โ ๏ธWARNINGโ[Sensitif & Disturbing]
Video: https://t.co/85lGR06TFD
Kasus kematian tragis seorang wanita muda bernama Juliana da Silva Teixeira (22) di Kota Manaus, Brasil, pada Januari 2026, terus menyita perhatian publik. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, pria yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum ditemukan tewas dilaporkan meninggal dunia setelah dieksekusi oleh kelompok kriminal yang dikenal dengan sebutan "Tribunal do Crime".
Juliana ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat siang, 9 Januari 2026, di sebuah area konstruksi di kawasan Conjunto Manoa, Zona Utara Manaus. Penemuan jasad korban menggemparkan warga setempat karena kondisi korban yang ditemukan tanpa busana dan mengalami luka tusuk di bagian leher.
Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik awal, petugas menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk pakaian korban yang robek serta senjata tajam yang diduga digunakan dalam tindak kejahatan tersebut. Temuan tersebut mendorong penyidik untuk mendalami kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual sebelum korban dibunuh.
Keluarga korban mengungkapkan bahwa Juliana merupakan penyandang autisme dan selama ini menjalani pengobatan dengan obat-obatan yang penggunaannya berada dalam pengawasan medis. Kondisi tersebut membuat keluarga sangat khawatir ketika korban tidak kembali ke rumah dan sulit dihubungi.
Sejumlah saksi menyebutkan bahwa Juliana terakhir kali terlihat pada Kamis malam, 8 Januari 2026, bersama seorang pria yang tidak dikenal. Informasi itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan yang kemudian ditangani oleh Divisi Pembunuhan dan Penculikan Khusus (DEHS) Kepolisian Sipil Amazonas.
Dalam perkembangan penyelidikan, aparat berhasil mengidentifikasi seorang pria bernama Bruno Santos, yang dikenal dengan julukan "Loirinho". Rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan Bruno sebagai orang terakhir yang terlihat bersama Juliana sebelum korban ditemukan tewas. Temuan tersebut membuat Bruno menjadi salah satu sosok yang menjadi perhatian utama penyidik.
Meski demikian, sebelum polisi sempat melakukan penangkapan dan pemeriksaan lebih lanjut, Bruno dilaporkan menjadi korban aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal "Tribunal do Crime". Kelompok tersebut dikenal di Brasil sebagai organisasi kejahatan yang kerap melakukan penculikan, interogasi paksa, hingga eksekusi terhadap individu yang mereka anggap melakukan pelanggaran tertentu.
Menurut informasi yang beredar, Bruno diduga diculik oleh kelompok tersebut dan dipaksa memberikan pengakuan terkait kematian Juliana. Tak lama kemudian, sebuah video yang beredar luas pada 11 Januari 2026 memperlihatkan seorang pria yang diyakini sebagai Bruno tewas ditembak di wilayah Riacho Doce, Manaus.
Peristiwa tersebut memicu perhatian luas masyarakat karena kematian Bruno terjadi ketika proses hukum resmi masih berjalan. Aparat penegak hukum pun menghadapi tantangan tambahan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Juliana setelah sosok yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut lebih dahulu meninggal dunia.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi bahwa Bruno Santos merupakan pelaku pembunuhan Juliana da Silva Teixeira. Penyidik masih terus mengumpulkan bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Otoritas setempat menegaskan bahwa penyelidikan akan tetap berlanjut guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian, motif kejahatan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian Juliana. Sementara itu, kasus ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut dugaan pembunuhan terhadap seorang perempuan muda, tetapi juga dugaan praktik eksekusi di luar proses hukum yang dilakukan oleh kelompok kriminal.
@afrkml Pernah punya akun cukup besar, followersnya udah puluhan ribu. Ada anomali entah siapa bikin akun dengan nama sama, bahkan dari foto profil dan postingan sama persis dia tinggal comot. Mana rame banget lagi๐ญ
@creepyroom Ini babi betina kenapa nggak dibonyokin sekalian anjg, dia otak dibalik aksi keji ini. masa masih mulus bangkeeeeee, gausah mikirin kesetaraan gender, toh korban juga wanita udah gitu lansia pula ๐ก๐ก๐ก
@nahyor23@Kemangilly Rajin posting aja, nanti fb akan merekomendasikan kontemu agar bisa fyp, nah setelah itu biasanya fitur monetisasi akan aktif.
kalau untuk awal-awal coba pancing dengan menggunakan hastag di setiap postingan, hastag harus relevan dengan isi konten.
@ilikemoonandyou@Kemangilly Rajin posting aja bang, usahain kualitas kontennya juga bagus. Misal posting video jangan pake lagu yg terkenal nanti bisa kena copyright.
Tapi biasanya fb menyediakan beberapa musik yg bebas copyright utk dipake. tinggal pilih aja
@Kemangilly Nanti kalau fitur monetisasi konten udah kebuka, langsung dapet notif kak. Selanjutnya kita bisa langsung posting foto/video/story juga bisa dapat dolar, atau hanya sekedar update status di fb pun ada dolarnya.
oh iya, itu punyamu baru fitur star yg kebuka.
@tuanpoetrih ucap seseorang si paling sepuh twitter ye ๐คฃ biasanya mereka paling sinis kalo liat akun2 twitter bikinan 2020 keatas ๐คฃhahaha taik bgt