Peluang kerja di Dubai, atau Qatar memang sangat menarik karena tax-free salary dan fasilitasnya ๐ฌ
๐Tapi kunci utamanya ada di 3 hal utama:
1. Bahasa Inggris yang Fasih & Profesional (terutama interview skill dan business communication karena saingannya global).
2. Sertifikasi/keahlian spesifik yang dicari industri sana (hospitality, oil & gas, IT, medical, atau corporate).
3. Optimasi LinkedIn dan CV menggunakan standar internasional.
๐Cara paling standard & legal :
0. Apply visit visa UAE
1. Masuk UAE pakai visit visa 30hari
2. Apply lowongan2 pakai nomor telepon UAE
3. Pastikan dapat offering dalam waktu 30hr tersebut.
4. Jika 30hr gagal & gak ada offering, pilihannya cuman 2 : extend visa (bayar lagi) atau balik pulang ke indonesia.
5. Jangan pernah abai expired visa! Dendanya dihitung perhari & mahal. Sekali overstay, kamu bakal masuk lingkaran setan : dikejar denda & jadi gelandangan.
kalau kamu mau pakai agency bisa coba Sofomation, Hireright, Naukrigulf, Fircroft.
Cara resmi dan legal kalian apply langsung aja di websitenya
Kjadian sm gw kmaren.. Jd gw sm nyokap lg di dapur, masang tabung gas. Krn seal karetnya kendor, nyokap bilang mending beli di toko deh..
Ini ngobrolnya di dapur, n gaada dr kami yg megang hp. Hp di kamar smua.
Ga lama gw ke kamar, buka hp, muncul iklan tiktok seal tabung gas.
Ceritanya dpt client Japanese. pas naik kapal, beliau kaget gua bisa bahasa jepang. Pas kerjaan beres gua laporan lah. Karena masih ada lanjutan pekerjaan gua bilang kalau pekerjaan selanjutnya bakal di handle my coworker karena gua mau cabut. And he said wanna hire me so wmlโบ๏ธ
Boleh, kak! Gue spill perjalanan career gue sampai akhirnya bisa dapet gaji 20โ30 jutaan/bulan di usia 30 tahunan ini.
Tapi disclaimer dulu, perjalanan gw gak seindah yg orang lihat skrg. Ada gap 5 tahun setelah lulus kuliah & beberapa kali pindah company.
Letโs talk about it.
Biar ga kaget, coba main pakai toy dulu aja. Ini toko-tokonya yg pemula friendly, lengkap buat cwo cwe + paket ga nyantumin barang. Jadi aman banget๐๐๐ป
Aku dapat kerja baru. Kantor kecil, lantai 3 gedung tua di Jakarta.
Hari pertama, bosku bilang satu hal aneh sambil tersenyum:
"Kalau telepon meja kamu berdering, jangan diangkat. Biar aku yang angkat."
Aku kira bercanda. "Kenapa?"
Dia cuma bilang: "Telepon itu belum disambung. Kabelnya belum ada."
Hari pertama aman. Hari kedua aman.
Hari ketiga, jam 4 sore, telepon meja berdering.
Aku kaget. Kabelnya memang tidak ada, aku sudah cek, lubang telepon di dinding kosong.
Tapi teleponnya berdering.
Aku ingat pesan bos. Aku biarkan.
Deringnya berhenti setelah 10 kali.
Besoknya aku tanya bos.
"Pak, telepon saya berdering kemarin. Padahal kabelnya nggak nyambung."
Bos berhenti mengetik. Menatapku lama.
"Kamu angkat?"
"Tidak. Sesuai pesan Bapak."
Dia menghela napas lega. "Bagus. Jangan pernah angkat."
Lalu dia masuk ruangan dan menutup pintu.
Aku penasaran. Aku tanya rekan kerjaku, Rina, yang sudah 2 tahun di sini.
"Dering telepon aneh itu? Oh, itu udah lama. Kita semua udah tahu. Pokoknya jangan diangkat."
"Tapi kenapa?"
Rina menoleh sekeliling, lalu berbisik:
"Karena telepon itu bukan untuk kita."
"Maksudnya?"
"Kantor ini dulu punya nomor telepon lama. Sebelum renovasi. Nomornya masih terdaftar di banyak tempat, iklan lama, brosur, kartu nama."
"Jadi?"
"Jadi masih ada orang yang menelepon nomor itu. Dan sebagian... bukan orang yang seharusnya menelepon kantor."
Aku bingung. "Maksudmu penipu?"
Rina menggeleng. "Bukan. Maksudku... orang yang sudah lama mencari kantor ini."
Malam itu aku lembur sendirian.
Jam 7 malam. Telepon berdering.
Aku biarkan. Berdering. Berhenti.
Jam 8. Berdering lagi.
Kali ini lebih lama. 20 kali. 30 kali.
Aku mencoba fokus kerja, tapi deringsnya mengganggu.
Lalu berhenti.
Dan mulai lagi.
Aku kesal. Aku angkat.
"Halะพ?"
Hening.
Lalu suara laki-laki tua, pelan:
"Kantor... PT Sinar Abadi?"
"Ya. Ada yang bisa dibantu?"
Suara itu terdiam. Lalu:
"Alamatnya... masih di Jalan Melati nomor 45?"
Aku merinding. Itu alamat lama kantor ini. Sekarang pindah sejak 3 tahun lalu.
"Maaf, Bapak. Kantor kami sudah pindah."
Hening lagi. Lama.
Lalu suara itu berkata, sangat pelan:
"Kalau begitu... kenapa saya yang ditelepon balik?"
Aku bingung. "Maksud Bapak?"
"Saya menelepon nomor ini 3 tahun lalu. Untuk konfirmasi lowongan kerja. Tidak ada yang angkat."
"Besoknya saya datang ke alamat itu. Gedungnya kosong. Sudah tidak dipakai."
"Sejak itu, setiap malam, telepon di rumah saya berdering. Dari nomor kantor ini."
"Dan sekarang... Anda angkat."
Aku membeku.
"Bapak... ini nomor kantor baru kami. Bukan yang lama."
Suara itu bergetar:
"Tapi nomor yang saya telepon tadi... nomor lama. Yang tidak pernah ada yang angkat."
"Lalu kenapa Anda bisa angkat?"
Aku melihat telepon di mejaku.
Kabelnya masih tidak ada. Lubang di dinding masih kosong.
Telepon ini tidak tersambung ke jaringan apa pun.
Tapi aku baru saja bicara dengan seseorang di sana.
Aku menutup telepon pelan-pelan.
Tanganku gemetar. Aku berdiri, mau pulang.
Lalu telepon itu berdering lagi.
Satu kali.
Aku melihat layar kecil di telepon, ada nomor masuk.
Nomor itu... nomor ponselku sendiri.
Aku merogoh saku. Ponselku ada di sana. Tidak menelepon siapa pun.
Telepon meja berdering lagi.
Aku angkat, tangan gemetar.
Dan dari seberang, suara aku sendiri berkata:
"Jangan pulang lewat lift. Di lantai 2... ada yang menunggu kamu."
WOW JUST WOW
Ketua BEM se-Surabaya terbukti menjual gerakan kepada Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Dana yang diperoleh (rumornya 39 juta) setelah menjual gerakan langsung masuk ke kantong pribadi.
Cerita enaknya jadi waiter di Amerika itu emang gampang bikin tergiur.
Lemme tell you nominal tip terbesar yang pernah aku dapatkan dalam sehari kerja, yap SEHARI KERJA AKU PERNAH DAPET $1400 DARI TIP DOANG.
Tapi apa sih gak enaknya kerja jadi waiter di Amerika?
Di kondisi ekonomi kayak sekarang, vitamin IPI jadi pilihan yang paling masuk akal. Kata temen gue yang apoteker, khasiatnya sama aja kayak merek-merek mahal, cuma kandungannya nggak digabung dalam satu pil.
Jadi inget dulu emak gue suka ngejar-ngejar nyuruh minum vitamin IPI, wkwkwk. ๐
Warga, ada yang rutin minum vitamin IPI juga nggak?
Jawaban real: kerja remote diperusahaan UK ๐
Ga perlu cuti cuti kalau berpegian, tahun ini 2x nonton konser diluar negeri sambil jalanw tanpa cuti. Money wise pasti beda juga karna dibayar pakai GBP. Minus kemana mana bawa laptop. Sekian! ๐คฒ๐ป๐ฅ