-tambang milik petrindo juga berada di kalimantan tengah.
Sekarang kita coba rekap dari semua pembahasan sebelumnya (pembahasan tiap poin akan saya comment di post ini):
✅ Macro
⁉️ Owner (PP x HAPPY x DELI x PTRO-CUAN)
✅ Valuasi Turnaround & Arbitrase Cadangan
✅ Ekosistem & Kepentingan
Membangun infrastruktur batubara disana sangat penting karena kita tahu lokasinya punya medan yang sangat berat, ditambah sungai pasang surut membuat biaya jadi makin tinggi (barang bisa ga keluar).
✅ Ekosistem & Kepentingan
Pembentukan JV antara SINI dengan PTRO untuk membangun jalan infrastruktur dari tambang menuju jetty merupakan salah satu inisiatif yang bagus. Apa lagi jetty yang digunakan juga merupakan jetty milik DELI (TRIOP).
✅ Valuasi Turnaround & Arbitrase Cadangan
Dengan cadangan yang dimiliki SINI, dan valuasi SINI sekarang memberikan MOS yang lebar. Untung tambang yang di mulai duluan adalah tambang yang bagus
https://t.co/QYrCsSEwQQ
https://t.co/uCFY92pFav
⁉️ Owner (PP x HAPPY x DELI x PTRO-CUAN)
Struktur kepemilikan ini bikin pedang bermata 2, apakah negosiasi petrindo akan berjalan baik, atau batal? hanya saja, jika liat historis PTRO justru kerjasama antar konglomerasi bikin perusahaannya menjadi bagus
https://t.co/YapVTMI6JT
✅ Macro
RKAB & lonjakan kebutuhan energi karena AI & Data Center, ini jadi landasan berubahnya demand&supply. Ditambah dengan perang iran vs us&israel membuat minyak dunia naik, akhirnya kebutuhan energi beralih ke batubara bikin harga batu bara naik.
https://t.co/ZkWtFkX5lx
Melihat pergerakan volume IEV pada hari ini 11 Maret 2026, diduga kuat harga dasarnya sesuai dengan perhitungan onchain broksum pada post saya sebelumnya. Tinggal tunggu para hodlers akan lepas barang, ataukah smart money kembali markdown harga sahamnya untuk tujuan tertentu.
Untuk mengetahui base price,
yuk kita bedah broker analysis,
Dari 1 Oktober 2025 hingga 10 Maret 2026, kita bisa mengkategorisasi broker2 menjadi 4 group yang terbagi pada 3 fase:
Fase 1 (Akumulasi pertama, harga naik)
1 oktober - 19 desember 2025
Smart money mulai mengakumulasi
Fase 2 (Akumulasi kedua, harga naik)
22 desember 2025 - 16 januari 2026
Psp baru dan hodlers mengakumulasi
Fase 3 (Markdown, harga turun)
19 Januari - 10 Maret 2026
smart money distribusi sebagian, sebagian hodlers cutloss
Dengan thought process seperti ini, kita bisa melihat di titik mana net price dari tiap tiap group broker yang bisa jadi patokan untuk kita dimana base price
untuk melihat informasi lebih detilnya bisa cek langsung di report https://t.co/znJajVIUQz
Mengapa tambang PKP dan PBP yang difokuskan oleh SINI untuk di lakukan produksi terlebih dahulu?
dari hasil eksplorasi terlihat disini bahwa PKP dan PBP yang memiliki standard yang cukup hingga baik pada hasil batu baranya untuk dapat dijual ke pasar internasional.
dengan catatan rata2 tambang PBP memiliki ash yang diatas standard yang mengakibatkan harga jual bisa jadi tidak maksimal
Lalu, pendekatan kedua:
1 $ = Rp 16,000
Skenario A (2 bulan coverage modal kerja)
Modal Kerja 2026: Rp 2,73T
rata-rata coal price $56,71
Maka produksi 2026 bisa mencapai:
Rp 2,73T / Rp 16,000 * 6 / $56,71 = ~18 juta ton
Rata-rata margin perton SINI:
(Total Margin cash / Total Cadangan)
Rp 63,42T / 162 juta ton = Rp 391,481
Asumsi Ebidta 2026:
(Produksi 2026 x Margin perton)
18 juta ton x Rp 391,481 = Rp 7T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Netdebt 04/03/26: Rp 1T
EV/Ebidta 2026:
((Marketcap+Netdebt)/Ebidta)
(Rp 5,2T+Rp 1T)/7T= 0,88
Skenario B (4 bulan coverage modal kerja)
Modal Kerja 2026: Rp 2,73T
rata-rata coal price $56,71
Maka produksi 2026 bisa mencapai:
Rp 2,73T / Rp 16,000 * 3 / $56,71 = ~9 juta ton
Rata-rata margin perton SINI:
(Total Margin cash / Total Cadangan)
Rp 63,42T / 162 juta ton = Rp 391,481
Asumsi Ebidta 2026:
(Produksi 2026 x Margin perton)
9 juta ton x Rp 391,481 = Rp 3,5T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Netdebt 04/03/26: Rp 1T
EV/Ebidta 2026:
((Marketcap+Netdebt)/Ebidta)
(Rp 5,2T+Rp 1T)/3,5T= 1,77
Skenario C (6 bulan coverage modal kerja)
Modal Kerja 2026: Rp 2,73T
rata-rata coal price $56,71
Maka produksi 2026 bisa mencapai:
Rp 2,73T / Rp 16,000 * 2 / $56,71 = ~6 juta ton
Rata-rata margin perton SINI:
(Total Margin cash / Total Cadangan)
Rp 63,42T / 162 juta ton = Rp 391,481
Asumsi Ebidta 2026:
(Produksi 2026 x Margin perton)
6 juta ton x Rp 391,481 = Rp 2,3T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Netdebt 04/03/26: Rp 1T
EV/Ebidta 2026:
((Marketcap+Netdebt)/Ebidta)
(Rp 5,2T+Rp 1T)/2,3T= 2,7
Sekarang ketika kita punya total margin cash dari tiap tambang, kita coba lakukan 2 macam pendekatan. Pendekatan pertama, total margin cash yang kita risk haircut:
Total margin cash PKP, PBC, PBP, CBP adalah:
Rp22,2T + Rp15,3T + Rp19,2T + Rp6,72T = Rp63,42T
Skenario A (Only risk haircut)
Risk haircut: 65%
Margin Cash after haircut: Rp 22,2T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Margin of safety: 326,9%
Skenario B (Only risk haircut + Only producing mine PKP & PBP)
Risk haircut: 65%
Margin Cash after haircut: Rp 14,5T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Margin of safety: 178,8%
Skenario C (Only risk haircut + Only producing mine PKP & PBP + Half coal price)
Risk haircut: 65%
Margin Cash after haircut: Rp 7,25T
Marketcap 04/03/26: Rp 5,2T
Margin of safety: 39,4%