Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
“Saya tau siapa yang bayar bayar demo itu. Gue tau itu”
Jangankan bapak, kita semua juga udah tau kok. Kan kemarin udah dibongkar sama mahasiswanya sendiri siapa yang bayar mereka 🤭
ya gmn ya h2h bkn debutan LSM, LSM cuma debutin SNSD, Redvelved, aespa, yg di push vocalnya, bahkan yg bukan vocal line vocalnya pada stabil, sblm LSM out SM, vocal aespa di push trs, setelah LSM out aja aespa jarang di push vocalnya, apalagi H2H yg bukan debutan LSM, izin 🙏😆
"saya baru saja meresmikan 1.151 km jalan memakan anggaran 5,4 triliun"
"bayangkan kalau 20 triliun. berapa ribu jalan yg bisa kita bangun, berapa puluh ribu sekolah yg bisa kita perbaiki"
nah itu tau
Please @UNICEF , @UNICEFIndonesia , @kpp_pa and @KPAI_official , protect Indonesian children!!
Children are the future of our nation. They should never become shields for those in power, tools of propaganda, or symbols used to build support for any government policy.
Indonesia's Child Protection Law (Law No. 35 of 2014), Article 15, clearly states that every child has the right to be protected from abuse and exploitation in political activities. This principle exists because children deserve to grow up free from political manipulation and exploitation.
When elementary school children are brought to public demonstrations, asked to carry signs, chant slogans, or serve as symbols of support for a government program, we must ask a simple but important question: Who is truly being protected the children, or political interests?
Children are not born to carry the burden of adult politics. They are born to learn, to play, to dream, and to grow. They are not mature enough to fully understand political issues or to give informed consent to participate in activities with political implications. That is precisely why the law exists—to protect them from being used to advance the interests of others. If a government program is truly beneficial, its success should speak for itself. Public trust should be built through transparency, accountability, and measurable results—not by placing children at the center of political messaging.
Children's voices should never be used as loudspeakers for political agendas. Their small hands should be holding books, not protest signs. We respectfully urge @UNICEF and @kpp_pa to take this matter seriously. We call for an independent investigation into the reported involvement of children in political demonstrations and for appropriate action to ensure that every child's rights are protected in accordance with Indonesia's Child Protection Law.
Protect Indonesian children. Because when childhood is exploited, it is not only a child who is harmed—it is the future of an entire nation.
fathimah azzahra sempat membahas anggota DPR yang menjadi jubir partai seolah-olah berbicara untuk pihak eksekutif “sekarang kita mengalami fenomena kekosongan legislatif, meski disenayan itu penuh tapi tidak ada yang benar-benar menyuarakan apa yang rakyat ingin tahu tari eksekutif”
Closing Statement Fatimah Azzahrah Di podcast.
"Pak Probowo, Pak mungkn bpk harus bisa me manage info yg bpk terima karena bisa jadi informasi yg bpk terima itu berbeda dgn apa yg rakyat rasakan"
"Dan bpk sbg org yg dipilih oleh rakyat, bpk harus bisa mendengarkan rakyat lebih dekat, bpk harus bisa menempatkan rakyt pd posisi special dmana tdk ada barier² antara suara rakyat dgn bpk"
"Bpk harus mendengar suara rakyat tanpa Filter dr orang terdekat bapak yg mungkin tidak enak karena sudah dipilih sebelumnya"
"Orang² bapak saja tidak enak yaa kpd bpk sehingga harus jd 'yes man' kadang² karwna dipilih oleh Bapak"
"PAK PRABOWO YG DIPILIH OLEH RAKYAT SEHARUSNYA PUNYA RASA YG SAMA, TIDAK ENAK APABILA HARUS MENGECEWAKAN RAKYAT"
@prabowo bagus ini pak...tolong didengarkan.
fathimah ini dididik dgn pola parenting yg gimana ya? anak FK, identik dgn dunia eksakta, tpi pemikiran sosial-politisnya se mateng ini.
dia berargumen jg ga kebawa emosi lawan bicara. tetep tenang, tpi lugas; intonasi + redaksi argumennya tertata bgt.
sebuah perbedaan cara berpikir antara generasi muda dan tua, gen tua mikirnya "yang deket aja tetep ditangkap, ini bukti komitmen" yang muda mikirnya "lah yang deket aja berani korupsi, gimana yang jauh, makanya benerin sistemnya"
"ada orang pinter bilang, ada yg lebih genting dari perut lapar" dan tanggapan dia, "saya kira gak ada yg lebih genting dari perut lapar" WALLAHI WE'RE FINISHED, FIX MBG GAK AKAN DI STOP YA GUYSSS 🙂
Kalian perhatiin ga gmn Fathimah selalu validasi dulu argumen lawan debatnya lalu pake argumen lawannya utk membantah.
Dan momen dia senyum2 saat dengerin lawan itu satisfying bgt. Keliatan bgt dia udh th celah logikanya dmn dan nunggu giliran buat skakmat. Tenang tp mematikan. 👏🏻🫡