Saksikan pandangan Pak SBY tentang situasi di Timur Tengah dalam SBY Standpoint: Perang di Timur Tengah, Siapa Bakal Menang?
https://t.co/OZMbkDEQjj
#SBYStandpoint
Pertama mlht Bapak SBY yaitu saat beliau menjadi presiden & waktu itu langsung saya mengidolakan beliau, kalau di tanya kenapa maka jawaban nya simple : karena beliau adalah seorang BAPAK, yes Indonesia membutuhkan seorang BAPAK. @SBYudhoyono #2024 #2026 #susilobambangyudhoyono
Menarik mengikuti World Economic Forum 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Kita tahu pembicaraan, debat dan statement didominasi oleh persengketaan dan ketegangan global saat ini. Termasuk isu-isu yang bisa mengguncang stabilitas dan tatanan dunia.
Semoga forum yang dihadiri oleh ribuan partisipan termasuk tokoh internasional dan para World Leaders ini menghasilkan sesuatu yang positif untuk kebaikan dunia. Forum ini (saya pernah hadir dan berpartisipasi secara aktif ketika memimpin Indonesia dulu) bisa menjadi forum yang baik apabila PBB belum bisa atau tidak bisa mengacarakan kegiatan yang lebih baik. Bangsa-bangsa sedunia juga bisa mengikuti apakah para pemimpin mereka memiliki komitmen moral dan pikiran cerdas untuk menjaga keamanan dan keselamatan dunia, yang menjadi harapan semua umat manusia. *SBY*
Tiga tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini.
Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir. Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga.
Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini. Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas. Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?
Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi. Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.
Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya.
Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang.
Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru.
Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. *SBY*
Sekelas bandara internasional tapi dia gate yg di buka, akhirnya macet hanya untuk keluar parkir. Bravo kereeeen @soettaairpor
#sorotan#bandara#soekarnohatta
Banyak orang Kristen masih belum memahami konsep tentang doa Bapa Kami, ada kuasa nyata dalam doa tersebut.
> https://t.co/sJHo0lXHmV
#gereja#kristen#doakristen#imankristen
@etihad It was a connecting flight, Cairo - Abu Dhabi - Jakarta. I've to wait for 6 hours for Etihad to arrange for accommodation. I've lost my valuable times because the cancellation. EY 474 (part 2)
@etihad Today i've experienced a bad service from etihad. Connecting flight from Abu Dhabi to Jakarta has been canceled by Etihad, there was no seat available. EY 474 (part 1)
Luar biasa perumdam kab tangerang dan perumahan citra raya—luar biasa tidak tanggung jawab dan hanya bisa jual rumah tp tdk perhatikan masalah air. Bagaimana ini bp ahmed zaki @PemKabTangerang tolong warga pak
Pagi semua, shalom 🙏
Yang tadi belum bergabung secara live di Morning Devotion silahkan bergabung dan terimalah berkat Tuhan yang akan memulihkan, menuntun bp ibu semua 🙏😊
Tema : Promosi Akan Datang
https://t.co/UGnh8EpNhr