@tanyarlfes Kalo keluarganya ngeburu2 tapi ga mau ngeprovide dan minta macem2 sii udah redflag yaa. Pikirkan baik2 lagi nder, diskusi ama keluargamu. Mending sedih di awal daripada nyesel seumur hidup
PENIPUAN OKNUM BCA 🚨
Yang jadi pertanyaan auditor internalnya kemana aja deh? kok bisa sekelas BCA kecolongan dalam waktu yang cukup lama?
gimana nih min @HaloBCA
Aku kerja sebagai barista di salah satu kafe di Semarang. Tempat ini punya lima owner yang semuanya cukup dikenal publik. Ada artis nasional yang sering muncul di TV, ada pemain sinetron, ada mantan istri vokalis band yang dulu cukup terkenal, sampai selebgram yang sempat viral karena masalah perceraiannya.
Dari awal grand opening sebenarnya udah ada firasat kalau operasionalnya bakal penuh drama. Dan ternyata bener aja. Gaji yang dijanjikan selalu cair di awal bulan hampir nggak pernah tepat waktu. Mundurnya bisa sampai lebih dari seminggu. Uang lembur juga nasibnya sama, sering telat dibayar.
Padahal harga makanan dan minuman di sana lumayan mahal. Ditambah lagi ada service charge dan pajak, tapi sebagai karyawan kami nggak pernah ngerasain uang service itu. Kafe juga sering bikin event besar dengan ngundang artis-artis terkenal. Mulai dari grand opening sampai acara-acara berikutnya, guest star yang diundang juga bukan nama kecil. Dengan tiket yang harganya nggak murah, rasanya pendapatannya pasti nggak sedikit.
Yang bikin makin heran, buat bayar gaji karyawan malah terus-terusan telat. Belum lagi sempat ada masalah listrik karena tagihan belum dibayar selama dua bulan. Akibatnya operasional kafe berhenti dan kami diliburkan selama enam hari.
Masalahnya, keputusan meliburkan karyawan itu datang dari pihak manajemen, bukan karena kami minta libur. Tapi anehnya, gaji kami justru dipotong untuk enam hari tersebut. Padahal kondisi itu jelas bukan kesalahan ataupun keinginan kami sebagai karyawan.
Sampai sekarang pun gaji bulan Juni, bahkan sebagian karyawan masih ada yang belum menerima gaji bulan Mei. Yang kami terima cuma janji kalau pembayaran akan segera dilakukan, tapi kepastiannya nggak pernah ada. Padahal kami cuma menuntut hak setelah menjalankan kewajiban sebagai karyawan.
Sementara itu, para owner terlihat sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang fokus ke dunia politik, ada yang sudah keluar dari kepemilikan usaha, ada juga yang tetap aktif tampil di televisi. Di sisi lain, kami yang setiap hari menjalankan operasional justru harus terus menunggu kejelasan soal hak kami yang belum dibayarkan.
Ada yg tahu kasus ini ga? Udah dari tahun lalu tapi kasus ini belum selesai 😭😭
Kok bisa sekelas bank swasta terbesar dengan pelayanan terbaik kecolongan oknum pegawai yang cetak ATM & bikin PIN sendiri atas nama anak nasabah? Tanpa surat kuasa, 3 tahun leluasa ngacak-ngacak uang orang. Keamanan data & dana nasabah di mana nih?
Gila!?!?!🤬
Barusan ada yang cerita kalau dia nabung deposito di bank B*A selama 3 tahun buat dana pendidikan anak.
Ternyata….
Depositonya gak pernah dibuat. Dananya malah masuk ke rekening lain yang bisa diakses oknum sampai habis.
Ngeri sih kalau kronologi ini memang benar.
Jadi kepikiran, harus percaya ke mana lagi kalau bank sebesar ini aja masih bisa kecolongan gara-gara ulah oknum?
Pada akhirnya, secanggih apa pun sistemnya, yang paling susah diprediksi tetap faktor manusia. Inilah mengapa kedepannya sistem harus full mesin automasi alias AI.
Jadi pelajaran buat semua orang supaya jangan cuma simpan bilyet atau bukti setor, tapi sesekali cek juga status produk dan rekening kita.
Btw, ada yang pernah ngalamin sendiri atau punya keluarga/teman yang jadi korban oknum di bank? Ceritain dong?👇
gimana ngga gila ya, 3 tahunan ikut deposito di bank BCA malang/ kepanjen. yang aku masukin adalah dana pendidikan ketiga anakku.. ternyata dibikin fiktif sama oknum CS nya.. mana kejadian selalu didalam bank dijam kerja. baru ketauan agustus 2025 pas jatuh tempo pencairan ternyata deposito selama ini malah di cetakin ATM biasa jenis TabunganKu, dan dia create pin sendiri dan bebas akses sampe habis. 2026 pelaku masih santai pakai atribut bank buat nipu nasabah lainnya.. 🫠🫠
cc : alfidakhlifa
@KapudS640 Harusnya ada aturan kalo kesanggupan biaya anak dibawah normal maka dia harus divasektomi atau kalo sampe beranak lagi bisa masuk penelantaran anak dan bisa dipenjara puluhan tahun supaya ga beranak lagi. Soalnya yg menyanggupi segitu biasanya kawin lagi dan beranak lagi.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
@tanyarlfes Mungkin bukan tipe manifesting yg tiap hari aku ucapin/aku tulis, tapi aku selalu yakin kalo aku pengen sesuatu atau suka sesuatu pasti aku dapet (kalo beda ga jauh2 bgt) dan setelah aku renungi, IYA aku selalu dapet. Dibarengi sama usaha ya tapi