@SOFTlEBOY Menuruti titahnya adalah kesenangan pribadi yang perlahan membangun libidonya. “Hahh...”
Sengaja ia gerakan lidahnya sampai menyapu sedikit kulit yang mendominasi, perasaan jahil pun tetap ada dengan sedikit ada maksud lain yang pastinya sudah dipahami oleh yang di sana.
@SOFTlEBOY Matanya berbinar dan menjadi lebih sayu. "Hehehe~" sakit sejujurnya ditambah posisi kedua tangan yang saling menekan itu tidak terlalu nyaman, tapi ia benar-benar suka sampai meringis keenakan.
Lidah menjulur basah, senyuman erotis tak tertahan kala didominasi oleh suaminya.
@shiromonoi@SOFTlEBOY Teman baik mana yang sampai meninggalkan Kecchi di tempat ruqiyah 2 kali? Dia cerita punya pengalaman seperti itu! *Tarik kerah lehermu*
@SOFTlEBOY “Enggak mau! Mau sekarang~" sentuhan demi sentuhan membelai lembut dada bidangnya, turun perlahan ke perut lalu garis pinggul. “Akechiku, aku kangen~"
Suara kacing yang lepas dan resleting terbuka menggema di ruang tengah itu.
@SOFTlEBOY dengan hidungnya. Perlahan-lahan bibirnya turun ke leher.
"Mungkin aku minta bayaran sedikit saja." jilat lehernya sambil terkekeh sebelum seringainya mewarnai kembali wajahnya.
Tutup rapat pintu kamar, kunci sekalian agar tidak bisa ada yang ganggu, jam istirahat mereka.
@SOFTlEBOY "Aduh... Kecchin, padahal kamu sendiri yang mau begitu, masa aku gak dikasih imbalan yang setimpal?" dengan mudah ia angkat tubuh yang meronta-ronta ke kamarnya.
"Bercanda. Ayo istirahat, masa iya ada orang yang bikin pacar sendiri lagi capek jadi makin capek." usel-usel pipinya
@SOFTlEBOY mana bayarannya? Masa cuman ciuman sebentar, kurang dong." menyeringai sudut bibirnya dengan tangan iseng menyelip ke bawah baju kekasihnya. "Na~ Akechi, aku mau bayaran lebih." bisiknya sambil menggigit telinga pemilik mahkota biru.
@SOFTlEBOY Eh?
Pikirnya bukan mendapatkan ciuman darinya. Panas sedikit rasanya mukanya karena hal ini biasanya ia yang berinisiatif. Sudah-sudah ia akan menikmati momen hangat ini sebentar, walau rasanya sekarang terlalu singkat karena sang kekasih tiba-tiba meringkuk.
“Heeee kalau gitu