Jenderal (Purn) Yunus Yosfiah, Bugis Sidrap - Sulawesi Selatan : 'Dalam waktu 3 tahun Indonesia makmur bila pejabat pusat jujur'.
Indonesia penuh dengan maling.
Bung Alimuddin jadi pembela pemerintah yang bicaranya tidak cocok dengan realita sampai di sebut oleh Bung Iqbal bila bicara jangan serampangan.
Apa gak malu ?
Industri cabut ke Vietnam
Wisata pindah ke Thailand
Berobat pada ke Malaysia
Judi+ Jual Ginjal ke Kamboja
Indonesia Kebagian Apa?
Kebagian Korupsi Merajalela + AFF gak pernah Juara!! Kita sama kek Timor Leste 🤝
Gini Amat Jadi WNI
Selamat pagi si paling level Asia yang menganggap kegagalan di Piala AFF layaknya kentut: setelah dikeluarkan akan segera terlupakan.
Kegagalan timnas Indonesia lolos babak grup untuk dua edisi beruntun memunculkan narasi yang lumayan ramai tentang pelatih John Herdman. Di lini masa seliweran anggapan bahwa Herdman miskin taktik, gak punya plan B, gak adaptif, dan lain sebagainya. Apa iya?
Menariknya, kalau mengutip beberapa analisis dari media luar, Herdman disebut cukup fleksibel. Bahkan, ada yang menyebut filosofi Herdman bak chameleon alias bunglon (flexible and adaptive squad designed to change shapes and frustrate opponents based on tactical demands).
Media analisis taktis macem The Mastermind Site dan KlipDraw menyebut saat membawa Kanada berprestasi, Herdman jarang terpaku kaku pada satu sistem. Menyesuaikan kelemahan lawan, secara dinamis dapat beralih antara skema 3-4-3, 3-5-2, 4-4-2, hingga 4-2-3-1.
Tapi, ada juga yang bilang kalau soal in-game management, Herdman emang terbukti kesulitan dan dinilai terlalu kepala batu secara taktis. Meski fleksibel saat menyusun rencana prapertandingan, kelemahannya membaca dan memodifikasi taktik di tengah laga sering jadi sasaran tembak media.
Misalnya pas Piala Dunia 2022. Banyak pengamat dan suporter Kanada yang geram karena keputusannya mempertahankan formasi 4-4-2 melawan tim-tim superior Eropa. Saat lini tengahnya dihajar karena kalah jumlah, Herdman keukeuh gak mengubah pendekatan taktisnya atau menambah gelandang jangkar, yang berujung fatal pada hasil Kanada di fase grup.
Ada juga pas melatih Toronto FC saat menjalani kompetisi berdurasi panjang. Herdman disorot sangat lambat merespons penyesuaian taktik pelatih lawan. Sewaktu sadar taktiknya terbaca lawan, alih-alih melakukan tweaking, ia kadang bereaksi panik dengan membongkar ulang seluruh struktur taktis skuadnya dari nol di laga berikutnya. Kebiasaan merombak fondasi secara radikal ini diangggap merusak chemistry dan pemahaman posisi pemain di lapangan.
Kalau menurut kalian gimana? Apa iya John Herdman emang begitu orangnya?
Dulu banyak yg bilang Dirty Vote berlebihan. Setelah terpilih… Negara justru membentuk semakin banyak kendaraan untuk mengelola uang publik. MBG, KDMP Agrinas Pangan Nusantara. Danantara. Masalahnya bukan sekadar besar atau kecil anggaran ratusan triliun yang sudah tersedot.
@ainurohman Turut seneng guys pernah senegara dengan kalian. Get well soon indonesia, semoga yang ke 81 ini menjadi titik blik hidupnya keadilan dan harapan
@ruangtaktik Tanpa menyalahkan wasit. Permainan timnas memang jelek, passing salah koordinasi amburadul. Fck off lah pmrnth jelek tmnas juga jelek poor indonesian
Memang seharus nya setiap pemimpin jangan memikirkan program nya sendiri
Jadi kemajuan daerah akan lebih baik lagi
Jangan mentang2 yg menang,terus ga mau lanjutkan nya
Beda memang mas @pramonoanung lebih banyak merangkul semua politisi untuk membangun bersama2
Salam☕️Hitam Manis
Buat yang bingung kenapa banker bilang gini (sekaligus memperjelas maksud bang Eko)
Beliau bilang ‘merah terus dari awal tahun’ artinya kinerja banknya lagi jelek (bisa laba di bawah target atau bahkan rugi di beberapa segmen).
NPF/NPL itu singkatnya kredit/pembiayaan macet.
• NPL = Non Performing Loan (bank konvensional)
• NPF = Non Performing Financing (bank syariah)
Artinya persentase pinjaman yang nasabahnya sudah telat bayar >90 hari. Kalau naik tajam, artinya banyak orang/usaha yang lagi kesulitan bayar cicilan.
Kenapa naik sekarang? Karena ekonomi lagi challenging:
• Daya beli masyarakat melemah
• Banyak PHK / usaha lesu
• Inflasi (terutama pangan)
• Cicilan yang kemarin di-restrukturisasi jaman COVID sekarang mulai jatuh tempo beneran
Bedanya sama jaman COVID: dulu ada kebijakan relaksasi/restrukturisasi massal dari pemerintah, jadi bank bisa ‘tutup mata’ dulu nggak langsung catat macet. Sekarang nggak ada lagi, jadi keliatan yang beneran macet.
Secara nasional NPL masih di kisaran 2,1-2,2% (masih aman), tapi di beberapa bank/segmen tertentu (terutama consumer & multifinance) memang lagi naik signifikan. Makanya banker pada komen ‘ini udah nggak normal’ cmiiw