@K0ESMADILAGA แ
Padmanala Wisanggeni Adam Koesmadilaga. Papatuk Kujang Pertama, anak pertama dari Wiradikara Koesmadilagaโturunan Arsamanggala Koesmadilaga.
แ
@K0ESMADILAGA แ
Narega Samasta Koesmadilaga, putra cikal Raden Jayanegara Koesmadilaga, papatuk kujang katilu Arsamanggala Koesmadilaga, parantos sayaga badรฉ ngalaksanakeun sarta milu dina runtuyan upacara Ngaruwat dinten ieu.
แ
@K0ESMADILAGA ใ ค
Regina Grietjevi Koesmadilaga. Anak kedua dari Wiradikara Koesmadilaga-Papatuk Kujang Pertama, turunan Arsamanggala Koesmadilaga.
ใ ค
แ
Sang sesepuh membuka mata, berbalik pelan menatap seluruh keturunan yang berdiri melingkar dengan khidmat, memberi isyarat bahwa sesi ziarah batin telah purna dan siap dilanjutkan ke prosesi berikutnya.
แ
แ
"Haturkanlah kekuatan serta kebijaksanaan agar mampu menjaga kehormatan nama Koesmadilaga, agar wangsa ini tetap lurus berjalan di atas jalan yang benar, adil, dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa, seperti amanat yang telah diembankan sejak dahulu kala."
แ
แ
"Limpahkanlah kedamaian yang tiada bertepi bagi para leluhur kami yang telah menyelesaikan tugasnya di atas bumi. Jagalah tempat peristirahatan mereka agar senantiasa diterangi cahaya kebaikan. Dan bagi kami, generasi yang melanjutkan perjalanan keluarga ini, .."
แ
แ
Kian Santika memejamkan mata, memimpin seluruh anak, cucu, dan cicit untuk menundukkan kepala dan menyatukan cipta dalam doa yang sakral.
แ
"Ya Gusti Nu Maha Suci, pangeran sakabeh alam."
แ
แ
"Saya berdiri di sini, membawa seluruh keturunan untuk menjemput berkah, dengan sejumput ingatan bahwa kami tidak pernah lupa pada tiap darah dan napas yang menjadi hulu kelahiran kami."
แ
แ
"Aki Prabu Wangsakerta sarta sakumna sesepuh anu janten cukang lantaran ayana urang sadaya di dunya. Seratus lima puluh hiji taun wangsa ieu ngajuntrung, tumbuh dari tetesan keringat, air mata, dan darah pengabdian yang kalian wariskan di atas tanah ini."
แ
แ
"Sampurasun, para karuhun, para leluhur agung wangsa Koesmadilaga yang bersemayam dalam keabadian bumi Parahyangan. Dinten ieu, di tempat anu direngkuh ku leubeutna waringin, incu buyut sadaya tatan-tatan kempel ngantunkeun urusan dunya, seja sungkem meresihan manah."
แ
แ
Sebagai kakak tertua, ia memandang pusara, tempat bersemayamnya Prabu Wangsakerta Koesmadilaga dengan penuh takzim. Perlahan, ia mengangkat kedua telapak tangannya di depan dada, memulai rapalan do'a dengan penuh wibawa, sarat akan ingatannya mengenai memori masa lalu.
แ
แ
Raden Kian Santika Koesmadilaga, sang sesepuh agung sekaligus kakak tertua dari Raden Arsamanggala Koesmadilaga, melangkah maju dengan bantuan tongkat kayu yang sarat akan ukiran aksara kuno. Di usia senjanya, kharisma kepemimpinan sama sekali tidak luntur.
แ
แ
Seluruhnya berjalan khidmat menuju area suci di taman belakang Balรฉ Waringin. Deru angin pegunungan menggelitik kulit, terlebih ketika mereka sampai di sekitar pusara leluhur, tepat di bawah rindangnya pohon beringin tua yang menjulang kokoh menaungi sekitarnya.
แ
แ
Langkah kaki para keturunan Koesmadilaga berdesir halus kala mengenai tepi rerumputan basah. Jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang pernah mereka kira. Koesmadilaga, benar-benar merupakan keluarga yang besar.
แ