Industri cabut ke Vietnam
Wisata pindah ke Thailand
Berobat pada ke Malaysia
Judi+ Jual Ginjal ke Kamboja
Indonesia Kebagian Apa?
Kebagian Korupsi Merajalela + AFF gak pernah Juara!! Kita sama kek Timor Leste π€
Gini Amat Jadi WNI
Akhirnya, siklus komedi dua tahunan kembali terulang. Menang meyakinkan di laga-laga awal tapi ego setinggi langit langsung ditampar realitas. Dua edisi beruntun kita gagal lolos grup. Pedih? Banget! Kecewa? Pasti!
Sebuah ironi tingkat dewa. Kita berlagak angkuh meremehkan Piala AFF, padahal lemari trofi masih kosong berdebu. Kesombongan paling konyol adalah koar-koar udah ada di level Asia, udah pantas menembus Piala Dunia, tapi mentalitas masih ciut di ASEAN.
Terus, salah siapa? Para pemain? John Herdman dan tim kepelatihan? Pastinya mereka turut bertanggung jawab, tapi juga tetap harus diapresiasi perjuangannya.
PSSI justru jadi pihak yang harus bertanggung jawab. Faktanya, ketergantungan terhadap pemain-pemain keturunan di luar negeri kalian bangun cuma untuk menutupi bobroknya sistem pembinaan lokal.
Ingat, timnas yang jago nggak cuma dibangun di ruang tunggu imigrasi, tapi lebih ditempa dari kompetisi akar rumput yang beradab. Beresin dulu fondasinya, atau kita selamanya cuma bakal menjadi pelawak paling sombong di Asia Tenggara.
Raditya Dika kaget bayaran dokter umum per pasien cuma Rp2.000 (BPJS) & Rp5.000 (umum) π±
β¨Indah Kusuma yang multitalenta sampai memilih mengejar passion-nya yang lain, alih-alih bertahan jadi dokter.
Kalau sekarang apakah masih sama bayaran dokter umum per pasien?
Beberapa hari lalu, Gakpo dan istrinya menantikan kelahiran bayi mereka dan mengalami keguguran di usia kehamilan 5 bulan.
Hari ini ia mencetak gol, menangis tersedu-sedu, dan dipeluk oleh seluruh tim.
@skipbreakfast_ Gak.
Berbuat baik tentang karakter kita aja, bukan kontrak bahwa orang lain harus membalas kebaikan kita.
- Ada orang yang menghargai kebaikan.
- Ada orang yang netral.
- Ada orang yang justru mengeksploitasi kebaikan.