alasan Investor Asing Kabur menurut tom lembong :
- Regulasi berubah-ubah sesuai keinginan yg berkuasa
- tidak konsisten, tidak bisa diprediksi
- Kriminalisasi nyata ,Nadiem, Tom Lembong, BRI Ventures, Telkom Ventures semua dikriminalisasi
- Danantara tidak transparan
- laporan keuangan belum keluar, bisnis model tidak jelas
- tiap tahun cuma ngeluarin bond (malak secara halus?)
- DPR masuk ke BI
- politisasi kebijakan moneter sangat menakutkan investor
- Patriot Bond = tanda putus asaan prabowo
- pemerintah terlihat desperate cari uang dengan cara aneh
Rupiah melemah ke semua mata uang
- bukan karena dolar kuat, tapi borok dari dalam negeri sendiri
- Investor punya banyak pilihan
- Malaysia, Vietnam, Thailand jauh lebih ramah.
- Tidak ada yang wajib invest di Indonesia
Kok mau-mau aja? Oh iya, karena terhimpit ekonomi dan buntu. Kok bisa terhimpit ekonomi dan buntu? Oh iya, karena penyelenggara negaranya gagal dalam mensejahterakan rakyatnya.
Kok bisa penyelenggara negaranya gagal dalam mensejahterakan rakyatnya? Oh iya, karena pejabat-pejabatnya banyak yang gak terdidik. Kok bisa pejabat-pejabatnya banyak yang gak terdidik? Oh iya, karena PENDIDIKAN GAK PERNAH MENJADI AGENDA PRIORITAS NEGARA. 🙂
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
semoga lu matinya susah. waktu ditarik nyawanya, diulur biar kesakitan dulu, gak mati mati tapi kesiksa.
biadab, dzalim. semoga lu dan semua orang dzalim di belakang lu, mati dalam keadaan terlaknat.
🧵Halo ners! Izin bantu jawab ya!
Karena obat kedaluwarsa itu masuk kategori limbah B3, jadi cara buangnya juga gak bisa sembarangan. Kebetulan kemenkes juga bikin pedoman buat pengelolaan obat rusak & kedalwarsa di Fasyankes sama Rumah Tangga.
Kujabarkan di bawah ya! 👇
MBG menguntungkan peternak itu sebetulnya juga bohong. beberapa kawanku peternak ayam petelur sudah rungkad karena harga pakan naik terus.
sebulan ini sudah naik 3x.
sementara kalo jd pemasok MBG harganya harus ditekan karena budgetnya sudah fix 8-10rb/porsi, peternak kecil ga bisa menikmati untung.
peternak ayam petelur yg masih bisa jalan cuma peternak besar, yg minimal bisa produksi 8000 butir telur sehari, yg artinya minimal harus punya kapasitas 10rb ekor ayam petelur.
rantai pasok kacau, boleh cek di berita, beberapa daerah malah para peternak pd bagi2in telurnya gratis sbg protes karena harga di level peternak gak ngotak sementara pakan semakin mahal.
Buat yang belum tau..
Saat ini ada krisis pasokan listrik PLN akibat stok batubara tidak cukup.
Menteri ESDM memangkas kuota batubara karena dipicu seretnya pasokan batubara DMO (Domestic Market Obligation) ke PLTU JaMaLi (Jawa Madura Bali).
Alhasil terjadi defisit daya 1.500 MW dan pemadaman bergilir di kota-kota besar.
Jadi buat menjaga agar harga batu bara dan nikel tinggi sehingga dapat pajak royaltinya besar, maka kuota produksi batu bara dipotong jauh
Contohnya Sinar Mas punya kuota produksi 55 juta ton tahun 2025. Tapi 2026 ini hanya disetujui 11 juta ton aja.
Dan dari 11 juta ton itu, 30% itu untuk lokal (ke PLTU, pabrik dan smelter di dalam negeri). Sisanya baru boleh ekspor.
Diperkirakan ini akan terjadi hingga September.
Jadi, siap2 aja kalo beberapa bulan kedepan bakal sering ada pemadaman listrik.
Saking korupsnya, sampe warga ga tau kalo plat nomor kendaraan bisa registrasi sekali saja. Saking korupnya, sampe warga menganggap wajar saja bayar 2x untuk 2 SIM yg berbeda atas nama pengemudi yg sama. Saking korupnya, sampe warga bisa sebodoh itu dan penentu regulasi diam saja
Temen gw kerja di PLN.
Dia bilang ada satu pertanyaan yang tiap hari bikin dia dimaki, dan dia capek ngejelasinnya.
Pertanyaannya: "kok beli token 100 ribu, dapet listriknya kurang? Sisanya ke mana?"
Dia cerita ke gw sambil geleng-geleng. "Yang motong duit itu bukan PLN. Tapi yang dimaki tetep kita."
Gw ngerutin dahi. Kalo bukan PLN, terus siapa yang ngambil?
Malem itu gw cek struk token gw sendiri. Ada satu baris kecil yang selama ini gak pernah gw baca.