Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
From creating an entirely new disc format (UMD) just to sell PSP games physically… to straight-up killing physical game sales in 2028.
The disrespect to collectors and preservation is insane.
What happened to the company that actually cared about games?
A reminder that it is official policy of the European Union to deny a genocide that is still being carried out and that everyone has been watching take place in real time, in intimate detail, via the internet.
Ini adalah bentuk denial paling telanjang yang pernah saya dengar dari mulut seorang presiden.
Bukan menyangkal krisisnya. Dia menyangkal hak rakyat buat bilang ada krisis.
Logikanya paling sederhana, beliau menganggap kritik terhadap negara dengan ketidaksetiaan, dan satu-satunya jalan keluar dari "ketidaksetiaan" itu ya keluar beneran dari negaranya sendiri.
Padahal yang saya lihat di sekitar saya, orang yang bilang "Indonesia suram" itu bukan memang mau keluar (walau sebagian ada yg memilih). Mereka masih di sini, masih kerja, masih bayar pajak, masih berharap. Yang mereka minta cuma didengar dan diperhatikan sedikit oleh pemerintah.
Tapi presiden justru menawarkan pintu keluar, bukan pintu masuk buat didengar.
Gokil ya, gara gara bocor dan gagal ke amrik. Pegawai PU yang ngurusin Visa ke amerika dipindah ke Malut United dan diuturunin jabatannya. Kabarnya bahkan bukan dia yang bocorin. Tapi gara2 dianggap bertanggung jawab aja.
Sumpah dah makin pada gak punya malu mentang2 yang malu itu kuli.
Mentri zalim banget
Dia yang salah, dia yang blunder, malah pegawainya yang bisa jadi bahkan gatau apa apa soal surat bocor itu yang malah kena hukum
Dah bener lah warga bantu warga aja, gausah andelin negara macem gini