Setelah kekerasan yg dilakukan Molina dan Paredes, ketidaksopanan Argentina mencapai puncaknya saat prosesi penyerahan trofi.
Setelah para pemain Spanyol memberikan penghormatan guard of honour sebagai bentuk respek, skuad Argentina justru membalikkan badan.
“Paredes, Fernandez, Otamendi, semuanya adalah olahragawan yang menjijikkan... Messi adalah seorang genius bola, tetapi sebagian besar rekan setimnya adalah preman yang tidak memiliki rasa hormat pada keindahan permainan ini,” tulis mantan pemain Jerman, Thomas Hitzlsperger.
Pada akhirnya, final Piala Dunia 2026 dimenangkan oleh sistem, organisasi, logika, dan kepala yang dingin.
Opini saya pada final tadi pagi:
https://t.co/4AzIwyUcbo
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
Lagi dan lagi dan lagi
Cermin gaya komunikasi publik pemerintah yg usang, simplistis, dan cenderung berlindung di balik narasi global untuk menjustifikasi beban yg dilemparkan begitu saja ke pundak rakyat.
Menahan kenaikan harga sejak Maret? Apa pula ini? Mau bikin narasi seolah2 pemerintah pahlawan hebat yg telah berkorban? Lalu rakyat harus tahu diri dan memaklumi kenaikan ini?
Gini ya ted, menyediakan energi dgn harga terjangkau adl kewajiban konstitusional pemerintah. Bukan kebaikan hat atau sedekah.
Pokoknya adak..
wkwkwk padahal kalo mau realisasi demo yang “tenang” di “area khusus demo” ada kamisan. seminggu sekali. udah 911 kali. di tempat yang sama. kayak pernah aja tuh bu sumarsihnya ditemuin sampe hari ini coy
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan:
1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur.
2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan.
3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup.
Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka.
4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini.
5) BPJS ketenagakerjaan.
6) Cuti tahunan minimum 12 hari.
7) Reformasi. Suharto turun.
Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan".
Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta.
Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live?
***
Semua itu kita nikmati hari ini.
Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo.
Macet paling berapa jam sih?