Jadi meninggalnya korban commuter line itu akibat dari serentetan random tai babi situation
Ada perlintasan gak resmi, tapi pas mau ditutup sama pemda, ada ormas tai babj yg nolak, lalu pemdanya juga tai babi gak mampu ngatasin tekanan ormas tai babi
Lalu ada sopir tai babi dari armada tai babi melintas di lintasan tai babi, lalu ditabrak oleh kereta, kemudian sangking tai babinya, taxi ini menolak diderek oleh KAI karena kebijakan manajemen armada taksi tai babi bilang kalo gak diderek oleh derek dari perusahaan tai babi, itu duit derek keluar dari sopir tai babi itu.
Dan sialnya sinyal kereta api pagi tai babi sehingga KA antar kota menabrak Commuter line yg terpaksa menunggu akibat tai babi tai babi di atas.
Gue kalo jadi keluarga korban sih akan ngamuk pol
Gara-gara baca ini di car wash orang-orang ngira aku lg ada masalah kali ya. Ga banyak buku yg bikin nangis seperti ini, ini volume 2. Volume 1 nya sukses juga bikin aku termehek-mehek (bahasa remaja 200-an).
Ada tukang parkir ganteng jatuh cinta sama karyawati “jelek” di basement sebuah departemen store. Pavane memulainya seperti versi dongeng modern Beauty and the Beast yang jujur aja, rada susah dipercaya di era penuh filter dan standar kecantikan ketat. Tapi justru itu yang sepertinya ingin dihadirkan sama sutradara Pee Jong-pil, ngebalik pola trope romance klasik yang diadaptasi dari novel “Pavane for a Dead Princess” karya Park Min-gyu, yang memang ngeritik keras standar kecantikan Korea (dan dunia).
Lee Jong-pil gak pengen kejebak dalam romansa klise ‘love at first sigh’. Malah, cinta di sini datang pelan, canggung, dan seringkali nyakitin. Adegan-adegan di basement parkir, di antara mobil-mobil dan lampu neon redup jadi metafora yang kuat kalau cinta mereka tumbuh tanpa rencana dari tempat yang paling gak terduga, tempat paling “bawah”, jauh dari sorotan standar kecantikan Korea yang kejam.
Mereka berdua sama-sama adalah manusia broken yang kebetulan kerja di tempat yang sama: Gyeong-rok kehilangan mimpi jadi penar karena trauma keluarga, kalau Mi-jung trauma di-bully seumur hidup karena penampilan yang gak sesuai standar. Keduanya saling paham tanpa perlu banyak omong—itu yang bikin koneksi mereka terasa dalam. Gyeong-rok mulai notice Mi-jung bukan karena "cantik tiba-tiba", tapi karena keberanian, integritasnya, dan cara dia tetep baik meski dunia kasar banget ke dia.
Go Ah-sung luar biasa jadi Mi-jeong. Kuat dan tegar secara mental tapi justru jadi rapuh karena cinta. Moon Sang-min mainin karakter Gyeong-rok dengan sisi lembut yang jarang kita lihat dari dia. Chemistry-nya dengan Go Ah-sung juga gak berasa maksa. Sementara Byun Yo-han sebagai wildcard ngasih warna humor dan kepedihan yang pas untuk nyeimbangin tone film yang cenderung mellow.
Sayangnya, tanpa ada maksud buat nebak-nebak, tapi ending-nya memang predictable. Seperti ada nada too good to be true yang udah bisa kamu rasakan, bahkan sebelum filmnya selesai. Sebuah akhir bittersweet, cuman emang sayangnya disajikan sedikit berlebihan yang seperti ingin mastiin buat penontonnya bisa bener-bener menangis. Ini juga bikin ngurangin kekuatan dari build-up yang sudah begitu hati-hati dibangun sejak awal.
Secara keseluruhan, Pavane adalah romance yang hangat di tengah dingin dan pahitnya kapitalisme dan obsesi visual era jaman now. Sebuah romansa yang bukan buat hati berbunga-bunga, tapi untuk ngingetin kalau kadang fisik bukan segalanya, dan di balik standar kecantikan yang kejam, yang tersisa hanyalah manusia yang broken, rapuh, tapi saling nyembuhin satu sama lain.
3,5/5
Badai tm 1: buka sosmed bawaanya pusing liat makanan bukannya ngiler 🤢🥴😵💫 bulan puasa kan makin banyaknya postingan kuliner. Food aversionku kali ini adalah segala macam gorengan 😵💫🤢
Ada seorang kenalan yg ngajakin ketemuan di Sbux, saya tolak dengan alasan saya boikot. Eh dia malah ngolok2 katanya nggak ngaruh.
Saya bales: "Lu tuh muslim, masa nggak tau semut aja berusaha madamin apinya Nabi Ibrahim walau tau nggak ngaruh."
Dia nggak bales WA-nya lagi.
Not even in my wildest dream, punya presiden yang terang2an ingin menghormati dan menjamin keamanannya israel. Yang menjajah siapa, yang dilindungi siapaa.. 😥Astaghfirullah Ya Allah ampuni kami.
Prinsip hidup:
- bodo amat
- nggak peduli
- not my monkey, not my circus
- atur, shay.
- okay you do you. Have the day you deserve, not gonna argue with you
Hasil:
- hidup lebih tenang
- my energy is expensive and I get to share it with those who matter
- gak gampang annoyed dan marah
- rezeki lebih gampang datang.
Fyi aja, populasi dunia ada 8,3 miliar manusia dengan perjuangan yg beda2. Banyak yg terlalu sibuk bertahan hidup sampe ga sempet ngikutin isu2 terkini. Kalo semisal ketemu org yg ga tahu apa2, cukup beri tahu aja, ga perlu ngehujat. Edukasi itu merangkul, bukan memukul.
Marriage only benefits a woman when the man is truly capable of leading, providing, and protecting. Otherwise she’s just adding responsibilities to a life she already manages alone.
Di dunia yang semakin chaos, tugas paling berat bukan sekadar mencari nafkah, melainkan membersamai anak.
Memastikan mereka tumbuh mindful. Mampu mengikuti kecepatan zaman tanpa terseret kekacauan. Punya daya pikir, daya tahan, dan kompas batin.
Kadang tantangannya bukan soal uang. Justru kekacauan dunia itu sendiri yang paling melelahkan.
Informasi berlebihan.
Tekanan sosial.
Standar yang berubah cepat.
Kebisingan yang ngga pernah berhenti.
Jangankan anak-anak, orang dewasa pun banyak yang tumbang.
Sebagai ibu yang intens mendampingi anak tumbuh, saya paham kenapa sebagian orang memilih untuk child-free.
Bukan karena tidak peduli.
Tapi karena sadar: membesarkan manusia di zaman seperti ini membutuhkan kesiapan mental, energi, dan kehadiran yang tidak main-main.