Hari ini suamiku ga sengaja jatuhin galon 19 liter, dapur langsung banjir. Anehnya, aku ga marah sama sekali. Aku bilang ke dia "Ga apa-apa aku beresin. Papa kalau masih banyak kerjaan ini ditinggal aja". Fyi suamiku kerja remote. Kejadian kecil ini justru membawaku kembali ke masa kecil. Dulu, setiap aku ceroboh, yang datang lebih dulu bukan pertolongan, melainkan bentakan, omelan, bahkan pukulan. Lama-lama aku tumbuh dengan perasaan bahwa melakukan kesalahan berarti aku pantas dimarahi.
Setelah menikah, aku mengenal sesuatu yang asing bagiku. Setiap kali aku melakukan kesalahan, suamiku ga pernah membentak atau membuatku merasa bodoh. Dia selalu bilang, "Nggak apa-apa, bisa diberesin." Kalimat itu terdengar sederhana, tapi buatku rasanya seperti menyembuhkan sesuatu yang udah lama terluka. Sedikit demi sedikit aku belajar bahwa kesalahan tidak selalu harus dibayar dengan kemarahan. Bahwa rumah bisa menjadi tempat yang aman, bukan tempat untuk takut.