Credit buat Rashford dan Mainoo hari ini. 👏
Rashford bikin sisi kiri MU jadi jauh lebih berbahaya lewat tusukan-tusukan direct-nya. Beberapa kali dia berhasil masuk ke area berbahaya dan mendapatkan big chances, meski sayangnya masih dimentahkan kiper.
Yang cukup menarik, Rashford juga beberapa kali ikut membantu saat bertahan. Sesuatu yang mungkin bikin sebagian fans MU sedikit terkejut, wkwkwk. 😭
Sementara itu, Mainoo tampil solid banget di tengah. Dribble, duel, sampai passing-nya oke. Dia juga mampu menjalankan peran sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan dengan cukup efektif.
Overall, performa duo Arkamsi hari ini solid dan jadi salah satu faktor di balik performa bagus MU. Kalau konsistensinya bisa dijaga, keduanya bakal jadi bagian penting dari perjalanan United musim ini.
Bruno Fernandes memang mencuri semua headline. Tapi jangan lewatkan performa Kobbie Mainoo.
Dalam kemenangan 5-2 Manchester United atas Ipswich, Bruno menjadi bintang utama dengan hat-trick + satu assist. Namun, di balik dominasi United setelah tertinggal 0-1, ada Mainoo yang tampil sangat penting di tengah lapangan.
Mainoo memberikan sesuatu yang sempat hilang dari permainan United: ketenangan saat menerima bola, kemampuan keluar dari tekanan, progresi bola, dan kontrol di lini tengah.
Ia tidak sekadar menjadi pemain yang mengalirkan bola dari belakang ke depan. Mainoo beberapa kali mampu membawa bola melewati tekanan lawan, memenangkan duel, melakukan tekel, dan membuka ruang bagi pemain-pemain di depannya untuk bergerak lebih bebas.
Salah satu momen pentingnya datang ketika umpan Mainoo melepas Matheus Cunha hingga berujung penalti untuk United. Ia juga terlibat dalam rangkaian serangan yang menghasilkan gol ketiga Bruno.
Yang menarik, Mainoo terlihat jauh lebih nyaman ketika diberi peran aktif dalam membangun serangan. Ia mampu menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan tanpa harus terburu-buru memainkan bola.
Usulan kewarganegaraan ganda yang disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam dalam pidatonya hari ini, yang notabene udah menjadi isu sejak lama, berhasil banget mencuri perhatian publik.
Memang, Prabowo mengusulkan perubahan UU No. 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan untuk memungkinan konsep kewarganegaraan ganda terbatas (limited dual citizenship), bukan blanket dual citizenship, dan dikhususkan bagi WNI atau diaspora yang punya kualitas istimewa.
Ruang lingkup yang disampaikan juga luas, nggak cuma sepak bola, melainkan juga bakat-bakat di bidang lain seperti seperti dokter, insinyur, pakar AI, peneliti, pengusaha, seniman, olahraga, dll. Tapi kalau ngomongin sepak bola, selain mengatasi permasalahan kuota Non-EU serta memperluas talent pool, ada banyak celah kritis terkait hal ini.
Salah satunya adalah potensi menjadi karpet merah untuk PSSI (meski dengan ketum-ketum lain setelah Erick Thohir) untuk terus memanggil pemain-pemain keturunan di luar negeri, yang mungkin akan lebih nggak terkontrol.
Kewarganegaraan ganda adalah akselerator (pendongkrak instan), bukan fondasi utama. Bahayanya kalau pengambil kebijakan macam PSSI, Kemenpora, atau klub menjadikan kemudahan ini sebagai shortcut, lalu mengabaikan akar masalah utama, semisal:
- Sistem pembinaan usia muda di dalam negeri.
- Kualitas dan tata kelola kompetisi.
- Kualitas instruktur dan lisensi kepelatihan lokal.
- Perbaikan sistem piramida sepak bola nasional.
- dll
Harus ada indikator uji integritas yang jelas supaya status kewarganegaraan nggak dimanfaatkan secara pragmatis cuma untuk "paspor kemudahan" tanpa komitmen yang konkret.
Ingat! Kehadiran talenta diaspora lewat kewarganegaraan ganda sifatnya booster instan untuk level senior. Kualitas sepak bola Indonesia ke depannya tetap ditentukan oleh pembinaan usia muda, kompetisi domestik yang sehat, infrastruktur, kualitas pelatih lokal, dan banyak lagi.
Intinya, kewarganegaraan ganda ini baiknya diposisikan sebagai suplemen peningkat performa, bukan makanan utama, bukan pula panasea atau obat serbaguna. Keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada sejauh mana PSSI membenahi pembinaan usia muda dan ekosistem liga di dalam negeri.
Gimana menrut kalian? Setuju atau setuju banget?
📷: @halfspaceindo
Soal offside itu cuma mau kasih edukasi aja ada aturan thn 2022 soal aspek tambahan yaitu "deliberate play" yg mana, IMO clearance Cahya itu ga "deliberate play" karena ia tidak dalam kontrol shg Fandi "diuntungkan" di posisi tsb.
Kaya gini malah ga offside karena bek "deliberate play" dlm lakukan clearance yg gagal. Balik lagi, ini subjektif ke penilaian wasit tp ada beberapa poinnya.
Attacking shape Timnas Indonesia selama AFF ini banyak pakai 1 gelandang yg turun ke area CB. Sementara RCB & LCB melebar jadi kaya fullback. Kelemahan ada di struktur rest defense yg menyisakan 2 bek saja saat 2 CB di sayap naik.
Berawal dari keinginan berbagi ilmu, Muhammad Akbar Ismail, pemuda asal Desa Pagerbarang, Kabupaten Tegal, membangun komunitas affiliate gratis yang kini menjadi tempat belajar bagi masyarakat untuk mengenal dunia affiliate marketing.
Kalo udah kalah begini, yang disalahkan lagi-lagi pemain abroad yang memilih kembali ke liga lokal.
Padahal seperti yang pernah dijelaskan Mas @MrAunRahman beberapa hari lalu, bermain di luar negeri tidak sesederhana soal kualitas. Klub di luar punya banyak pilihan pemain dari berbagai negara yang bisa lebih murah, lebih mudah beradaptasi, atau memang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di sisi lain, pemain Indonesia juga belum memiliki daya tarik yang benar-benar berbeda dibanding pasar internasional. Jadi keputusan pindah liga atau kembali ke Indonesia tidak selalu berarti gagal. Ada banyak faktor di baliknya yang sering luput dari perhatian.😔🇮🇩
Metrik yg dipakai The Athletic utk klasifikasikan role gelandang. Baik Casemiro & Tielemans punya tipe sama, 'Anchoring Midfielder', dengan tingkat kemiripan mencapai 98.5%. Sama-sama unggul di Front-foot Defending, 5 balok.
Perbedaannya ada di posisi yg terlihat dari peta aksi pojok kanan. Casemiro lebih berada di poros (no 6), sementara Tielemans lebih di halfspace kiri & sedikit naik. Menurut Mintak ini karena ia dicover oleh Onana sehingga berpengaruh juga pada output kreatifnya yg lebih tinggi dari Casemiro, 4 balok vs 5 balok.
Habis nonton beberapa match Tielemans. Di posisi yg lebih deep, targetnya adlh memecah output kreatif MU ga cuma di Bruno saja. Artinya, akan 2 output kreatif di pos no 10 & no 8. Dari klip ini terlihat Tielemans capable melakukannya dgn baik
yang kemarin simpati galang dana untuk anak bapaknya yg maling sabung ayam…
gak ramein ini juga?
ini anak kehilangan bapaknya yg lagi nyari nafkah “halal”. anaknya pak satpam yg dibunuh secara tragis di waduk jatiluhur🥀
Miris bgttt banyak berita seliweran yg anak dari maling ayam malah disantuni banyak bgt. Yg ayahnya meninggal pas kerja dan ditenggelamkan malah sepi 💔 maling loh itu malingggg 😭
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana