@dinopattidjalal kalaupun semua infrastruktur mendukung, saya hanya setuju pakai chromebook, asal harga unit + cdm maks di 3,5 jt pak, kalau harga 5,7 lebih itu entahlah..
perbaiki dan awasi saja itu e-katalog, markup harganya gila2an
@Dahnilanzar lebih baik jangan di war deh, buat sistem dan tawarkan saja sesuai urutan antrian nasional(no porsi), karena ada jamaah yg gaptek dll, tapi secara finansial dan fisik sebenarnya mampu melunasi dg nominal besar, jadi bph harus aktif sosialisasi ke cjh, kalau war kasian yg antri
@SamudraPutraIn1@gagal_gantengs@kenhans03 kecuali harga obat generik, harganya jauh dibawah pasaran, kalau lainnya bisa 2x lipat
contoh saja tensimeter dipasaran cuma 400 ribuan di ekatalog bisa 900 ribu bahkan lebih
tapi kalau bayarnya tidak pasti (kredit saja bisa pasti), jadi bisa maklum
@Dahnilanzar kenapa kalau berdasarkan wacanan saudi vision shg jumlah jamaah berangkat bisa 500rb, kenapa tidak yg 5 juta tunggu ini diberangkatkan mas? shg 10 tahun sudah tidak ada tunggu, tidak perlu 25 tahun, baru kemudian ada war atau karena dana haji sudah di investasikan jangka panjang
@FarhanAtjeh mas, tanggal qomariah itu dari bulan, jadi dimulai maghrib
jadi muhammadiyah itu tanggal 1 ramadhannya tanggal 17 maghrib, dan pemerintah tanggal 18 maghrib.
dan gerhana bulan itu pasti terjadinya malam hari, jadi hitung sendiri dah, dari minggu kemarin kok gini terus.
@03__nakula tapi chromebook spek m432, dijual dg harga min 5,6jt itu memang kemahalan kalau hanya unit laptop, di tahun itu, brand samsung/hp, dg spesifikasi tsb, dipasaran harga baru antara 2,4-3 jt, yang perlu diperbaiki itu ekatalog lkpp, harga disana banyak markupnya
@regar_op0sisi kalau persaingan sehat mungkin umkm tetap akan hidup, tapi kalau sampai dipayungi undang-undang dan aparat untuk membungkam kompetitor, ya sudah pasti umkm mati, sebelumnya sudah ada wacana oleh anggota dpr untuk menutup indo/alfa dll disekitar kmp
@SongkokHitam39@KangManto123 iya juga, kok bisa dia kepikiran bikin tanda tangan model begitu ya, tau ah inspirasinya dari mana, apa itu huruf G atau apa, entahlah
hahahah
@Nugrohoisme@BoNetijen@odjie85@susipudjiastuti dan sepertinya shell dkk, tidak salah perhitungan untuk 2025, tapi mereka ketiban rejeki karena kasus pertamina oplosan yg menyebabkan kepercayaan masyarakat turun.
justru pertamina yg jadi salah perhitungan sehingga stok impor di patra niaga masih 34%
@Nugrohoisme@BoNetijen@odjie85@susipudjiastuti jadi pointnya ke pasal 33 ayat 2 ya..? tapi kan itu swasta minoritas/kecil sekali.
saya lihat dari siaran pers esdm
NOMOR: 076.Pers/04/SJI/2025
-untuk mengurangi tekanan defisit akibat impor migas
-patra niaga masih ada kuota 34%
eh tapi kenapa tidak ada bumn air mineral ya?
@Nugrohoisme@BoNetijen@odjie85@susipudjiastuti lalu kenapa ada kuota mas?
apakah untuk melindungi konsumen, menjaga harga, menjaga batas polusi atau melindungi pertamina?
kan kalau impor sembako ada kuota salah satunya untuk melindungi petani/ternak, mengendalikan harga, menjaga stock dll
@amalliarch@randomable_ kalau data bpjs, yang paling besar klaim bpjs itu di jantung dan kanker,
cuman penyebab jantung dan kanker nya apa itu yg jadi perdebatan dan perkambing hitaman
cuman bagi saya, lebih mudah menghindari perokok daripada asap motor/mobil dari bbm pertamina yg sulfurnya tinggi
@ARSIPAJA saya masih bingung dibagian listrik, kan yang disebut itu hanya beban 900VA, bahwa harga keokonomian adalah 1800/kwh, jadi negara subsidi antara 400-1200/kwh.
tapi bukankah dibeban 1300-2000VA(tidak ada subsidi), harga juga 1444/kwh.
lalu harga 1800/kwh itu dari mana?