@bratbretbrot69 emang narasi dari bohirnya sana mau ngegeser supaya queer jadi sasaran.
di threads yang diungkit2 buzzer malah post BEM UI dukung LGBT, licik bet cara mereka
Woi bani tusbol jahanam, menista agama yang lo lakuin itu indikasi pidana, sedangkan tidak pakai hijab itu bukan pidana.
Gak ada yang peduli lu mau tusbol-tusbolan di ranah privat, tapi ketika mulut jahanam lu menghina agama orang di ranah publik, mending berantem aja ayo sini.
Malah bawa-bawa adik gw sekarang, memang jahanam LGBT bajingan satu ini. Tinggal di mane lu, anak setan?
@lesternookies@kikiadnankarim tapi kalo negara yang homofobik+berisik, ya emg Indonesia juaranya, udahlah homofobik, budaya “kolektif” nya bikin orang2nya suka ngurusin ranah pribadi, that’s why ragil dan gay couple luar suka diganggu netizen indo yang katanya “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”
@lesternookies@kikiadnankarim kalo definisi homophobic itu punya stigma buruk ke LGBT, itu kayaknya hampir semua negara deh, balik lagi ini karena patriarki dan homophobia bisa ada karena LGBT dianggap “gak maskulin” menurut norma patriarkis, makanya yang disasar selalu laki bottom/feminin atau transwomen.
@lesternookies@kikiadnankarim ya emang gw akui agama emang “booster/pupuk” yang bikin diskriminasi nya makin subur, tapi dia bukan “akar” yang jadi penyebab utama diskriminasi homofobik itu ada di indonesia
@kikiadnankarim@lesternookies bahasa gampangnya, kalo orang autisme/ADHD/other ND spectrum dibully, gak ada kan yang bilang “kelakuan lu menyimpang, “lu bisa bikin negara kena azab” dsb?
tapi kan, tetap dibully intinya.
@kikiadnankarim@lesternookies coba liat neurodivergent dibully kenapa? karena mereka dianggap “gak normal, “beda” dan “penyakitan” kan? tapi karena gak ada ajaran agama manapun yang nyinggung itu jadinya gak ada justifikasi moralis yang bisa dipakai buat bully ND.
@lesternookies@kikiadnankarim btw di bali masih banyak homophobic tapi emang ga seberisik umat mayoritas, dan mereka jg masih bergantung sama turis mancanegara jadi gabisa sembarangan berisik kalo gamau pendapatannya hilang karena kena cancel
@penyebaracun kesimpulannya, di negara ini punya budaya kolektif yang sayangnya berdampak bikin orang2nya suka rese ke ranah pribadi orang lain, termasuk orientasi seksual, dan jadi mental pembully kalo udah ngeliat sesuatu yang berbeda dari mayoritas, entah itu agama, orientasi seksual, dll
@penyebaracun karena disisi lain juga ada fakta kalau :
1. india dan bali, terlepas mereka bukan islam dan abrahamik, tapi tetep homophobic dan stigma negatif ke LGBTQ+ tumbuh di sana.
2. neurodivergent, yang juga gak dianggap orang islam bertentangan dengan ajarannya, tetep dibully.
@kikiadnankarim rill. efek bangsa “kolektif”, jadi harus ngikut standar sosial, beda dikit bakal dibully rame2.
buktinya india yang 11 12 sama kita tp non-abrahamic tapi tetep homophobic subur disana. terus neurodivergent yang ga ada hubungan sama agama tetep dibully karena “beda”.