@UTD_Ceph@SmgMenfess kalau untuk icc, sayangnya gabisa karena (1) kalopun terbukti melakukan kejahatan perang, ga bisa diadili di icc karena statuta roma ada asas non-retroaktif; (2) indonesia masih belum ratifikasi statuta roma dan icc ga punya yurisdiksi di negara yang tidak ratifikasi
malaysia & brunei sepakat bawa persoalan asap ke mekanisme asean:
- bikin ratusan sekolah tutup
- indonesia dianggap "tidak becus" & gak kredibel nangani karhutla
- perjanjian asean soal ini gak ada sanksi otomatis,
- harus lewat konsultasi damai
- kalau mekanisme asean buntu
- malaysia-brunei bisa bawa kasus ke mahkamah internasional (icj)
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
@HarisCountrys@dihydroxyestra in the legal field the influence is far more apparent. a significant bulk of the legal parlance we use came from dutch (ex. strafbaar feit [criminal act], onrechtmatige daad [tort], etc) especially in criminal and private law
Kalau aku jadi Gubernur Sumbar, aku akan coba ajuin proposal dan bikin projekan untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai rumah pensiun bagi Singaporean.
Gak cuma rumah pensiun, tapi juga bangun rumah sakit atau menyulap rumah sakit yang sudah ada jadi standar internasional.
Soalnya jarak Padang-Singapore cuma sejam naik pesawat.
Plus, kawasan Sumatera Barat bukan kawasan industri seperti Batam, alamnya masih segar dan bersih.
Sisi baiknya, warga Sumatera Barat jadi punya uang masuk dan sirkulasi uang yang berputar lebih banyak. Yang membuat pendapatan pajak daerah juga meningkat.
Ahh. Mimpi Aja Dulu.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyebut, Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan satu-satunya opsi untuk menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina.
Baca selengkapnya: https://t.co/33LpKnyhFd.
~SN #BoardOfPeace#DinoPattiDjalal#Gaza
Indonesian newspaper @tempodotco has just released a series of expos��s of the inner workings of Indonesian diplomacy within the Indonesian Ministry of Foreign Affairs @Kemlu_RI under Prabowo's administration
I will summarise and point out their key findings
A THREAD
ngapain ya masuk pk inter when ur country contradicts intl law? how tf did our country go from walking out when netanyahu gave his speech in the un to collaborating with israel's biggest donor?
1 pertanyaan tambahan utk @Menlu_RI Sugiono mengenai 🇮🇩 sbg "founding member" charter Board of Peace, apakah beliau ikut merumuskan CHARTER Board of Peace di Davos atau 🇮🇩 hanya terima jadi & tanda tangan ? Perlu utk arsip sejarah