Rupiah lagi jd perhatian publi, yg dibahas malah telur MBG jangan didadar. Ngeselin bgt! Sense of priority-nya dimana sih wo? Udah programnya makan anggaran besar, muncul kasus korup dlm pelaksanaannya. Mendingan bubarin aja MBG! Fokus cari solusi masalah ekonomi dan nilai tukar.
Said Didu nulis seolah Prabowo ini korban, boneka yg dikepung dari segala arah. Padahal dia bukan mannequin, dia arsitek utamanya. Kekacauan ini produk keputusannya sendiri.
Penampakan Orang-orang yg haus jabatan..
Bagaimana mereka menjilat dan bersaing seakan "paling hebat" di depan orang yg paling punya pengaruh di bisnis yg menggiurkan
Presiden kok ngurusi potongan ayam ๐
Mimpi Basah WNI ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
1. Rupiah 5.000 per USD
2. Mudah nyari kerja
3. Harga bahan pokok murah
4. UMR Rp20 juta per bulan
5. Pendidikan gratis sampai S1
Pak Menlu bilang: "Kritik boleh, asal berdasarkan fakta dan data yang akurat."
Oke. Mari pakai data mereka sendiri.
Prabowo sudah kunjungi 28+ negara dalam 18 bulan pertama.
49-56 kunjungan.
95-134 hari di luar negeri.
Rekor untuk presiden RI manapun.
Pemerintah klaim hasilnya: Rp2.430 triliun komitmen investasi.
Tapi IHSG -33% dari awal 2026.
Rupiah Rp18.000 : terlemah sepanjang sejarah.
FDI yang "sudah komitmen" itu realisasinya belum kelihatan di pasar, di lapangan kerja, di nilai tukar.
Pertanyaannya bukan soal niat.
Pertanyaannya: Rp2.430 triliun itu sudah cair berapa?
Dan ketika Dino Patti Djalal : mantan Dubes RI untuk AS, pendiri FPCI ,menanyakan hal yang sama, jawaban resmi Menlu adalah:
"Istilahnya kita harus gaul."
Pak Menlu, rakyat nanya soal realisasi.
Dijawab dengan filosofi pertemanan.
Kalau "sudah ketemu langsung" itu ukuran sukses diplomasi, berarti kita belum punya ukuran sukses diplomasi. ๐ค
https://t.co/lC01anfm3W