Nonton ulang *freekick* Messi lawan Jordan kemarin bener-bener bikin geleng-geleng kepala.
Waktu diskusi bareng para pecinta bola soal *reaction time*, kami sadar kalo hal ini sangat krusial walau cuma sepersekian detik apalagi di olahraga level tinggi.
Kebanyakan orang mikir *freekick* yang mematikan itu selalu soal *power* tendangan yang kencang atau kurva bola yang melengkung tajam.
Tapi di momen ini, Messi ngebuktiin kalau kadang senjata yang paling bahaya itu adalah "nyolong" waktu kiper.
Coba perhatiin deh detail dari video analisis FIFA ini. Jaraknya sekitar 24 meter. Dari jarak segitu, bola tendangan langsung bisa nyampe ke gawang dalam waktu kurang dari 1 detik.
Secara fisiologis, ini ngasih kiper waktu yang super sempit buat memproses visual, ngambil keputusan, sampai akhirnya otot mengeksekusi gerakan.
Nah, jeniusnya Argentina di sini adalah pada eksekusi taktik, mereka bikin tembok kedua dari pemain sendiri. Tiga pemain Argentina sengaja diposisikan di depan tembok pemain Jordan. Tujuannya? buat nutupin garis pandang kiper di momen krusial saat bola ditendang.
Dampaknya fatal buat kiper. Dia kehilangan *reaction window* yang sangat berharga. Karena pandangannya terhalang, dia nggak bisa memprediksi lintasan bola dari titik kontak kaki Messi. Pas bolanya udah ngelewatin tembok dan kelihatan, semuanya udah terlambat, gol pun terjadi.
Ini contoh nyata di lapangan kalau *advantage* terbesar itu nggak selalu tentang kekuatan fisik tambahan, tapi sekadar ngilangin sepersekian detik waktu reaksi lawan. Strategi yang kelihatannya simpel banget, tapi efeknya luar biasa mematikan.
Ada yang sempet ngeh sama taktik ini pas nonton?
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
PHE , Pertamina Hulu Energi , bukan perusahaan receh.
Perusahaan ini menyumbang 65% lifting minyak nasional.
Sebagian besar keuntungan Pertamina datang dari sini.
Artinya: tiap kali lo isi BBM, lo lagi membiayai perusahaan ini.
Sekarang gue mau nunjukin sesuatu soal siapa yang beneran kerja di dalamnya , dan siapa yang duduk ngawasin mereka.
Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at
Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"
Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...
Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...
Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."
#PialaDunia
PLASTIK NAIK, SAYA DIAM.
DIKATAIN GAK BERMIMPI JADI KAYA RAYA,
SAYA JUGA DIAM.
DOLLAR NAIK, SAYA DIAM.
IHSG DROWNDOWN. SAYA DIAM.
TETAPI HARI INI SAYA DENGAR
HARGA MIE AYAM NAIK,
SAYA AKAN LAWANNNN!!!
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Kejam sekali π‘
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart & Indomaret setop,"
Dikira di Alfamart & Indomaret gada karyawan?
Emang situ mau tampung karyawannya?
Udah siapkan pekerjaan u/ mereka?
Kok kedengeran iri banget gitu sm Alfamart & Indomaret?
Ada masalah apa dg 2 gerai ini ato dg pemiliknya?!
Kelas menteri waton njeplak.
Kita lihat, klo 1th KDMP tdk jalan, siap bubar ga?
Jan cm mau bubarkan pasar yg sudah settled. π£