Jujur, aku agak gimana baca keluhan pengguna rutin transport umum di sini. Beberapa tuh terkesan terlalu merendahkan, padahal transport umum kan seharusnya inklusif, mau itu buat yang biasa maupun nggak. SDM kita memang masih banyak yang belum terdidik, tapi bukan berarti bisa -
kalo ngeliat pola anak muda jaman sekarang:
- rajin olahraga (lari, gym, padel, pilates)
- rutin makan makanan rebus dan minum minuman less sugar
- baca buku
- melek investasi
asli curiga Indonesia emas beneran terjadi (karena usaha rakyat sendiri)
pasukan ojol terlihat bergabung membantu mahasiswa
bapaknya ojolnya ikut nyampein isi hati & kekecewaannnya ke pemerintah sampai bilang "gua udah siap mati, gua udah susah"
sehat-sehat pak 🥹
statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
@keluhkesahkonoh pokoknya patokannya WEB yg dipakai buat seleksi. karena ini pakai SSCASN ygg modelnya ngelock 1 NIK cuma bisa ikut 1 jenis seleksi di TA yg sama makanya kl udh ikut seleksi sekolah rakyat ini gabisa ikut CPNS krn CPNS pake web SSCASN jg. beda sm yg kmrn2 kan pake web sendiri
“yaudah, kalau ngga bisa beli bensin jalan kaki aja”
TROTOAR LU NOHHHHH BOLONG BOLONGGGG trotoar aja dipake buat parkir liar segala gala nyuruh jalan kaki
Kenapa Pertalite ditahan mati-matian harganya padahal BBM yang lain naik gila-gilaan?
Karena kalau Pertalite naik, chaos 98 pasti akan terjadi.
Yang akan meletuskan bubble kemuakan masyarakat hanyalah Pertalite.
Karena harga Pertalite lah yang akan dirasakan secara langsung dan merata oleh semua kalangan.
Bahkan pendukung 02 sekalipun.
Masyarakat belum terlalu ngeh dengan kenaikan suku bunga.
Orang kaya senang karena SBN mereka cuan.
Warga menengah mengeluh karena KPR mereka makin berat.
Warga bawah gak merasakannya langsung.
IHSG dan Rupiah juga begitu. Belum merata dan efeknya belum langsung.
Tapi kalau Pertalite berubah, tamatlah sudah alkisah wowo dan bolu ketan.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.