makin ga paham kenapa surabaya, de facto kawasan metropolitan terbesar kedua di negara ini, yang pergerakan komuternya diestimasi sampe 10 JUTA/HARI;
GA BISA ngembangin SATU KILOMETER pun transum berbasis rel yang proper.
isin rek. kate ngenteni pirang dekade maneh?
demi aaaaallllaaaaaah presiden ternyinyir, gapunya wibawa sama sekali. SUMPAH. dan lucunya tuh kualitas ini udah keliatan dari pemilu tapi kok bisa sih ya allah kok BISAAAAAAA ada SETENGAH LEBIH populasi indonesia yang dukung dia aku capek banget sumpah.
BEM yang itu ngaku dibayar 300juta.
Ibu-ibu ngaku dibayar 100ribu dan dapat panci.
Terus kita bisa apa?
Lapor kemana?
Audit itu dana dari siapa?
harus minta tolong kemana?
Kita udah dikasih pengakuan,
tapi seperti biasa hanya bisa diam.
Mau sampe kapan?
Militerisasi pelatihan untuk profesi sipil bukan hanya nggak penting, tetapi juga nggak relevan, kontraproduktif, dan nggak nyambung.
Akhirnya, ada harga nyawa manusia yg begitu mahal yg harus dibayar demi sebuah gimmick birokrasi dan ego kelembagaan yg ingin menanamkan disiplin dgn cara pintas, instan, dan keliru.
Innalillahi wa innailahi rojiun..
https://t.co/aNPgOEXenx
Jurnalis investigasi The Athletic Jacob Whitehead pernah menanyakan soal keanehan2 aturan main dan keuntungan2 yg didapatkan Qatar dan Saudi pd R4 kualifikasi Piala Dunia 2026 kepada AFC?
Apa jawabannya? Nggak ada respon.
Memang organisasi korup.
⚠️⚠️MENOLAK LUPA⚠️⚠️
Kontroversi Lolosnya Qatar dan Saudi di Piala Dunia 2026:
✅Pembatalan status tempat netral secara sepihak. Pada awal proses kualifikasi, AFC memberi tahu negara2 peserta bahwa putaran 4 akan dimainkan di tempat netral
✅Secara tiba-tiba, AFC mengumumkan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah untuk seluruh pertandingan di grup mereka masing2 tanpa adanya transparansi atau kriteria pemilihan tuan rumah yg benar2 jelas.
✅Hal ini membuat Qatar dan Arab Saudi diuntungkan karena bisa bermain di kandang sendiri. Sementara negara lain (Irak, UEA, Indonesia, dan Oman) harus main tandang.
✅Jadwal pertandingan yang tak adil dan adanya diskriminasi waktu istirahat. Arab Saudi dan Qatar ditempatkan sebagai unggulan teratas. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga kedua negara ini mendapatkan waktu istirahat selama 6 hari di antara pertandingan mereka.
✅Sebaliknya, tim lawan yakni Irak, UEA, Indonesia, dan Oman dipaksa bermain dgn jeda hanya 3 hari (72 jam). Para pelatih memprotes keras karena durasi ini sangat tidak cukup untuk pemulihan fisik pemain.
✅Polemik status top seeds. Terdapat ketidakselarasan alasan antara AFC dan FIFA mengenai mengapa Qatar dan Arab Saudi jadi unggulan teratas. AFC berdalih karena peringkat FIFA mereka yang tinggi. Sementara FIFA menyebut di situsnya karena mereka adalah negara host untuk menjaga agar tidak berada di satu grup.
✅Terjadi pemangkasan kuota tiket untuk suporter UEA saat melawan Qatar di Doha hanya menjadi 8%. Padahal di pertandingan sebelumnya di stadion yang sama mereka dpt jatah 33%. Hal ini memicu kerusuhan di tribun penonton setelah pertandingan.
✅Ada dominasi gurita politik negara teluk di AFC dan monopoli jabatan. Struktur kepemimpinan AFC didominasi oleh figur dari negara teluk (Presiden dari Bahrain, Wakil Presiden dan Ketua Komite Keuangan dari Arab Saudi, dan Ketua Komite Kompetisi dari Qatar).
✅Sebagian besar sokongan dana terbesar AFC disuplai oleh perusahaan raksasa asal Teluk (Aramco, NEOM, beIN, Qatar Airways, QatarEnergy).
Qatar dan Saudi, dua negara yang merusak fairplay dalam kualifikasi memang lolos. Tapi mereka akhirnya dibantai dgn skor2 telak di Piala Dunia 2026.
Hanya satu kata: mampus!
Artinya
Kalau PLN menjaga Receivable Daysnya sama kayak taun 2024 yang artinya pemerintah gak nahan piutangnya, budget deficit Indonesia udah lebih dari 3%😂😂
💚 YA ALLAH UDH MATI LISTRIK SEMINGGU 5x 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 INI GMN SIH PLN PRABOWO BAHLIL 2 HARI SEKALI MASA MATLIS SIH AJGGG 😭😭😭😭 udh mana abis matlis pasti wifi eror… pas matlis gada sinyal… capek bgt jd wni ya Allah…