Lintang digambarkan sebagai tokoh yang cerdas dan ulet dalam buku/film Laskar Pelangi, yang pada akhirnya menepi dari dunia pendidikan karena ayahnya yang miskin (bekerja sebagai nelayan kecil) meninggal dan dia kemudian harus menjadi tulang punggung untuk adik-adiknya. Lintang adalah representasi bahwa kecerdasan dan keuletan saja tidak cukup untuk “meraih mimpi” ketika seseorang tumbuh tanpa privilese sosial dan ekonomi.
Kemunculan Lintang sejak awal sudah bikin terharu, bagaimana dia harus menempuh perjalanan sangat jauh, berkilo-kilo meter, naik sepeda dan kadang berhadapan dengan ancaman buaya, demi bisa bersekolah. Dia kemudian menjadi salah satu tokoh yang membuat SD Muhammadiyah Gantong di Belitung, sekolah yang digambarkan mau roboh karena terjangan angin dan mau bubar karena kekurangan murid, menjadi sekolah yang berkali-kali mendapat perhatian publik karena kecerdasannya.
Salah satu peristiwa yang membuat orang-orang gempar adalah ketika acara lomba cerdas cermat, Lintang berhasil menjawab semua pertanyaan, sehingga tidak memberi kesempatan pada peserta lain. Nilainya seratus, tidak ada noda sama sekali. Ini versi bukunya. Sementara versi film, peserta lomba dibuat lebih bersaing. Nah, ada satu momen di mana Lintang dianggap salah menjawab dan dicurigai telah berbuat kecurangan. Kemudian Lintang bisa menjelaskan semuanya dan membuat para penonton kagum padanya.
Tidak penting sebenernya menunjukkan versi keduanya. Yang jelas, Lintang di situ sebagai tokoh paling pinter dan ulet deh. Tapi kisah dia tragis sekali. Dia terpaksa putus sekolah karena ayahnya meninggal dunia pada saat mencari ikan. Dia tidak lagi hadir ke sekolah untuk bertemu teman-temannya, Ikal, Lintang, Mahar, Sahara, A Kiong, Syahdan, Trapani, Kucai, Borek, dan Harun. Tidak lagi diajar Bu Muslimah dan Pak Harfan. Dunianya sebatas bekerja untuk menyambung hidupnya dan hidup adik-adiknya. Tidak seperti teman-temannya yang nantinya bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita mereka: ada yang jadi DPRD, bekerja di industri IT, kuliah di luar negeri, seniman, dll.
Ya, jadi intinya kalau ada yang bilang, “Kalau dia bisa, harusnya kalian juga bisa. Kalau dia sukses, kalian juga bisa sukses. Dia makan nasi, kalian makan nasi.” tolong tapuk lambene. Candak gocine. Kasih tau kalau ada orang di dunia ini yang gak kompeten di bidang apa-apa, tapi punya privilese sosial/ekonomi, bisa menjabat sebagai
Tolong kami 🚨🚨🚨
Tidak ada dalam amar putusan hakim kemarin yang menetapkan agar Ibam segera ditahan di dalam rumah tahanan negara.
Namun JPU Roy Riady pagi ini menyatakan akan segera eksekusi penahanan Ibam ke rutan.
Ini zalim sezalim-zalimnya. Tolong, kenapa begini negara ini. 😭
Dalam amar putusan, harus ada frasa "ditahan seketika setelah putusan dibacakan" atau "segera ditahan".
Putusan ini juga belum berkekuatan hukum tetap, karena kita masih diberikan ruang oleh undang-undang selama 7 hari untuk menyatakan sikap atas putusan tersebut.
https://t.co/tGT2hfpKRm
Ini wajah kengerian eksploitasi di Papua. Militer dikerahkan, dan polanya tak jauh beda dari kolonialisme Belanda.
Di buku #ResetIndonesia sub-bab “Negara Hukum, Bukan Bedil”, kami juga tegaskan bahwa militer yang dipakai untuk mengontrol warga demi proyek pembangunan justru makin melahirkan penindasan.
Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor ttg dugaan mark up Whoosh. Di dlm hukum pidana, jika ada informasi ttg dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa jg memanggil sumber info utk dimintai keterangan.
Laporan hanya diperlukan jika ada peristiwa yg tdk diketahui oleh APH shg perlu ada yg melaporkan, misalnya penemuan mayat. Tapi kalau ada berita ada pembunuhan maka APH hrs langsung bertindak menyelidiki tak perlu menunggu laporan.
Dlm kaitan dgn permintaan agar saya membuat laporan, ini kekeliruan yg kedua dari KPK. Yg berbicara soal kemelut Whoosh itu sumber awalnya bukan saya. Seperti saya sebut di podcast TERUS TERANG yg awalnya menyiarkan itu adl NusantaraTV dlm rubrik "Prime Dialog" edisi 13 Oktober 2025 dgn narsum Agus Pambagyo dan Antony Budiawan.
Semua yg sy sampaikan sumbernya adl NusantaraTV, Antony Budiawan, dan Agus Pambagyo yg disiarkan scr sah dan terbuka. Saya percaya kpd ketiganya maka saya bahas scr terbuka di podcast TERUS TERANG.
Jadi jika memang berminat menyelidiki Whoosh KPK tak usah menunggu laporan dari saya. Panggil saja saya dan saya akan tunjukkan siaran dari Nusantara TV tsb. Setelah itu panggil NusantaraTV, Antoni Budiawan dan Agus Pambagyo untuk menjelaskan. Bukan diperiksa loh, tapi dimintai keterangan.
Tapi aneh jika lembaga sebesar KPK tidak tahu bahwa NusantaraTV sdh menyiarkan masalah tsb. sebelum saya membahas di podcast TERUS TERANG. Terlebih hal itu sdh sy sebutkan juga. Coba lihat lagi🙏
🚨 Rumors out of Asia suggest Japan 🇯🇵, frustrated with Middle Eastern money and AFC corruption, could break away to form a new East Asian Football Federation alongside South Korea 🇰🇷, China 🇨🇳, North Korea 🇰🇵, and possibly Indonesia 🇮🇩, Vietnam 🇻🇳, Thailand 🇹🇭, and Singapore 🇸🇬.
If this happens, it could reshape football in the region entirely 👀🔥
And honestly, Australia 🇦🇺 should consider leaving too, the AFC has never truly benefited our game. A fresh start with fairer competition and less political interference could be exactly what’s needed. 💭⚽️
#Socceroos #AFC #AsianFootball #AustraliaFootball
Media Irak UTV melaporkan, Jepang berencana untuk meninggalkan AFC lantaran ketidakpuasan terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh konfederasi benua Asia itu.
Perubahan format ACL Elite yang dipusatkan di Arab Saudi hingga keputusan yang merugikan Vissel Kobe di ACL Elite membuat JFA kecewa. Belum lagi dengan dugaan korupsi di tubuh AFC.
Lebih lanjut, JFA disebutkan akan membentuk Uni Asia Timur atau konfederasi baru yang berisikan Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, dan China. Bahkan, negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Singapura hingga negara-negara Oseania seperti Australia dan Selandia Baru berpotensi diajak bergabung ke dalamnya.