@nabiylarisfa Ditengah corona dia ajak org” itu damai utk cabut laporan tp harus bayar sekian padahal dia yg lapor. Dlu mainnya pilot” an skrg mainnya prof” an
@nabiylarisfa https://t.co/bv4bzzB9ZD
Dia punya sekolah pilot karbit 2 minggu, dipertanyakan profesional dan analyst penerbangan malah dilaporin. Mana ngaku” kapten segala pula dengan cara buat perusahaan sendiri utk antar” pesawat kosongan biar bisa kasih makan gengsinya
@Chandre86817434@BucinnJaehyun Well, mine does and I think most of them also. Mine has an Akutsprechstunde daily between 11 and 12, but you still need to call before showing up
@daftar_belanjaa@Imas_uni WG kalo listriknya rata harus ijin dlu ke yg punya rumah atau kalau bagi sama temen wg harus “ijin”ke mereka karena pemakaian listrik AC mobile boros bgt. Kalau bayar listrik sendiri mah bebas aja
@Ndrewstjan Engga gitu cara kerjanya mas. Kalo punya kontrak harga fix ya ttp aja dia ga ngaruh di spotmarket kek apa itu ngaruhnya ke industri. Kalo yg punya tarif flexibel ya berarti tinggal hemat pas mahal, tp begitu murah mereka bisa murah sadis. Bukan dia naik 550% lgsg kita kehantam
@LoneWolf090545@Prapto3x@ekky1995 LZB theoretisch sudah tidak harus trackside lagi. LZB untuk track” Vmax > 160km/h bukan untuk ngurangi jarak block utamanya jadi kalau LZB nya tbtb rusak balik lg ke trackside + PZB limit 160 / limit strecke
@ArtemisNaufal@jodaya_56@SukamotoJourney Padahal PT LEN sendiri dah ada sistem serupa walaupun dia Indusi60 tp harusnya dah cukup. tp sayang implementasi dimana masih ga jelas
https://t.co/1KqCGFiT6z
@ArtemisNaufal@jodaya_56@SukamotoJourney Mungkin kalo LZB masih terlalu jauh ya, bahkan disini juga LZB ga banyak implementasinya karena PZB sendiri bisa efektif sampai 160 km/h. Berarti selama ini di Indonesia cuma mengandalkan tunjuk sebut aja ya
@ArtemisNaufal@jodaya_56@SukamotoJourney Mau tanya, apa di Indonesia belum implementasi sistem train protection seperti PZB? Bbrp hari yg lalu sempat baca katanya ada tapi sepertinya belum pernah liat magnetnya disamping rel kereta